Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Bau Ketiak

Bau Ketiak

Jumat, 27/07/2018 | 08:50 WIB

General

Share this article

Bau Ketiak

Pada manusia normal, berkeringat merupakan salah satu bentuk pembuangan hasil metabolisme tubuh. Komponen keringat adalah air, garam mineral, protein dan minyak. Pada waktu-waktu tertentu tubuh dapat mengeluarkan keringat berlebih terutama pada bagian lipatan tubuh seperti ketiak.

Masalah yang paling sering dijumpai saat tubuh berkeringat adalah bau ketiak. Bau ketiak sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh keringat, tapi kondisi ketiak yang lembab dapat memicu berkembangnya bakteri penyebab bau ketiak.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bau ketiak adalah sebagai berikut :

1. Kebersihan

Kondisi ketiak yang diperparah dengan adanya rambut ketiak yang tidak terjaga kebersihannya menyebabkan berbagai macam bakteri dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan timbulnya bau ketiak.

2. Makanan

Beberapa makanan mengandung zat-zat berbau menyengat yang sebagian ikut dikeluarkan tubuh melalui keringat. Sumber makanan yang dapat memicu bau ketiak antara lain bawang merah dan bawang putih yang mengandung senyawa alisin yang berbau menyengat. Contoh lain adalah  kubis, brokoli, dan ubi yang mengandung senyawa sulfur dan sulfida yang dapat menyebabkan bau ketiak.

3. Bakteri

Pada kondisi normal, bakteri dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh manusia, termasuk kulit ketiak. Ketika ketiak mengeluarkan keringat, bakteri pada kulit ketiak dapat berkembang dengan cepat karena kondisi yang lembab. Pada kondisi ini terjadi proses pembusukan keringat oleh bakteri yang dapat memicu munculnya bau ketiak.

Bau ketiak dapat diperburuk jika seseorang mengalami keringat berlebih. Kondisi yang dapat menyebabkan produksi keringat berlebih adalah sebagai berikut :

1. Usia

Pada usia remaja saat seseorang mengalami pubertas adalah masa pertumbuhan dimana seseorang membutuhkan banyak asupan nutrisi. Hal tersebut berbanding dengan produksi keringat oleh kelenjar keringat yang sangat aktif mengeluarkan keringat.

2. Konsumsi obat tertentu

Keringat berlebih juga dapat disebabkan karena efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin dan asetaminofen.

3. Obesitas

Orang-orang yang mengalami obesitas umumnya memproduksi keringat berlebih dibandingkan dengan orang yang memiliki berat tubuh ideal.

4. Kondisi psikologis

Selain kondisi fisik, kondisi psikologis seperti stres juga dapat menyebabkan produksi keringat berlebih khususnya di daerah ketiak yang dapat menyebabkan bau badan.

Hal lain yang dapat memperburuk kondisi bau ketiak adalah sering menahan buang air kecil maupun air besar. Pada saat buang air kecil maupun buang air besar zat amonia hasil metabolisme makanan turut dikeluarkan melalui kotoran atau urin, namun jika seseorang sering menahan buang air kecil maupun air besar, amonia dapat dibuang melalui keringat. Kondisi ini dapat memperparah kondisi bau ketiak.

Bau ketiak sebenarnya bukan hal menakutkan yang tidak bisa diatasi, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari bau ketiak antara lain :

1. Perbanyak konsumsi air putih

Dengan konsumsi air putih yang banyak, konsentrasi zat-zat penyebab bau ketiak yang turut dikeluarkan bersama keringat akan menurun. Walaupun dengan memperbanyak air putih dapat menyebabkan produksi keringat berlebih, hal ini dapat diatasi dengan penggunaan deodorant pada ketiak.

2. Mengontrol produksi keringat di ketiak

Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan deodorant yang mengandung antiperspirant dan antibakteri. Antiperspirant adalah zat yang dapat menutup pori-pori sehingga produksi keringat ketiak dapat dikendalikan. Sementara antibakteri yang terkandung dalam deodorant berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan menjaga kondisi ketiak tetap kering, perkembangan bakteri di ketiak dapat dihambat.

3. Hindari konsumsi makanan pemicu bau ketiak

Hindari makanan yang memiliki bau menyengat yang tajam seperti bawang merah dan bawang putih serta makanan yang mengandung sulfur atau sulfida seperti kol, brokoli dan ubi. Kurangi makanan berlemak untuk menghindari obesitas.

4. Jaga kebersihan

Untuk menghindari bau ketiak, selalu jaga kebersihan daerah ketiak dengan mandi minimal 2 kali sehari, bersihkan rambut ketiak secara berkala dan gunakan pakaian bersih.

Dengan menghindari hal-hal pemicu bau ketiak, resiko bau ketiak dapat diminimalisi. Jika bau ketiak dirasa cukup mengganggu, kita dapat berkonsultasi dengan dokter.


Baca Juga CARA MENGHILANGKAN BAU KETIAK


Daftar Pustaka :

  • Natsch, Andreas. 2015. What Makes Up Smell: The Biochemistry of Body Odour and the Design of NewDeodorant Ingredients. SCS Laureate and Awards & Fall Meeting. CHIMIA 2015. Diakses dari https://www.ncbi.nih.nlm.gov/pubmed
  • Stewart, J.C.M. 2014. Tomatoes Cause Under Arm Odor. Elsevier-Medical Hypotheses 82. Diakses dari https://www.ncbi.nih.nlm.gov/pubmed
  • Endarti, dkk. 2004. Kajian Aktivitas Asam Usnat Terhadap Bakteri Penyebab Bau Badan. Jurnal Bahan Alam Indonesia. Diakses dari https://scholar.google.co.id

POST A COMMENT

0 Comments