Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Osteoporosis : Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Osteoporosis : Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Selasa, 11/10/2016 | 16:56 WIB

General

Share this article

Kerapuhan Pada Tulang (Osteoporosis)

Definisi

  Osteoporosis adalah penyakit dimana tulang dalam tubuh menjadi keropos dan rapuh, sehingga gangguan kecil seperti membungkuk atau terbatuk dapat menyebabkan keretakan atau kepatahan tulang.


Penyebab dan Faktor Resiko

  Tulang adalah jaringan tubuh yang dapat rusak dan perlu diperbaiki secara rutin. Osteoporosis terjadi ketika tulang mengalami kerusakan lebih cepat daripada pemulihannya. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko osteoporosis antara lain:

  • Usia. Orang yang sudah tua lebih rentan untuk terjangkit penyakit ini.
  • Genetik. Orang dengan keluarga yang menderita osteoporosis lebih rentan untuk terjangkit penyakit yang sama.
  • Kurang aktivitas fisik. Tubuh yang tidak terbiasa dengan aktivitas fisik akan lebih mudah untuk mengalami kerusakan.
  • Penggunaan obat-obatan. Terlalu banyak mengkonsumsi obat atau mengkonsumsi obat yang salah dapat meningkatkan resiko osteoporosis.
  • Merokok. Kandungan dalam rokok menurunkan kesehatan tubuh secara menyeluruh, sehingga tulang juga lebih rentan untuk rusak.
  • Kadar hormon dalam tubuh. Hormon yang lebih banyak atau lebih sedikit dari yang dibutuhkan tubuh dapat meningkatkan resiko osteoporosis.

Tanda dan Gejala

  Pada awalnya, penderita osteoporosis umumnya tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit ini, karena osteoporosis tidak menunjukkan gejala lain disamping tulang tubuh yang semakin rapuh. Biasanya, penderita baru sadar ketika kondisi sudah parah dan tulang tiba-tiba mengalami keretakkan atau kepatahan. Tulang yang retak atau patah ini dapat menyebabkan rasa sakit bagi penderita.

Pencegahan Osteoporosis

  Cara untuk mengurangi resiko osteoporosis yaitu dengan mengubah gaya hidup menjadi yang lebih baik, seperti menghindari rokok atau minuman beralkohol. Konsumsi garam juga sebaiknya dikurangi. Sebagai gantinya, minumlah susu dan perbanyak konsumsi produk olahan susu yang kaya akan kalsium, karena zat ini berguna untuk memperkuat tulang.

  Olahraga dengan teratur, tapi hindari penggunaan alat-alat berat. Hindari pula mengangkat beban yang terlalu berat dalam kehidupan sehari-hari.

Penanganan

  Penanganan untuk penderita osteoporosis dilakukan untuk menjaga agar tulang yang sudah rapuh tidak menjadi semakin parah. Selain olahraga dan konsumsi makanan bernutrisi yang seimbang, penderita dapat mengunjungi dokter untuk menerima pemeriksaan dan obat-obatan yang sesuai.

Daftar Pustaka :

  1. Setiyohadi B, Hutagalung EU, Adam J, Siryaatmadja M, Budibarama NC. Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI). Diagnosis dan penatalaksanaan osteoporosis. Jakarta: PB PEROSI; 2010.
  2. WHO. Prevention and Management of osteoporosis. WHO: Geneva; 2003.
  3. Setiyohadi B. Dalam Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke 6. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

POST A COMMENT

0 Comments