Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Terapi Okupasi

Terapi Okupasi

Senin, 3/12/2018 | 17:25 WIB

General

Share this article

Terapi Okupasi

Occupational therapy (OT)

Definisi

Terapi okupasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam melakukan tugas sehari-hari jika mengalami kesulitan, karena : 

  • Cacat lahir atau cacat fisik 
  • Dalam pemulihan dari penyakit atau operasi
  • Memiliki ketidakmampuan belajar
  • Memiliki masalah kesehatan mental
  • Semakin tua
  • Mengalami cedera, seperti cedera tulang belakang.
  • Arthritis dan nyeri kronis
  • Terkena pukulan
  • Mengalami kerusakan otak, penggantian sendi
  • Penglihatan kabur
  • Penyakit Alzheimer
  • Keseimbangan yang buruk 
  • Kanker, diabetes, multiple sclerosis, cerebral palsy

Selain itu terapi okupasi juga dapat membantu anak-anak dengan ADHD, juvenile arthritis, autisme, atau luka bakar parah. 

Terapi okupasi (OT) akan mengajarkan seseorang bagaimana beradaptasi dengan kegiatan sehari-hari, terkadang menggunakan alat, sehingga seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan, merawat diri sendiri atau rumah, berolahraga, atau aktivitas aktif lainnya.

Terapis okupasi mendapat pelatihan pascasarjana khusus dalam terapi okupasi dan harus berlisensi serta lulus ujian nasional untuk disertifikasi. Beberapa OT menjalani lebih banyak pelatihan sehingga mereka dapat fokus pada jenis perawatan tertentu, seperti terapi tangan, merawat orang dengan penglihatan rendah, atau menangani anak-anak, remaja dan dari segala usia yang mengalami kesulitan

Yang akan dilakukan OT :

Pada pertemuan pertama PL (asisten OT) akan menilai kebutuhan klien, dengan datang ke rumah, sekolah atau tempat kerja klien untuk melihat apa yang dilakukan klien dan mencari tahu perubahan apa yang perlu dilakukan. 

Selanjutnya, PL/OT akan datang kembali dengan rencana terapi dan menetapkan sasaran yang dirancang sesuai kebutuhan klien. OT akan dapat melatih klien untuk menyesuaikan gerakan, meningkatkan keterampilan motorik atau koordinasi tangan-mata, atau melakukan tugas dengan cara baru. Seperti jika PL atau OT menangani klien seorang anak maka PL/OT akan pergi ke sekolah dan memberitahu pihak sekolah untuk memindahkan perabotan atau meminta izin untuk klien dapat menggunakan alat bantu seperti tongkat atau grabber dan menunjukkan kepada klien bagaimana melakukan pekerjaan sehari-hari dengan lebih baik.

OT akan menyarankan :

  • Menyarankan dan melatih untuk menggunakan alat bantu seperti kursi toilet yang ditinggikan atau kursi roda
  • Mengajari klien cara baru untuk melakukan kegiatan biasanya seperti mengancingkan kemeja, mengikat sepatu, masuk dan keluar dari kamar mandi, atau bekerja di computer.
  • Melatih orang dewasa atau orang tua agar tidak mudah terjatuh di rumah atau di tempat umum
  • Memberi pelatihan orang dewasa yang mengalami stroke untuk meningkatkan keseimbangan, mencegah cedera, memperkuat kekuatan otot, atau beradaptasi dengan masalah ingatan atau bicara klien.
  • Memberi arahan dalam mengonsumsi obat atau menggunakan peralatan rumah tangga
  • Memberikan cara untuk bagaimana menangani masalah perilaku pada anak-anak yang bertingkah kasar seperti memukul orang lain
  • Mengajari bagaimana membangun koordinasi tangan dan mata
  • Mengajari bagimana memanfaatkan keterampilan motorik seperti agar bisa memegang pensil

DAFTAR PUSTAKA

  1. June 27, 2017. Ross Brakeville, DPT. What Is Occupational Therapy?. WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/occupational-rehab#1-3. Accsessed Nov. 30 2018.
  2. 20/09/2017. Occupational therapy. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/occupational-therapy/. Accsessed Nov. 30 2018.

POST A COMMENT

0 Comments