Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Lichen Sclerosus

Lichen Sclerosus

Rabu, 28/11/2018 | 11:29 WIB

Penyakit L

Share this article

Lichen Sclerosus

Definisi

Lichen sclerosus adalah sebuah bercak putih pada kulit yang biasanya terdapat di area genital dan anal. Siapa pun bisa terkena lichen sclerosus tetapi wanita pascamenopause atau wanita di atas 50 berisiko lebih tinggi sedangkan laki-laki yang tidak disunat adalah yang paling berisiko, karena kondisi ini umumnya mempengaruhi kulup.

Lichen sclerosus belum ada obatnya, namun perawatan tersedia untuk membantu meringankan gejala, mengembalikan penampilan kulit ke kondisi normal, dan mengurangi risiko terjadinya jaringan parut. Lichen sclerosus cenderung mengalami kekambuhan setelah peyakit pertama, sehingga perawatan tindak lanjut jangka panjang mungkin diperlukan.

Gejala

Orang dengan lichen sclerosus ringan mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Tanda dan gejala biasanya mempengaruhi kulit daerah genital dan anal, tetapi juga dapat mempengaruhi kulit tubuh bagian atas, lengan atas dan payudara. Tanda dan gejala antara lain :

  • Kemerahan
  • Gatal (pruritus), yang bisa parah
  • Ketidaknyamanan atau rasa sakit
  • Bercak putih halus pada kulit 
  • Bercak yang kusam dan kusut atau berkerut
  • Mudah robek atau berdarah jika digosok atau tergores
  • Dalam kasus yang parah, pendarahan, luka melepuh atau ulserasi
  • Seks yang menyakitkan

Penyebab

Penyebab lichen sclerosus tidak diketahui. Sistem kekebalan (pertahanan tubuh terhadap infeksi) yang terlalu aktif secara keliru menyerang dan merusak kulit serta ketidakseimbangan hormon dapat menjadi pemicu timbulnya lichen sclerosus, selain itu kebersihan pribadi yang buruk juga berpengaruh. Lichen sclerosus tidak menular dan tidak menyebar melalui hubungan seksual.

Pada anak-anak, tanda-tanda dan gejala dapat membaik saat pubertas, tetapi pemantauan perawatan akan perkembangan penyakit masih diperlukan.

Diagnosa

Dokter dapat mendiagnosis lichen sclerosus berdasarkan:

  • Pemeriksaan fisik
  • Biopsi untuk diperiksa di bawah mikroskop

Dokter akan merujuk Anda ke spesialis kulit (dokter kulit) atau sistem reproduksi wanita.

Pengobatan

Jika lichen sclerosus ada di sekitar alat kelamin atau dubur atau di bagian lain dari tubuh, dokter akan merekomendasikan perawatan yang dapat membantu mengurangi gatal, memperbaiki penampilan kulit dan mengurangi jaringan parut lebih lanjut. Kekambuhan biasa terjadi dan jarang lichen sclerosus membaik dengan sendirinya.

1. Kortikosteroid

Salep kortikosteroid atau krim biasanya diresepkan untuk lichen sclerosus. Awalnya, penggunaan berbentuk krim atau salep kortison pada kulit dua kali sehari. Setelah beberapa minggu, dokter akan merekomendasikan bahwa obat-obatan ini dua kali seminggu untuk mencegah kekambuhan.

Dokter akan memantau adakah tidaknya efek samping yang terkait dengan penggunaan kortikosteroid topikal yang berkepanjangan, seperti penipisan kulit lebih lanjut.

2. Pilihan pengobatan lainnya

Jika pengobatan kortikosteroid tidak berhasil atau jika terapi kortikosteroid berbulan-bulan telah dilakukan, dokter mungkin akan meresepkan salep seperti tacrolimus.

Penghapusan kulit khatan (sunat) pada pria adalah pengobatan umum dalam kasus-kasus yang resisten terhadap terapi lain atau kasus yang lebih parah. Pembedahan di daerah kelamin atau dubur umumnya tidak dianjurkan untuk wanita dengan lichen sclerosus karena kondisinya mungkin baru kembali setelah operasi.

Tanyakan kepada dokter mengenai berapa kali kunjungan untuk menindaklanjuti pengobatan. Umumnya direkomendasikan setiap enam sampai 12 bulan.

3. Hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan iritasi kulit dan kerusakan kulit :

  • Ganti sabun biasa dengan sabun emolien, tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang produk yang sesuai
  • Setelah buang air kecil usahakan hingga dalam kondisi kering.
  • Secara teratur mengoleskan krim atau salep seperti petroleum jelly, ke area yang terkena
  • Memakai pakaian katun atau sutra
  • Gunakan pelumas vagina jika seks tidak nyaman

4. Jangan lakukan :

  • Menggores atau menggosok kulit yang terkena
  • Memakai pakaian ketat
  • Mencuci pakaian dengan deterjen yang salah atau berlebihan - cukup gunakan air, tanyakan pada dokter mengenai deterjen yang akan digunakan untuk mencuci.

Komplikasi

Gejala yang harus dicurigai adalah benjolan atau ulkus yang tidak hilang. Komplikasi lichen sclerosus termasuk seks yang menyakitkan, retensi urin, konstipasi dan ketidakmampuan untuk menarik kembali kulup. Orang dengan lichen sclerosus juga dapat meningkatkan risiko karsinoma sel skuamosa dari daerah yang terkena. dan meningkatkan risiko terkena kanker pada vulva atau penis, meskipun risikonya rendah, tetapi sebaiknya Anda memeriksakan diri secara teratur dan melakukan konsultasi dengan dokter.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 01/06/2018. Lichen sclerosus. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lichen-sclerosus/. Accsessed Nov. 19 2018.
  2. Oct. 09, 2018. Lichen sclerosus. MAYO CLINIC. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lichen-sclerosus/diagnosis-treatment/drc-20374452. Accsessed Nov. 19 2018.

POST A COMMENT

0 Comments