Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Difteri

Difteri

Kamis, 13/10/2016 | 18:06 WIB

Penyakit D

Share this article

DIFTERI

Difteri merupakan penyakit menular yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit difteri ini disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae. Bakteri ini lebih banyak menyerang anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah biasanya yang tidak mendapatkan imunisasi. Namun bukan tidak mungkin penyakit ini bisa diderita oleh orang dewasa karena metode penularannya yang sangat mudah.

Metode penularan Difteri antara lain melalui percikan ludah dan cairan dari hidung penderita, luka terbuka penderita, barang yang terkontaminasi penderita difteri misalnya sikat gigi, handuk, dan lain-lain. Penularan penyakit difteri ini sangat mudah karena bisa terjadi karena interaksi langsung dengan penderita. Penggunaan masker dapat dipakai sebagai pencegahan ketika melakukan komunikasi secara langsung dengan penderita difteri. Sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan barang-barang pribadi agar tidak digunakan secara bersama-sama dengan penderita difteri. Penggunaan alat-alat makan juga perlu diperhatikan seperti sendok, garpu, dan sebagainya agar tidak bersamaan dengan penderita difteri. 

Gejala Difteri

Gejala-gejala yang muncul pada penderita difteri antara lain badan lemas, selaput tenggorokan berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah, terasa nyeri saat menelan makanan, demam, sulit bernafas atau terasa sesak, pembesaran kelenjar getah bening, pada keadaan pasien yang parah, bakteri ini dapat mengeluarkan racun atau toksin. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita penyakit difteri antara lain: terhambatnya system pernapasan, kerusakan pada otot jantung (myocarditis), Kerusakan system saraf (polyneuropathy), kehilangan kemampuan untuk bergerak (paralysis), infeksi paru-paru (pneumonia), pada beberapa kejadian bisa menyebabkan kematian pada penderita.

Apabila dokter sudah melihat gejala-gejala difteri pada suspek penderita, maka penting untuk segera mengambil tindakan pengobatan tanpa menunggu hasil pengecekan laboratorium. Pengobatan difteri dilakukan dengan pemberian antitoksin yang dibuat dari bakteri itu sendiri untuk menghambat racun yang merusak tubuh penderita, memberikan antibiotik untuk membunuh dan menghilangkan bakteri difteri, merawat pasien difteri di ruang isolasi, serta pada keadaan lebih lanjut dapat diberikan transfusi darah.

Pencegahan Difteri

Pencegahan difteri pada anak-anak ialah dengan pemberian vaksin DPT secara lengkap pada imunisasi dasar di usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan serta imunisasi lanjutan di usia 2 dan 5 tahun. Untuk perlindungan tambahan terhadap penyakit difteri, dapat diberikan imunisasi dengan vaksin bernama Tdap/Td pada usia 10 dan 18 tahun. Pada orang dewasa pemberian vaksin ini juga bisa dilakukan secara berulang setiap 10 tahun. Dengan melakukan semua tahapan ini diharapkan sistem kekebalan tubuh manusia dapat menangkal masuknya bakteri difteri ke dalam tubuh.

Sumber

  1. Pudjiati AH, Hegar B, Hardyastuti S, Idris AS, Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta : Badan Penerbit IDAI
  2. Atkinson, William (May 2012). Diphtheria Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (edisi ke-12). Public Health Foundation. hlm. 215–230. ISBN 9780983263135
  3. https://www.cdc.gov/diphtheria/about/complications.html, diakses pada tanggal 2 Juli 2018
  4. http://www.who.int/immunization/topics/diphtheria/en/index1.html, diakses pada tanggal 2 Juli 2018

POST A COMMENT

0 Comments