Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Disentri

Disentri

Senin, 24/10/2016 | 16:46 WIB

Share this article

Penyakit Disentri

Disentri merupakan diare yang disertai dengan darah, sebagian besar disebabkan oleh  bakteri shigella Sp dan perlu antibiotik dalam pengobatan. Disentri adalah salah satu gangguan sistem pencernaan yang terjadi karena peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut serta buang air besar berulang-ulang dan bisa mengakibatkan dehidrasi.

Penyebab Penyakit Disentri

Berdasarkan penyebabnya, penyakit disentri dibedakan menjadi dua tipe yaitu :

1. Disentri Basiler

Disentri basiler merupakan disentri yang pada umumnya disebabkan karena terinfeksi bakteri. Bakteri yang biasanya menjadi penyebab disentri basiler bakteri shigella dan lebih sering terjadi pada anak-anak atau bayi. Bakteri ini biasanya akan menyebar karena tidak menjaga kebersihan, pengolahan makanan yang tidak benar (masih mentah). Biasanya jangka waktu terkontaminasi sampai muncul gejala sekitar 1-7 hari.

2. Disentri Amoeba

Disentri amoeba merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi amobe atau parasit bersel satu. Disentri amoeba paling sering ditemukan di daerah tropis misalnya di Indonesia. Amoeba yang berada di dalam tubuh akan berkumpul serta dilindungi oleh pelapis, kumpulan amoeba ini disebut dengan kista. Kista akan keluar  bersama dengan kotoran atau tinja.

Selain karena disebabkan bakteri shiegella dan infeksi amoeba, penyakit disentri dapat juga disebabkan oleh hal berikut :

a. Alergi susu sapi

b. Kekurangan vitamin K

c. Gangguan imunologis

Gejala Penyakit Disentri

Penyakit Disentri

Ada beberapa gejala yang muncul dan mudah dikenali pada penderita Disentri, diantaranya adalah:

1. Gejala disentri Basiler

Gejala umum disentri basiler  adalah sakit perut ringan dan diare yang mengandung darah. Gejala disentri basiler biasanya terjadi 1-7 hari. Namun dalam kasus parah gejalanya meliputi mual dan muntah, demam tinggi, dehidrasi, mengalami kram perut.

2. Gejala disentri amoeba

Pada disentri amoeba biasanya tidak menunjukkan gejala pada saat awal. Tetapi gejala akan kelihatan setelah 10 hari terinfeksi amoeba melalui muntah, sakit perut, terasa mual, pendarahan pada anus, kotoran mengandung darah dan lendir, nafsu makan hilang sehingga mengakibatkan kekurangan gizi dan berat badan menurun.

Penanganan Disentri

Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengobati disentri yaitu:

1. Pengobatan disentri basiler dan amoeba dilakukan melalui pemberian antibiotik baik tingkat menegah hingga sampai yang parah. Untuk mengetahui antibiotik yang cocok bisa berkonsuktasi dengan dokter.

2. Pemberian oralit, tetapi untuk keadaan yang lebih parah (dehidrasi) segera diberikan perawatan dengan memberikan cairan infus.

3. Jika terjadi disentri terjadi pada bayi dan anak-anak, sangat dianjurkan memberikan ASI.

Mencegah Disentri

Langkah untuk mencegah disentri adalah dengan menjaga kebersihan. Penyakit ini selain berdampak pada penderita juga akan menyebar pada  orang-orang sekitar. Berikut langkah untuk mencegah disentri:

  1. Rajin cuci tangan, baik sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet
  2. Konsumsi makanan yang dimasak dengan benar
  3. Pisahkan makanan yang mentah dan yang matang

Jika anda dan keluarga sudah terkena disentri, ada beberapa langkah untuk mencegah supaya tidak menular bagi orang-orang sekitar:

  1. Bersihkan toilet setelah penderita disentri menggunakanya
  2. Tidak memakai handuk atau peralatan makanan yang sama
  3. Penderita dianjurkan untuk tidak keluar rumah minimal 2 hari setelah diare terakhir.

Referensi:

  • Wyllie R.clinical manifestation of gastroinstetinal disease. Dalam: Kliegamn RM, Stanton BM, Geme J, Schor N. Behman RE.Nelson textbook pf pediatric Edisi ke 19, Philadelphia:Elsevier Saundres;2011
  • Buku ajar penyakit disentri dalam.FKUI:Jakarta.Hembing,2006.jangan dianggap remeh disentri.diakses dari htttp://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed.Simanjuntak C.h,1991.

POST A COMMENT

0 Comments