Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Selasa, 12/06/2018 | 13:51 WIB

General

Share this article

Penyakit Aneurisma Aorta

Aorta salah bagian pembuluh darah arteri paling besar yang mengandung oksigen untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Salah satu gangguan pada aorta adalah aneurisma aorta. Aneurisma Aorta merupakan penyakit yang menyerang sistem peredaran darah, berupa dilatasi atau pembesaran sebagian atau seluruh lapisan pembuluh darah secara tidak normal.

Aneurisma aorta dibedakan menjadi dua yaitu true aneurisma apabila pelebaran terjadi di sebagian lapisan, dan pseudo aneurisma apabila pelebaran terjadi di semua lapisan pembuluh darah. Diameter normal aorta adalah 2 cm. Aneurisma aorta mengakibatkan diameter aorta menjadi 3 cm atau lebih. Penyakit ini sering dikaitkan dengan Aterosklerosis yaitu penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol sehingga meningkatkan tekanan dan mengakibatkan pelebaran pembuluh darah. 

Aneurisma menjadi penyebab kematian ke-13 di Amerika Serikat. Gangguan ini menyerang 1-2% pria yang berusia 50-70 tahun. Penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Salah satu penyebab terjadinya aneurisma aorta adalah gangguan bawaan sejak lahir pada pembuluh darah arteri. Merokok adalah faktor risiko yang paling mempengaruhi terjadinya aneurisma aorta. 90% penderita Aneurisma aorta adalah perokok atau memiliki riwayat sebagai perokok. Pria memiliki risiko 4 sampai 6 kali lebih tinggi dibanding wanita, karena proses terbentuknya Aneurisma aorta pada wanita memerlukan waktu 10 tahun lebih lambat dibanding pria. Ras juga menjadi salah satu faktor resiko penyakit ini. Ras kulit putih lebih mudah terserang aneurisma aorta daripada orang kulit hitam maupun kulit sawo matang. Faktor risiko lain yang dapat menimbulkan aneurisma yaitu riwayat keluarga yang juga mengidap aneurisma, hipertensi, diabetes, atau penderita benturan.

Tanda dan Gejala Aneurisma Aorta

Tanda dan gejala dari aneurisma aorta awalnya tidak terlihat hingga terjadinya ruptur, yaitu robeknya pembuluh darah aorta. Penderita akan merasakan sensasi yang berdenyut disekitar perut, merasakan nyeri di dada seperti robekan, serta mengalami penurunan tekanan darah. Biasanya, Aneurisma Aorta secara tidak sengaja ditemukan pada saat pemeriksaan USG, CT scan maupun MRI. Sekitar 30% penderita yang belum menunjukkan gejala aneurisma aorta dapat diperiksa dengan cara meraba bagian perut. Aneurisma aorta yang mengalami pelebaran lebih dari 5 cm mudah terdeteksi pada pasien yang bertubuh kurus. Jika gejala nyeri dan berdenyut mulai dirasakan, maka resiko robeknya aorta biasanya akan meningkat.

Cara Penanganan Aneurisma Aorta

Pemberian beta bloker dapat mengurangi gejala Aneurisma. Beta bloker adalah obat yang sangat penting dalam bidang kardiovaskuler untuk menghindari terjadinya serangan jantung. Beberapa obat golongan beta bloker yaitu Propanolol. Pembedahan untuk menghilangkan aneurisma juga diperlukan untuk menghindari terjadinya ruptur atau robekan pembuluh darah.

Ditinjau oleh: dr. Danny Darmawan

Referensi:

Creager MA, Loscalzo J.Diseases of the Aorta. Dalam Longo DL, Kasper DL, Jameson JL, Fauci As, Hauser S1, Harrisons Princeple of Internal Medicine 18th edition. New York: McGrew Hill;2014.p.2060-2

Sulaiman, Y.M. 2015. Skrining Ultrasonografi untuk Deteksi Awal Aneurisma Aorta Abdominalis. CDK-233. 42 (10): 792-794

POST A COMMENT

0 Comments