Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Ambeien

Ambeien

Sabtu, 7/04/2018 | 00:12 WIB

Penyakit A

Share this article

Penyakit Ambeien

Ambeien adalah radang akibat pelebaran vena hemorrhodialis interna yang normal, sehingga tidak begitu berbahaya. Ambeien dikenal dimasyarakat sebagai penyakit wasir. Ambeien merupakan penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak zaman dahulu, namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti atau bahkan tidak tahu mengenai gejala-gejala yang timbul dari penyakit ini.

Anus merupakan lubang diujung saluran pencernaan dimana limbah berupa tinja keluar dari dalam tubuh. Sedangkan rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan diatas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus.

Penyebab Ambeien

Ambeien bisa terjadi karena peregangan berulang selama buang air besar. Sembelit adalah kondisi yang dapat membuat peregangannya bertambah buruk. Selain itu, penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah pada vena portal dan kadang-kadang menyebabkan terbentuknya wasir.

Gejala Penyakit Ambeien

Gejala Ambeien dapat mengeluarkan darah, terutama setelah buang air besar, sehingga tinja mengandung darah atau terdapat bercak darah di handuk/tisu kamar mandi. Tetapi jumlah darah biasanya sedikit dan wasir jarang menyebabkan kehilangan darah yang berat atau anemia. Ambeien yang menonjol keluar mungkin harus dimasukkan kembali dengan tangan perlahan-lahan atau bisa juga masuk dengan sendirinya. Ambeien dapat membengkak dan menjadi nyeri bila permukaannya terkena gesekan atau jika di dalamnya terbentuk bekuan darah. Kadang ambeien bisa mengeluarkan lendir dan menimbulkan perasaan bahwa masih ada isi rectum yang belum dikeluarkan. Gatal pada daerah anus bukan merupakan gejala dari Ambeien. Rasa gatal bisa terjadi karena sulit untuk menjaga kebersihan di daerah yang terasa nyeri ini.

Wasir memiliki tingkatan stadium yaitu I, II, III dan IV, yaitu;

Stadium I : perdarahan pasca buang air besar dan pada endoskopi terlihat permukaan dari benjolan hemorrhoid.

Stadium II : perdarahan atau tanpa perdarahan, tetapi sesudah buang air besar terjadi pengeluaran hemoroid yang dapat masuk sendiri.

Stadium III : perdarahan atau tanpa perdarahan sesudah buang air besar dengan prolaps hemorrhoid yang tidak dapat masuk sendiri, harus didorong dengan jari.

Stadium IV : hemorrhoid yang terjepit dan sesudah reposisi akan keluar lagi. Pada stadium IV hemoroid mengalami penonjolan/proplaps pada bagian anus yang tidak dapat masuk kembali secara spontan maupun dengan bantuan tangan secara manual, terasa nyeri. dibutuhkan penanganan tindakan operasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Faktor risiko Ambeien

Penyakit Ambeien

Masalah hemoroid tentunya dapat dicegah sedini mungkin dengan mengetahui apa saja faktor-faktor resiko terjadinya hemoroid. Faktor risiko hemmorrhoid adalah :

1. Genetik: dinding pembuluh darah tipis dan lemah.

2. Anatomi: vena daerah anorektal tidak mempunyai katup hemorrhoidalis kurang mendapat sokongan otot sekitarnya.

3. Pekerjaan: orang yang harus berdiri atau duduk lama, atau harus mengangkat barang berat, mempunyai kecenderungan untuk mengalami wasir.

4. Umur: pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, otot sfingter menjadi tipis.

5. Endokrin: misalnya wanita hamil mengalami pembesaran vena ekstremitas anus (sekresi hormon relaksin).

Diagnosis Ambeien

Diagnosis Ambeien yang membengkak dan terasa nyeri ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus dan rektum. Dalam keadaan yang lebih serius, misalnya tumor, dapat dibantu dengan pemeriksaan anoskopi dan sigmoidoskopi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah faktor yang penyebab terjadinya hemorrhoid dengan minum yang cukup, makan cukup sayuran, dan buah-buahan, sehingga kotoran tidak mengeras.

Biasanya, ambeien tidak membutuhkan pengobatan, kecuali bila menyebabkan gejala yang buruk. Obat pelunak tinja atau psilium bisa mengurangi sembelit dan peregangan yang menyertainya. Suntikan skleroterapi diberikan kepada penderita wasir yang mengalami perdarahan. Dengan suntikan ini, vena digantikan oleh jaringan parut. Ambeien dalam yang besar dan tidak bereaksi terhadap suntikan skleroterapi, diikat dengan pita karet. Cara ini, disebut ligasi pita karet, meyebabkan ambeien menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit. Pengobatan ini dilakukan dengan selang waktu 2 minggu atau lebih. Mungkin diperlukan 3-6

kali pengobatan. Ambeien juga bisa dihancurkan dengan menggunakan laser, sinar infra merah (fotokoagulasi infra merah) atau dengan arus listrik (elektrokoagulasi). Pembedahan mungkin digunakan bila pengobatan lain gagal. Nyeri dan pembengkakan biasanya akan berkurang beberapa saat kemudian, dan bekuan menghilang setelah 4-6 minggu.

Ditinjau oleh: dr. Danny Darmawan

Refrensi:

1. Agus Suprijono “Hemorrhoid” Dosen Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung. Hal. 41-48

2. Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,1994,“Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah”, Binarupa Aksara, Jakarta, hal. 266-271.

3. Fridolin Windu, Risk Factors To Hemorrhoids Cases At Dr Soedarso Hospital Pontianak . Pontianak, Hal 3-13

POST A COMMENT

0 Comments