Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Pendarahan pada Rahim yang tidak Normal

Pendarahan pada Rahim yang tidak Normal

Jumat, 20/07/2018 | 10:34 WIB

Penyakit P

Share this article

Pendarahan pada Rahim yang tidak Normal

Secara umum, pendarahan pada rahim merupakan hal  yang normal apabila terjadi pada saat menstruasi. Menstruasi pada wanita biasanya berlangsung 3-7 hari. Keadaan dimana pendarahan terjadi lebih cepat atau lebih lama daripada normal dapat menunjukkan pendarahan rahim yang tidak normal. Selain itu, pendarahan di luar masa menstruasi  juga termasuk gangguan menstruasi.

Tanda-Tanda Pendarahan Pada Rahim Yang Tidak Normal

  • Bercak di luar periode menstruasiKeluar bercak darah atau spotting diluar periode menstruasi dengan jumlah darah yang sedikit-sedikit.
  • Periode menstruasi lebih lama, Perdarahan normal pada wanita yang mengalami menstruasi biasanya berlangsung 3-7 hari, namun perdarahan menjadi tidak normal apabila perdarahan berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Menstruasi lebih banyak dari biasanya, Darah yang keluar dari rahim lebih banyak dari biasanya dan lebih banyak dari wanita yang sedang mesntruasi pada umumnya.
  • Terjadi pendarahan pada usia menopause, Wanita berusia 45-50 tahun akan mengalami haid yang tidak teratur dan perlahan-lahan hingga akhirnya menstruasi berhenti sepenuhnya. Kondisi ini disebut dengan menopause. Apabila Anda masih mengalami perdarahan pada usia menopause, hal ini merupakan masalah yang tidak normal. Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor Penyebab Pendarahan Tidak Normal Pada Rahim

Perdarahan pada rahim yang tidak normal disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Infeksi, Infeksi pada rahim, serviks maupun saluran tuba fallopi dapat memicu terjadinya pendarahan pada rahim. Gejala dari penyakit ini meliputi nyeri perut bagian bawah, demam, dan pendarahan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh adanya invasi bakteri pada bagian kewanitaan. Penanganannya berupa pemberian antibiotik.
  • Tumor atau keganasan, Pada penderita tumor atau keganasan terdapat pertumbuhan pembuluh darah yang yang tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pembuluh darah ini rentan mengalami  luka dan menyebabkan pendarahan
  • Mioma, Mioma uteri adalah atau mioma pada rahim adalah sejenis tumor jinak yang sering diderita kaum wanita. Permukaan endometrium yang menjadi lebih luas akibat  pertumbuhan  mioma,  sehingga  lebih  banyak  dinding endometrium  yang  terkikis  ketika  menstruasi  yang pada akhirnya menyebabkan  perdarahan  abnormal.
  • Sindrom ovarium polikistik, Salah satu gejala klinis sindrom ovarium polikistik adalah gangguan saat menstruasi. Penyakit ini juga ditandai dengan pertumbuhan rambut di badan yang berlebihan dan berat badan berlebih. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan reproduksi.
  • Gangguan proses pembekuan darah, Terganggunya proses pembekuan darah pada endometrium menyebabkan endometrium tetap mengeluarkan darah.

Cara Mencegah Agar Tidak Terjadi Pendarahan Rahim

Cara pencegahan terjadinya pendarahan pada rahim yang tidak normal yaitu dengan menghindari stres, menjaga pola makan sehat dan menerapkan gaya hidup sehat. Jika pendarahan terjadi secara tidak normal, segara konsultasi dengan dokter.

Cara Penanganan Pendarahan Rahim yang Tidak Normal

Pengobatan  pendarahan rahim yang tidak normal sebaiknya dilakukan oleh dokter. Penanganan disesuaikan dengan penyebab dari pendarahan. Penderita infeksi dapat diberikan tablet antibiotik. Pada penderita mioma, dapat dilakukan tindakan operasi maupun pemberian obat-obatan penghenti pendarahan. Penahan rasa nyeri dapat diberikan apabila pendarahan disertai dengan rasa sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Cromer, B. Amenorrhea. In: Nelson Textbook of Pediatrics, 19th Edition. Elsevier Saunders. Philadelphia. 2011. P.686-688


POST A COMMENT

0 Comments