Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Kista Bartholin

Kista Bartholin

Senin, 30/07/2018 | 18:00 WIB

Penyakit K

Share this article

Kista Bartholin

Kista bartholin adalah benjolan yang tidak normal pada salah satu atau kedua sisi dinding jalan lahir dikarenakan adanya pembentukan kista pada kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin ini mempunyai fungsi mensekresi cairan untuk membantu melumasi vagina.

Kista bartholin disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar bartholin, penyakit menular seksual, infeksi bakteri seperti Escherichia coli. B bakteri pada gonore (Gonococcus).

Berikut beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan seseorang terserang penyakit kista bartholin :

1. Wanita dengan diabetes melitus

2. Wanita dengan keadaan hamil

3. Wanita dengan penyakit menular seksual

4. Wanita yang sering gonta-ganti pasangan seksual

Kista bartholin yang masih berukuran kecil tidak akan menimbulkan tanda dan gejala. Akan tetapi jika kista bartholin sudah membesar biasanya menimbulkan rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Kista bartholin dapat terinfeksi dalam beberapa hari, jika sudah terinfeksi biasanya menimbulkan gejala seperti :

1. Demam

2. Sulit berjalan karena terasa nyeri

3. Perasaan tidak nyaman saat duduk atau berjalan

4. Timbul benjolan dan selulitas diarea labia (bibir vagina)

5. Benjolan berwarna kemerahan atau membengkak

6. Ada rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual

Untuk dapat mengetahui kista bartholin, tenaga medis atau dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan sebagai berikut :

1. Menanyakan tentang kesehatan atau riwayat penyakit selama ini

2. Melakukan pemeriksaan panggul

3. Melakukan pemeriksaan terhadap cairan dari leher rahim dan diuji di laboratorium untuk mengetahui bakteri penyebabnya.

4. Wanita diatas 40 tahun, dokter menyarankan untuk melakukan biopsi untuk  mengetahui ada tidaknya sel-sel kanker.

Jika dari hasil biopsi ternyata menunjukkan benjolan tersebut dicurigai sebagai kanker, maka dokter akan melakukan rujukan ke dokter kandungan.

Kista bartholin yang masih berukuran kecil tidak perlu melakukan pengobatan. Namun jika kista bartholin sudah menimbulkan gejala, maka diperlukan pengobatan dan tergantung pada ukuran kistanya, seberapa parah gejala dan ada tidaknya infeksi.

Berikut pengobatan yang bisa kita lakukan sendiri jika kista bartholin masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala antara lain :

1. Mandi air hangat, berendam pada bak yang berisi air hangat bisa dilakukan 2-3x sehari selama tiga sampai empat hari, kista lambat laun akan matang dan pecah sendiri sehingga nanah bisa keluar sendiri.

2. Pemberian antibiotik, jika kista bartholin terinfeksi sangat diperlukan antibiotic untuk mempercepat proses penyembuhan (resep dari dokter)

3. Bila tetap kista belum sembuh dan tejadi benjolan yang semakin besar segera konsultasikan dokter untuk melakukan pembedahan seperti melakukan drainase bedah

4. Jika langkah diatas masih belum berhasil maka dokter menyarankan untuk mengangkat kelenjar bartholin.

Pembentukan kista bartholin pada kelenjar bartholin bisa kita cegah dengan menjaga pola makan sehat, beristrahat yang cukup, rutin memeriksakan area kewanitaan, menjaga kebersihan, menggunakan kondom saat berhubungan.


Daftar pustaka :

  • Windaningsih, 2015. Asuhan kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi dengan gangguan kista bartholin di RSU Assalam Gemolong Sragen Sekolah Tinggi Kesehatan Kusuma Husada. Surakarta
  • Di Donato, Violante et al. 2017. bartholini Gland Cancer Elsevier-Critical reviews in Oncology/Hematology (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed)

POST A COMMENT

0 Comments