Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Vaksin DPT (Vaksinasi Difteri, Pertusis, Tetanus)

Vaksin DPT (Vaksinasi Difteri, Pertusis, Tetanus)

Selasa, 31/07/2018 | 17:02 WIB

General

Share this article

Vaksin DPT (Vaksinasi Difteri, Pertusis, Tetanus)

Vaksin DPT merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus.

Difteri merupakan infeksi berbahaya yang menyerang bagian hidung dan tenggorokan seseorang. Difteri disebabkan oleh bakteri yang bernama Corynbacterium Diphteriae. Penyakit ini mudah untuk menular. Difteri yang tidak diobati dengan tepat juga dapat menyebabkan kematian untuk penderitanya. Penyakit ini ditandai dengan adanya selaput pada tenggorokan

Pertusis merupakan penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin DPT. Pertusis merupakan kondisi yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertusis ditandai dengan batuk yang parah dan tidak bisa dikendali, dan sering menyebabkan kesulitan pernapasan. Apabila tidak ditangani, pertusis juga dapat menyebar ke banyak orang lainnya.

Tetanus merupakan penyakit yang disebarkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini umumnya ditemukan pada tanah, debu, atau kotoran hewan. Apabila bakteri masuk ke dalam luka, bakteri akan menyebabkan otot menjadi kaku dan kejang. Gangguan pada otot ini dapat menyebar ke seluruh tubuh. Apabila gangguan pada otot teserbut mencapai sistem pernapasan, tetanus dapat menyebabkan sesak napas, sehingga meningkatkan risiko kematian.

Jadwal

Pada orang dewasa, vaksinasi difteri biasa hanya diberikan bersamaan dengan vaksin tetanus. Tetapi, pada anak-anak, ketiga vaksinasi difteri, pertusis dan tetanus dapat diberikan secara bersamaan.

Jadwal pemberian vaksin DPT untuk anak-anak adalah sebagai berikut :

  • Dosis pertama diberikan ketika anak berusia 2 bulan
  • Dosis kedua diberikan ketika anak berusia 3 bulan
  • Dosis ketiga diberikan ketika anak berusia 4 bulan
  • Dosis keempat diberikan ketika anak berusia 1.5 tahun
  • Dosis kelima diberikan ketika anak berusia 5 tahun
  • Dosis selanjutnya, terutama untuk vaksin tetanus dan difteri, diberikan secara berulang setiap 10 tahun

Apabila Anda atau anak Anda yang belum pernah menerima vaksinasi sebelumnya mengalami luka, terutama oleh benda tajam, Anda atau anak Anda dapat menerima imunisasi tetanus berulang.

Larangan

Meskipun imunisasi DPT diperlukan untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, beberapa orang tetap sebaiknya menghindari vaksinasi karena dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Beberapa orang yang sebaiknya tidak menerima vaksin DPT adalah :

  • Orang yang memiliki reaksi alergi, terutama reaksi alergi berat terhadap vaksinasi yang pernah diterima sebelumnya.
  • Orang yang jatuh pingsan atau hilang kesadaran ketika pernah diberi pemberian vaksin sebelumnya.

Efek samping

Vaksinasi Difteri, Pertusis dan Tetanus dapat menyebabkan beberapa gejala tidak nyaman setelah diberikan. Beberapa kejadian yang terkadang mengikuti imunisasi DPT adalah :

  • Demam yang ringan
  • Kejang demam
  • Reaksi alergi
  • Area bekas suntikan menjadi kemerahan

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda sebaiknya konsultasi pada dokter untuk menerima penanganan yang sesuai.

Daftar Pustaka :

  • Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedjianto, Soedjatmiko. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. 2011.
  • Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal imunisasi anak umur 0-18 tahun; Rekomendasi IDAI. 2017.
  • Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa; Rekomendasi PAPDI. 2017.

POST A COMMENT

0 Comments