Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Apa yang harus Diketahui Tentang Endometriosis Selama Kehamilan

Apa yang harus Diketahui Tentang Endometriosis Selama Kehamilan

Rabu, 21/11/2018 | 10:41 WIB

Penyakit E

Share this article

APA YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG ENDOMETRIOSIS SELAMA KEHAMILAN

Endometriosis terjadi ketika sel-sel yang mirip dengan sel-sel yang melapisi rahim tumbuh di tempat lain di dalam tubuh. Dapat menyebabkan nyeri panggul kronis dan berbagai gejala lainnya. Tapi apa hubungan antara endometriosis dan kehamilan? Menjadi hamil mungkin lebih sulit bagi wanita dengan endometriosis. Namun, banyak wanita dengan endometriosis yang hamil dan memiliki bayi yang sehat.

Bagaimana kehamilan mempengaruhi gejala endometriosis?

Kehamilan memiliki efek yang berbeda pada setiap wanita dengan endometriosis. Beberapa wanita mungkin menemukan bahwa menjadi hamil mengurangi gejala endometriosis mereka, karena mereka tidak akan lagi mengalami menstruasi. Peningkatan kadar hormon progesteron selama kehamilan juga dapat memperbaiki gejala. Penelitian telah menemukan bahwa pengobatan endometrisosis dengan progestin, yang merupakan versi sintetis dari progesterone mampu mengurangi rasa sakit endometriosis untuk sekitar 90 persen wanita. Progesteron alami tubuh mungkin memiliki efek yang mirip dengan progestin untuk beberapa wanita, tetapi tidak semua orang dengan endometriosis menemukan bahwa gejala mereka meningkat selama kehamilan. Faktanya, kehamilan dapat memperburuk gejala endometriosis pada wanita. Ini mungkin disebabkan uterus yang sedang tumbuh memberikan tekanan ekstra atau daya tarik pada area endometriosis yang ada. Faktor lain yang dapat memperburuk gejala endometriosis selama kehamilan adalah peningkatan hormon estrogen, yang dapat mendorong lebih banyak lesi endometriosis untuk berkembang. Bahkan jika kehamilan memang memberikan kelegaan, gejala endometriosis kemungkinan akan kembali setelah periode haid wanita mulai lagi setelah kehamilan, meskipun menyusui dapat menunda ini lebih lanjut. Ulasan terbaru pada tahun 2018 menyatakan “bahwa wanita seharusnya tidak menganggap kehamilan sebagai strategi untuk mengelola atau mengobati endometriosis. Karena kehamilan tidak akan menyembuhkan endometriosis”.

Resiko endometriosis selama kehamilan

Orang dengan endometriosis mungkin lebih mungkin mengalami komplikasi selama kehamilan atau saat melahirkan, meskipun ini sangat jarang terjadi.  Kebanyakan orang dengan endometriosis dapat mengalami kehamilan yang sehat dan tidak berbelit-belit. Tidak ada tes atau perawatan pemantauan khusus untuk orang yang hamil dan mengalami endometriosis. Namun, mengalami endometriosis dapat sedikit meningkatkan risiko komplikasi berikut dibawah ini :

1. Pre-eklamsia

Hasil studi berbasis populasi 2017 di Denmark menunjukkan bahwa wanita hamil dengan endometriosis memiliki risiko pre-eklampsia yang lebih tinggi. Gejala pre-eklampsia termasuk:

  • Mempunyai tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala yang berlebihan
  • Mengalami kesulitan melihat
  • Merasakan sakit di bawah tulang rusuk

Seorang wanita dengan gejala pre-eklampsia selama kehamilan harus melakukan kontrol rutin dengan dokter.

2. Placenta previa

Sebuah studi 2016 menunjukkan bahwa mengalami endometriosis selama kehamilan dapat secara signifikan meningkatkan risiko plasenta previa. Plasenta previa adalah ketika plasenta terletak sangat rendah di rahim, sebagian atau seluruhnya menutupi serviks. Plasenta previa dapat membahayakan bayi dan wanita selama persalinan. Seorang wanita dengan plasenta previa biasanya akan memerlukan kelahiran dengan cara melakukan operasi cesar. Tanda utama plasenta previa adalah perdarahan vagina merah terang. Jika anda wanita hamil mengalami tanda dan gejala diatas segera mungkin untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

3. Kelahiran prematur

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki endometriosis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

4. Keguguran

Memiliki endometriosis juga meningkatkan risiko keguguran, menurut tinjauan penelitian 2017. Nyeri punggung bawah, kram, atau pendarahan selama kehamilan dapat mengindikasikan keguguran.

Perawatan endometriosis yang aman selama kehamilan

Banyak orang menggunakan terapi hormonal untuk mengelola endometriosis. Termasuk pil progestin saja, pil gabungan yang mengandung estrogen dan progestin, dan intrauterine devices (IUDs). Namun pilihan ini tidak aman digunakan selama kehamilan. Beberapa orang juga ada yang menjalani operasi lubang kunci, atau laparoskopi untuk menghilangkan lesi endometriosis. Namun pembedahan ini tidak mungkin dilakukan selama kehamilan. Wanita hamil dengan endometriosis dapat mengelola gejala endometriosis dengan aman melalui langkah berikut ini :

  • Mengambil pereda nyeri over-the-counter (OTC) dengan persetujuan dokter atau bidan
  • Melakukan olahraga ringan, yoga, atau peregangan untuk meredakan nyeri punggung
  • Menggunakan bantalan pemanas atau mandi air hangat untuk meredakan kram tetapi tidak menempatkannya langsung di rahim
  • Makan makanan kaya serat untuk mengurangi gejala usus

Daftar Pustaka :

  1. Medical news today. 2018. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322516.php
  2. Gezer, A., & Oral, E. (2016, September 12). Progestin therapy in endometriosis. Women's Health, 11(5), 643–652. Retrieved from http://journals.sagepub.com/doi/full/10.2217/whe.15.42
  3. Glavind, M. T., Forman, A., Arendt, L. H., Nielsen, K., & Henriksen, T. B. (2017, January). Endometriosis and pregnancy complications: A Danish cohort study. Fertility and Sterility, 107(1), 160–166. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0015028216628406

POST A COMMENT

0 Comments