Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Kekurangan/ Defisiensi Vitamin A

Kekurangan/ Defisiensi Vitamin A

Jumat, 20/07/2018 | 15:58 WIB

Penyakit D

Share this article

Kekurangan/ Defisiensi Vitamin A

Vitamin berasal dari kata Vital dan Amine. Pada tahun 1912, Eijkman menemukan  seseorang yang mengalami beri-beri. Oleh dokter Eijkman, orang tersebut diberikan air cucian beras. Setelah itu, diketahui bahwa orang tersebut kekurangan Vitamin B.

Vitamin A sendiri merupakan vitamin yang larut lemak bersama vitamin D, E dan K.  Vitamin A pertama kali diamati oleh orang mesir bahwa rabun senja dapat ditangani oleh pemberian Vitamin A.

Ada tiga bentuk dari Vitamin A yang dapat diketahui antara lain, beta karoten, retinoid, dan retinol. Vitamin A merupakan zat yang penting untuk tubuh terutama untuk membantu proses penglihatan, meningkatkan kesehatan tulang, reproduksi, dan meningkatkan pertumbuhan sel tubuh.

Kekurangan Vitamin  A sering ditemukan pada orang tua dan orang yang menderita sakit kronik. Saat ini di seluruh dunia diperkirakan ada 250 juta anak-anak yang berisiko mengalami kekurangan Vitamin A. Setiap tahun, diperkirakan ada 250.000 hingga 500.000 orang yang memiliki potensi menglami gangguan akibat kekurangan vitamin ini.

Tanda dan gejala kekurangan vitamin A antara lain:

Kulit kering, rambut kering, kuku yang rusak, mudah infeksi, gangguan penglihatan, serta ditemukan titik bitot.

Kebutuhan vitamin A biasanya meningkat pada balita yang sedang sakit.

Asosiasi Dokter Anak di Amerika merekomendasikan pemberian suplemen vitamin A bagi anak berusia 6-24 bulan yang mengalami campak, serta bagi anak di atas 6 bulan yang dirawat di rumah sakit. Kebutuhan vitamin A pada orang dewasa laki-laki adalah 1000 mcg dan pada wanita sebanyak 800 mcg.

Daftar Pustaka

1. Ansstas G. Deficiency Vitamin A. Avalabile from: https://emedicine.medscape.com/article/126004-overview#a5. Diunduh tanggal 11 juni 2018


POST A COMMENT

0 Comments