Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Bahaya Shisha

Bahaya Shisha

Jumat, 13/07/2018 | 16:10 WIB

General

Share this article

Shisha

Shisha adalah metode seperti merokok dengan  menggunakan sebuah alat seperti  kendi yang diisi air dengan selang yang panjang. Pada mulanya shisha tidak banyak didapati namun hanya terbatas di negara Timur Tengah saja.

Cara penyajian shisha sendiri  cukup unik, Shisha merupakan cara merokok yang menawarkan berbagai aneka rasa demi menambah citarasa pada  masyarakat seperti  stroberi, apel, cherry, dan berbagai rasa lainnya. Cara penggunaannya, shisha hampir serupa dengan rokok batang yakni melalui proses pembakaran, lalu dihisap oleh konsumen, dan dari hasil pembakaran tersebut akhirnya mengeluarkan asap.

Menurut WHO (World Health Organization) asap shisha mengandung racun yang dapat menyebabkan kanker paru- paru , penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Apabila dibandingkan dengan cara merokok batang, jumlah volume asap shisha yang dihirup menghasilkan jauh lebih banyak asap dibandingkan dengan cara merokok batang. Perokok shisha biasanya menghirup 50 sampai 80 L asap setiap kalinya, sementara merokok batang menghirup 0,5 sampai 0,8 L.

Perokok shisha biasanya dapat menghirup banyak asap selama satu sesi merokok, padahal kandungan air yang terdapat didalam shisha tidak mampu untuk menyerap seluruh nikotin yang terkandung dalam shisha tersebut sehingga nikotin yang tergantung dalam shisha mampu lebih cepat membuat seseorang perokok shisha menjadi kecanduan.

Bahaya Shisha

Bahaya Shisha

Perokok shisha dapat menyebarkan polusi asap hasil pembakaran shisha ke orang sekelilingnya, Oleh karena itu, orang-orang yang menghirup asap shisha dapat juga berisiko memiliki jenis penyakit yang sama, dimana perokok Shisha dapat mengalami risiko penyakit lebih besar dibandingkan dengan perokok batang karena kandungan dalam asap dari shisha mengandung racun , Kandungan racun dalam asap shisha adalah sebagai berikut :

  • Kandungan nikotin yang terdapat di dalam shisha bisa menyebabkan efek ketergantungan bagi setiap orang yang mengkonsumsinya.
  • Shisha mengandung polycyclic aromatic hydrocarbon yang diduga meningkatkan risiko  penyakit  kanker, jantung, penyakit paru-paru, bronchitis yang kronis, emfisema, penyakit pencernaan, radang lambung, serta kelumpuhan otak.
  • Konsumsi shisha dapat memicu rasa mual dan muntah bagi orang yang mengonsumsinya.
  • Menghirup asap shisha dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah..
  • Asap shisha juga mengandung karbon monoksida dimana  mampu  membuat pengguna keracunan dalam darah.
  • Pemakaian shisha secara bersama-sama dapat menimbulkan risiko penularan penyakit seperti tuberkulosis dan influenza.

Daftar Pustaka:

  • Dhimas Nirwana Yudha, Yayi suryo prabandari,2015. Knowledge and perception of students toward shisha, page : 20-25, program studi ilmu keperawatan Fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
  • Reza kurniawan tanuwihardja , agus dwi santoso. Rokok elektronik (Electronic Cigarette). Departemen Pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Rumah sakit persahabatan, Jakarta.
  • WHO. Diunduh dari http://www.who.int/tobacco/global_interaction/tobreg/Waterpipe%20recommendation_Final.pdf Pada tanggal 28 Juni 2018

POST A COMMENT

0 Comments