Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Bronkiektasis

Bronkiektasis

Rabu, 13/06/2018 | 11:53 WIB

General

Share this article

Penyakit Bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan kondisi ketika saluran napas yang terdapat di dalam paru-paru mengalami penebalan dan pelebaran secara permanen.

Pelebaran akibat bronkiektasis ini menyebabkan seseorang mudah sekali terserang infeksi bakteri.

Secara umum, bronkiektasis susah disembuhkan, namun pengobatan yang baik dapat mencegah kerusakan paru paru lebih lanjut.

Penyebab Bronkiektasis

Penyebab Bronkiektasis belum diketahui penyebab pastinya. Namun, beberapa penyebabnya kemungkinan besar adalah:

  Infeksi misalnya infeksi bakteri, virus, maupun jamur

  Penurunan daya tahan tubuh misalnya akibat HIV atau hipogamaglobulinemia

  Faktor genetik

  Sumbatan jalan napas akibat tumor

Gejala Bronkiektasis

Bronkiektasis

Bronkiestasis merupakan salah satu penyakit yang memiliki batuk berdahak berkepanjangan sebagai salah satu gejalanya. Batuk berdahak ini juga sering diiringi oleh rasa sesak dan bunyi mengi pada saat bernapas. Kulit penderita bronkiestasis akan tampak kebiruan dan mulut akan memiliki bau yang tidak sedap ketika berbicara. Penderita berisiko mengalami demam yang berulang diiringi dengan rasa nyeri yang menusuk di dalam dada sehingga tubuh menjadi letih dan berat badan pun akan menurun.

Diagnosis Bronkiektasis

Beberapa cara untuk mendiagnosis bronkiektasis adalah:

  Pemeriksaan sputum

  Rontgen dada

  Pemeriksaan fungsi paru

  Uji skrining autoimun

  CT Scan thoraks

CT Scan merupakan metode yang paling akurat untuk mengetahui seseorang menderita penyakit bronkiektasis.

Cara Menangani Bronkiektasis

Karena kerusakan pada bronkiektasis bersifat menetap, maka pengobatan dari penyakit ini dilakukan untuk mengurangi gejala yang mendampingi. Penanganan bronkiektasis harus  dilakukan dokter. Penanganan dapat berupa:

  Pemberian antibiotik

  Pemberian obat yang melancarkan pengeluaran dahak.

  Menepuk nepuk bagian punggung

  Pemberian nebulisasi

  Operasi

Gejala bronkiestasis dapat diperingan apabila seseorang menerima vaksinasi yang tepat, termasuk vaksinasi untuk cacar, vaksinasi influenza, dan vaksinasi untuk batuk rejan. Selain itu, penderita bronkiestasis sebaiknya menjaga diri dengan pola hidup dan konsumsi gizi yang seimbang, serta menghindari zat-zat berbahaya seperti zat yang datang dari paparan rokok dan asapnya. Selain itu, untuk melindungi tubuh dari polusi atau debu di sekitar, penderita bronkiestasis sebaiknya menggunakan masker pada saat bersih-bersih atau ketika keluar ke tempat terbuka.

Ditinjau oleh: dr. Danny Darmawan

Referensi:

  Baron R. Bronchiectasis and Lung abscess. In: Fauci A, Kasper D, Longo D, Braunwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J. In: Harrisons principle of Internal Medicine.18 th ed. United states of America;The McGraw Hill,2012 chapter 258

  Iseman M. Bronchiectasis. In : Mason : Murray and Nades textbook of Respiratory medicine. 4th ed. USA: Saunders 2005 chapter 39

POST A COMMENT

0 Comments