Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Masalah Kuku

Masalah Kuku

Senin, 3/12/2018 | 10:40 WIB

General

Share this article

Masalah Kuku

Masalah kuku biasanya tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius. Masalah kuku yang umum terjadi, diantaranya seperti kuku yang rapuh dan lepas, dan dapat berubah warna atau bentuk. Karena kuku bisa berubah seiring waktu. Hal ini normal terjadi ketika penyebabnya adalah : 

  • Menjadi lebih tebal atau pecah lebih mudah (rapuh) saat usia bertambah
  • Menjadi lebih keras, lebih lunak atau lebih rapuh selama kehamilan (dan akan kembali normal dan sehat dalam 6 bulan setelah melahirkan)
  • Berubah warna, atau lepas karena jatuh atau cedera. (dan akan kembali tumbuh dalam 6 bulan setelah cedera)

Hal-hal yang dapat dilakukan sendiri untuk membantu mengatasi masalah kuku.

Lakukan

  • Gunakan sarung tangan karet jika tangan sering berada dalam air atau sering menggunakan produk pembersih
  • Bersihkan kuku dengan lembut dan perlahan
  • Oleskan krim tangan secara teratur ke kuku dan ujung jari
  • Secara teratur potong kuku, lebih baik potong kuku setelah mandi
  • Memotong luka pada kuku yang mau lepas ini membantu kuku untuk tumbuh kembali dengan normal

Jangan

  • Potong kuku berbentuk bulan sabit potong lurus di bagian atas untuk membantu menghindari kuku jari kaki yang masuk ke dalam
  • Membersihkan area bawah kuku dengan benda-benda tajam
  • Memakai sepatu yang sempit, terutama saat berolahraga
  • Menggigit atau menyayat kulit yang menebal di area kuku
  • Mengabaikan infeksi jamur pada kulit

Kunjungi dokter jika:

  • Tidak tahu mengapa kuku berubah bentuk, berubah warna atau terlepas.
  • Kulit di sekitar kuku menjadi sakit, merah, bengkak, dan hangat (paronychia) karena bisa menjadi tanda infeksi atau kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam
  • Kuku terlalu keras untuk dipotong 
  • Beberapa dokter mungkin dapat merujuk ke podiatrist.

Penyebab masalah masalah pada kuku

Sebagian besar masalah kuku disebabkan oleh:

  • Luka atau karena menggigiti kuku
  • Pewarnaan kuku misalnya, karena merokok atau menggunakan banyak pernis kuku
  • Tidak secara teratur memotong kuku, atau memotongnya berbentuk bulan sabit
  • Tangan sering berada di air atau kontak dengan produk pembersih
  • Infeksi kuku jamur
  • Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan masalah kuku. Periksa efek samping dari obat apa pun yang diminum.

Masalah kuku bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius, jika terkait dengan : 

  • Psoriasis kuku
  • Anemia defisiensi besi
  • Tiroid yang kurang aktif atau tiroid yang terlalu aktif
  • Diabetes
  • Penyakit jantung, paru-paru atau hati

Jangan mendiagnosis sendiri kunjungilah dokter jika mengkhawatirkan kondisi kuku.

Beberapa masalah kuku yang tidak boleh diabaikan :

  • Pitting kuku

Kedaan kuku yang umum terjadi pada yang memiliki psoriasis

  • Kuku clubbing

Kuku clubbing terjadi ketika ujung jari-jari membesar dan kurva kuku di sekitar ujung jari, biasanya selama bertahun-tahun.

  • Kuku sendok (spoon nail)

Sendok kuku (koilonychia) adalah kuku yang lunak yang tampak mencuat. 

  • Kuku Terry

Sebagian besar kuku tampak putih dan berwarna merah muda bergerombol di ujungnya.

  • Garis Beau (Beau's lines)

Garis Beau adalah lekukan berbentuk garis yang biasa berada di tengah kuku. 

  • Pemisahan kuku (Nail separation)

Dengan kondisi yang dikenal sebagai onycholysis, kuku yang bisa di goyang dan dapat terpisah dari dasar kuku. Bagian yang terpisah dari kuku menjadi buram dengan semburat putih, kuning atau hijau.

  • Sindrom kuku kuning (Yellow nail syndrome)

Dengan sindrom kuku kuning, kuku menebal dan pertumbuhan kuku baru melambat. Ini membuat perubahan warna kekuningan pada kuku.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Jan. 30, 2018. Fingernails: Possible problems. MAYO CLINIC. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/multimedia/nails/sls-20076131?s=7. Accsessed Nov. 29 2018.
  2. 01/02/2018. Nail problems. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nail-problems/. Accsessed Nov. 29 2018.

POST A COMMENT

0 Comments