Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Infertilitas atau Kemandulan

Infertilitas atau Kemandulan

Senin, 20/03/2017 | 13:35 WIB

Penyakit I

Share this article

Infertilitas atau Kemandulan

Menurut WHO, Infertilitas merupakan  ketidakmampuan suami istri dalam menghasilkan keturunan setelah 1 tahun berhubungan suami istri rutin tanpa kontrasepsi minimal 3 kali seminggu. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 50 juta pasangan yang mengalami kemandulan. 40-50% masalah tersebu tdisebabkan faktor istri, 20-40% disebabkan oleh faktor suami, 10% keduanya, dan 10% tidak diketahuip enyebabnya.

Penyebab Kemandulan

Penyebab dari kemandulan antara lain:

1. Gangguan Fungsi Tuba akibat infeksi ata upenyumbatan

2. Masalah hormonal

3.Masalah pada produksi sperma

4. PCOS

5. Endometriosis

Diagnosa Infertilitas

Infertilitas atau Kemandulan

Beberapa pemeriksaan yang dapat membantu mengetahui penyebab infertilitas:

1. Pemeriksaan analisa semen atau sperma

Pemeriksaan ini melihat jumlah komponen sperma yang normal untuk mengetahui apabila seseorang mengalami kelainan sperma. Kriteria analisa semen  norma lanalisa menurut World Health organization: volume dua sampai lima  cc, jumlah hitung sel sperma > 15 juta/cm3, sel sperma yang bergerak > 32% dengan gerakan aktif dan maju, bentuk > 5% bentuk normal. Jika pemeriksaan  semen tidakmenunjukkan hasil yang normal maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang 3-4 minggu setelah pemeriksaan awal.

2. Pemeriksaan urologi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah ada gangguan terhadap kelainana natomis yang menganggu kesuburan pria. Misalnya: Varikokel

3. Pemeriksaan pada wanita

a. Deteksiovulasi (pelepasan sel telur)

Siklus menstruasi normal  menunjukkan kurang lebih 95% mengalami ovulasi. Ovulasi dapat diperiksa dengan pemeriksaan kadar hormon progesteron. Selain itu,  pemeriksaan lendir serviks dapat dilakukan. Wanita yang memiliki gangguan terhadap siklus menstruasi dapat dilakukan pemeriksaan hormon prolaktin.

b. Pemeriksaan terhadap saluran telur

Pemeriksan histeriosalpingografi merupakan salah satu pemeriksaan akurat untuk melihat perubahan bentuk saluran telur yang tidak normal.

c. Pemeriksaan uterus/rahim

Perempuan dengan pendarahan melalui vagina berulang, gangguan hormonal, atau kelainan bentuk saluran telur perlu mendapat pemeriksaan rahim.

Kelainan rahim  yang paling sering terjadi adalah mioma uteri. Mioma uteri sendiri sering tidak menimbulkan gejala, meskipun begitu mioma uteri dapat menyebabkan gangguan pada kesuburan.

Cara Penanganan Infertilitas

Setelah mengetahui hasil dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, anda bisa mencoba beberapa cara penanganan infertilitas atau kemandulan seperti:

1. Pemberian obat yang menginduksi ovulasi

2. Inseminasi dalam rahim

3. Program Bayi Tabung

Ditinjau oleh: dr. Danny Darmawan

Referensi:

POST A COMMENT

0 Comments