Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Lichen Planus

Lichen Planus

Senin, 3/12/2018 | 17:20 WIB

Penyakit L

Share this article

Lichen Planus

Definisi

Lichen planus adalah ruam atau peradangan yang dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh seperi kulit, rambut, kuku dan selaput lendir. Pada kulit, lichen planus biasanya muncul seperti benjolan berwarna keunguan seringkali sangat gatal dan terjadi selama beberapa minggu. Di dalam mulut, vagina dan area lain yang ditutupi oleh selaput lendir, lichen planus membentuk bercak putih, kadang-kadang dengan luka yang menyakitkan dan bisa terjadi bertahan selama beberapa tahun. Obat kumur dan semprotan dari dokter umum dapat membantu meredakan gejala seperti rasa terbakar atau sakit gusi.

Gejala

Tanda dan gejala lichen planus bervariasi tergantung pada area yang terkena. Tanda dan gejala khas diantaranya:

  • Bercak yang timbul seperti benjolan rata berwara merah keunguan, paling sering pada lengan bagian dalam, pergelangan tangan atau pergelangan kaki, tetapi kadang-kadang pada alat kelamin eksternal
  • Gatal
  • Bercak putih di gusi, lidah atau bagian dalam pipi
  • Lepuhan yang bisa pecah membentuk scabs (kudis) atau crusts (kerak kulit)
  • Rasa terbakar dan menyengat di mulut, terutama ketika makan atau minum
  • Ulkus oral atau vagina yang menyakitkan seperti bercak merah di vulva
  • Patch botak muncul di kulit kepala dan rambut rontok serta perubahan warna kulit kepala
  • Kuku rusak, kasar dan menipis
  • Bercak ungu atau putih berbentuk cincin pada penis

Seseorang mungkin hanya memiliki satu dari gejala-gejala ini.

Penyebab

Biasanya lichen planus tidak akan kembali setelah diobati. Lichen planus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel kulit atau selaput lendir. Tidak ada yang tahu penyebab pasti dari respons imun abnormal ini. lichen planus tidak menular. Pada beberapa orang, faktor-faktor tertentu, seperti yang di bawah ini, dapat memicu lichen planus.

  • Infeksi Hepatitis C
  • Vaksin flu
  • Pigmen, bahan kimia dan logam tertentu
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Obat-obatan tertentu untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau radang sendi

Diagnosa

Dokter akan membuat diagnosis lichen planus berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan dan tes laboratorium. Tes diantaranya:

  • Biopsi. Dokter akan mengangkat sepotong kecil jaringan yang terkena untuk diperiksa di bawah mikroskop. Jaringan dianalisis untuk menentukan apakah jaringan memiliki karakteristik pola sel lichen planus.
  • Tes hepatitis C. Darah akan diambil untuk diuji hepatitis C, yang merupakan pemicu potensial lichen planus.
  • Tes alergi. Dokter mungkin akan merujuk Anda ke spesialis alergi (ahli alergi) atau dokter kulit untuk tes patch kulit untuk mengidentifikasi alergi yang memicu lichen planus.

Tes lain mungkin diperlukan jika dokter mencurigai Anda memiliki salah satu dari beberapa variasi lichen planus, seperti jenis yang mempengaruhi kerongkongan, alat kelamin, telinga atau mulut.

Pengobatan

Lichen planus pada kulit sering hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 hingga 9 bulan. Jika penyakit lichen planus mempengaruhi selaput lendir, itu cenderung dapat sembuh dengan pengobatan dan berpotensi mengalami kekambuhan.

Obat-obatan dan perawatan lain dapat membantu meredakan gatal, mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui manfaat dan kemungkinan efek samping pengobatan.

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid dianggap aman ketika diambil sesuai petunjuk dan untuk penggunaan jangka pendek. Penggunaan kortikosteroid dapat berbentuk krim atau salep sebagai pilihan utama untuk membantu mengurangi peradangan, pil jika kondisi semakin parah dan meluas, injeksi kortikosteroid jika penggunaan krim dan pil tidak mengobati.  Efek samping yang umum dari kortikosteroid topikal termasuk iritasi kulit atau penipisan di mana krim diterapkan, sariawan dan sakit perut. Dokter akan membicarakan mana pilihan pengobatan menggunakan kortikosteroid.

  • Obat-obatan respon imun

Obat-obatan ini menekan atau mengubah respons kekebalan tubuh, berbentuk salep, gel atau obat-obatan oral. Sebagai contoh, inhibitor kalsineurin topikal dapat sangat membantu dalam mengelola lichen planus dari membran mukosa. Contohnya termasuk tacrolimus dan pimecrolimus.

  • Antihistamin

Antihistamin bertindak melawan protein yang disebut histamin yang terlibat dalam peradangan. Antihistamin oral atau topikal dapat meredakan gatal atau nyeri yang terkait dengan lichen planus.

  • Terapi cahaya

Terapi cahaya (fototerapi) dapat membantu membersihkan lichen planus yang mempengaruhi kulit.

  • Retinoid

Jika kondisi tidak merespons kortikosteroid atau terapi cahaya, dokter mungkin akan meresepkan retinoid. Retinoid adalah versi sintetis dari vitamin A yang dapat dioleskan ke kulit atau diminum. Retinoid lotion mungkin merupakan perawatan yang efektif, tetapi dapat mengiritasi kulit, menyebabkan kekeringan, kemerahan dan pengelupasan. Retinoid dapat menyebabkan cacat lahir, sehingga obat-obat ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Jika Anda hamil atau menyusui, dokter mungkin memilih untuk menunda terapi retinoid topikal atau memilih perawatan yang lainnya.

  • Pemicu

Jika dokter mencurigai bahwa lichen planus memicu infeksi hepatitis C, alergen atau obat yang, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah untuk mengatasi pemicunya. Misalnya, Anda mungkin perlu mengganti obat atau menghindari alergen yang kontras. Dokter mungkin merujuk Anda ke ahli alergi atau, dalam kasus infeksi hepatitis C, spesialis penyakit hati (hepatologist) untuk perawatan lebih lanjut.

Daftar Pustaka

  1. 07/08/2017. Lichen planus. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lichen-planus/. Acssessed Nov. 19 2018.
  2. March 06, 2018. Lichen planus. MAYO CLINIC. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lichen-planus/diagnosis-treatment/drc-20351383. Acssessed Nov. 19 2018.

POST A COMMENT

0 Comments