Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Psikosis

Psikosis

Jumat, 30/11/2018 | 16:59 WIB

Penyakit P

Share this article

Psikosis

Definisi

Psikosis merupakan suatu kondisi masalah kesehatan mental yang menyebabkan orang merasakan atau menafsirkan sesuatu secara berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Orang-orang yang mengalami psikosis dapat mengalami halusinasi atau delusi. Penderita yang mengalami psikosis biasanya sering mendengar dan melihat sesuatu yang tidak ada. Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka bahkan mungkin menyentuh atau merasakan hal-hal yang tidak ada. Hal ini terjadi karena mereka tidak mengetahui mana yang nyata dan tidak, mereka cenderung bereaksi terhadap situasi yang berbeda dan menunjukkan perilaku abnormal. Misalnya, mereka mungkin berdebat dengan orang yang tidak ada.

Penyebab 

Pada umumnya penyebab psikosis belum tahu pasti, akan tetapi ada banyak teori. Beberapa orang yang memiliki kerentanan biologis untuk mengembangkan psikosis, mungkin dipicu oleh terlalu sedikit tidur, beberapa obat resep, dan penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan. Selain itu, penyebab lainnya bisa juga seseorang mengalami suatu peristiwa traumatis, seperti kematian orang yang dicintai atau kekerasan seksual, dapat menyebabkan psikosis pada orang yang rentan terhadapnya. Begitu juga cedera otak traumatis, tumor otak, stroke, penyakit parkinson, dan penyakit alzheimer.

Gejala 

Psikosis mencakup berbagai gejala yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Gejala psikosis biasanya dibagi menjadi dua kategori, meliputi :

  • Gejala positif adalah perubahan dalam pikiran dan perasaan (misalnya, paranoia atau mendengar suara). 
  • Gejala negatif adalah hal-hal yang diambil atau dikurangi (misalnya, motivasi berkurang atau berkurang intensitas emosi).

Diagnosis

Pada proses mendiagnosis psikosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa pengamatan dari perilaku penderita serta menanyakan gejala yang dirasakan. Ada beberapa pengamatan yang akan dilakukan oleh dokter yaitu pengamatan fisik, ingatan, bahasa, dan cara pasien memecahkan sebuah permasalahan. Pengamatan tersebut juga berfungsi untuk mencari tahu penyebab psikosis.

Selain itu, ada pemeriksaan penunjang lainnya yang harus dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit medis lainnya, yaitu foto rontgen atau CT scan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi, kanker atau penyebab psikosis lainnya.

Pengobatan

Bagi penderita yang mengalami psikosis segeralah untuk mendapatkan penanganan secara cepat. Jika psikosis ini tidak ditangani, maka gejala akan semakin memburuk dan berdampak pada kemampuan pasien dalam menjalin hubungan sosial, baik dalam lingkungan tempat tinggal maupun pekerjaan.

Pengobatan yang biasanya dilakukan oleh dokter, itu tergantung penyebab psikosis yang di alami. Ada beberapa pengobatan yang perlu dilakukan, di antaranya :

  • Dokter meresepkan obat antipsikotik yang bertujuan untuk mengurangi gejala. Dokter juga menyarankan penderita untuk berhenti menggunakan obat-obatan dan alkohol.
  • Mungkin perlu dirawat di rumah sakit jika penderita berisiko melukai diri sendiri atau orang lain. Dokter juga melakukan suatu pemeriksaan gejala yang di alami oleh penderita, dan mencari penyebabnya serta menyarankan perawatan terbaik untuk penderita.
  • Cognitive behavioural therapy (CBT), merupakan suatu terapi untuk menangani penderita psikosis. 

Pencegahan

Untuk saat ini belum ada cara mencegah munculnya psikosis. Akan tetapi, risiko terjadinya gangguan ini dapat dikurangi dengan melakukan pencegahan terhadap beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya psikosis. Pencegahan yang perlu dilakukan seperti tidak mengonsumsi alkohol atau dengan melakukan latihan-latihan relaksasi guna menghindari stres dan depresi.

Daftar Pustaka

  1. Cannabis Use And Psychotic Disorders https://cannabissupport.com.au Koukourikos, K., dkk. 2014. Group Therapy in Psychotic Inpatients. RN, Lecturer in Nursing, Alexandreio Technological Educational Institute of Thessaloniki, Greece
  2. Leadholm, A. K., dkk. 2018. The treatment of psychotic depression: Is there consensus among guidelines and psychiatrists?. Unit for Psychiatric Research, Aalborg Psychiatric Hospital, Aarhus University Hospital, Mølleparkvej 10, DK-9000 Aalborg, Denmark
  3. Management of first-episode psychosis. http://www.schizophrenia.com Menon, V. B., dkk. 2017. Isoniazid Associated Psychosis: A Case Series of 3 Patients. 1 Doctoral Research Scholar, Department of Pharmacy Practice, JSS College of Pharmacy, JSS University, Mysore- 15, Karnataka, INDIA
  4. Solesvik, M., dkk. 2016. Visual Hallucinations in First-Episode Psychosis: Association with Childhood Trauma. TIPS-Centre for Clinical Research in Psychosis, Stavanger University Hospital, Stavanger, Rogaland, Norway

POST A COMMENT

0 Comments