Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Disfagia

Disfagia

Jumat, 22/06/2018 | 14:14 WIB

General

Share this article

Disfagia atau Susah Menelan

Disfagia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau minuman melalui tenggorokan atau kerongkongan. Disfagia biasanya diakibatkan karena adanya gangguan pada kemampuan kerongkongan untuk mengangkut makanan baik dalam bentuk padat maupun cair. Selain itu, juga ditemukan adanya masalah pada saraf pengendali dalam proses penelanan milik penderita disfagia.

Penyebab Disfagia

Beberapa penyebab disfagia antara lain :

  1. Akibat gangguan persarafan dan otot, misalnya akibat stroke, tumor otak, atau Parkinson
  2. Adanya sumbatan pada kerongkongan, misalnya karena infeksi esophagus, kanker mulut atau kerongkongan, atau adanya jaringan parut pada kerongkongan setelah radioterapi.
  3. Penyebab lain seperti palsy, bibir sumbing dan lain sebagainya.

Tipe Disfagia

Disfagia

  Berdasarkan letaknya, disfagia dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Disfagia orofaringeal (mulut dan hulu kerongkongan), disfagia ini sering kali terjadi akibat kerusakan serta melemahnya saraf-saraf dan otot yang berfungsi untuk membantu proses menelan. Disfagia ini ditandai dengan makanan yang tertahan pada bagian mulut dan keluarnya makanan lewat hidung.
  2. Disfagia esophagus, biasanya terjadi karena melemahnya otot-otot yang terdapat di dalam kerongkongan . Disfagia ini ditandai dengan melemahnya gerakan dinding esophagus dan terdapat kesulitan untuk mengkonsumsi makanan padat daripada cair. Penderita disfagia biasanya menimbulkan gejala seperti susah menelan, makanan yang keluar dari hidung, dan rasa mulas.

Pengobatan Disfagia

  Cara mengobati disfagia bisa dilakukan dengan :

  1. Latihan pada otot untuk menelan, jika memiliki masalah pada otak, saraf, dan otot maka penderita memerlukan latihan untuk merangsang kerja sama pada bagian tersebut untuk membantu proses menelan.
  2. Konsistensi makanan harus disesuaikan dengan keparahan penyakit. Saat mengalami disfagia, seseorang disarankan untuk menghindari dan mengubah jenis makanan yang dikonsumsi hingga menjadi lebih lunak agar proses menelan menjadi lebih mudah.
  3. Dilasi (pelebaran), perawatan ini biasanya dilakukan oleh spesialis dengan bantuan peralatan  yang ditempatkan dikerongkongan. Kemudian, secara perlahan alat ini akan memperluas daerah-daerah sempit pada kerongkongan
  4. Disfagia yang berhubungan dengan GERD (gastro-esophagael-reflux-disease) serta infeksi pada kerongkongan juga sering diobati dengan obat-obatan antibiotik.
  5. Penggunaan sonde. Dalam kasus disfagia parah, seseorang mungkin akan membutuhkan tabung makan (sonde) karena sama sekali tidak bisa memasukkan makanan lewat kerongkongan. Ketika mengalami kondisi ini, penderita sebaiknya mengkonsumsi makanan yang lembut dan lunak.
  6. Endoskopi, dalam beberapa kasus, akan digunakan scope Panjang dan tipis untuk mengambil objek yang menghambat jalanya makanan di kerongkongan.

Ditinjau oleh: dr. Danny Darmawan

Referensi:

  • Hirano I,Kahrilas PJ.Dysphagia. Dalam longo Dl.Kasper Dl,jameson Jl,fauci AS,Hauser Si.Harrisons principle of internal medicine,18th edition. New York :Mcgraw hill;2014
  • Iqbal M,2014.Evaluasi proses menelan disfagia orofaring dengasn fiberoptic endoscopic examination of swallowing, ORLI Vol.44 No.2 tahun 2014.

POST A COMMENT

0 Comments