Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Degenerasi Corticobasal (CBD)

Degenerasi Corticobasal (CBD)

Selasa, 6/11/2018 | 10:07 WIB

Penyakit D

Share this article

Degenerasi Corticobasal (CBD)

Definisi 

Degenerasi Corticobasal (CBD) merupakan kondisi langka dimana degenerasi ini menyebabkabn kesulitan dalam gerakan di satu atau kedua sisi tubuh seperti koordinasi gerakan yang buruk, kekakuan, memori seperti kesulitan berpikir (kognitif), kesulitan bicara atau bahasa, dan kesulitan menelan. Sering juga disebut sindrom corticobasal (CBS). CBD disebabkan oleh area otak diantaranya korteks serebral dan ganglia basal menyusut dan sel-sel saraf memburuk dan mati seiring waktu. Sebagian besar kasus CBD terjadi pada orang dewasa berusia antara 50 dan 70 tahun.

Gejala

Gejala-gejala degenerasi corticobasal  CBD dapat bertambah buruk seiring waktu, gejalanya sangat bervariasi dari orang ke orang dan beberapa orang hanya terjadi dari beberapa gejala dibawah ini, diantaranya :

  • kesulitan menggerakan anggota tubuh di satu sisi tubuh
  • kekakuan otot
  • gemetar (tremor), gerakan tersentak dan kejang (dystonia)
  • masalah dengan keseimbangan dan koordinasi
  • berbicara lambat dan cadel
  • gejala demensia, seperti memori dan masalah penglihatan
  • kesulitan menelan 

Satu anggota tubuh biasanya terpengaruh pada awalnya, sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Penyebab

Para peneliti telah menentukan bahwa protein yang disebut “tau” terlibat dalam terjadinya degenerasi corticobasal. “Tau” adalah jenis protein spesifik yang biasanya ditemukan di sel-sel otak. Fungsi “tau” dalam sel-sel saraf adalah kompleks dan tidak sepenuhnya dipahami, meskipun diyakini penting untuk fungsi normal sel-sel otak. Pada degenerasi corticobasal, tingkat abnormal “tau” terakumulasi dalam sel-sel otak tertentu, akhirnya menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Yang menyebabkan “tau” terlibat dalam degenerasi corticobasal tidak sepenuhnya dapat dipahami. Kelainan yang melibatkan “tau” juga terlihat pada gangguan otak neurodegeneratif lainnya termasuk penyakit Alzheimer, penyakit Pick, kelumpuhan supranuclear progresif, penyakit Niemann-Pick tipe C dan demensia frontotemporal dengan parkinsonisme terkait dengan kromosom 17 (FTDP-17). Gangguan ini secara kolektif disebut sebagai "tauopathies."

Diagnosa

Tidak ada tes yang spesifik untuk mendiagnosa CBD, diagnosis didasarkan pada pola gejala. Dokter akan mencoba untuk mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa, seperti penyakit parkinson atau stroke.

Anda mungkin perlu melakukan pemindaian otak untuk mencari kemungkinan penyebab lain dari gejala, serta tes memori, konsentrasi, dan kemampuan dalam memahami bahasa. Diagnosis harus dibuat atau dikonfirmasi oleh konsultan dengan keahlian di CBD. Ini biasanya akan menjadi tugas dari ahli saraf (spesialis dalam kondisi yang mempengaruhi otak dan saraf).

Pengobatan

Perawatan paling baik akan diberikan oleh tim profesional perawatan kesehatan dan sosial yang bekerja bersama. Perawatan diantaranya:

  • obat - untuk meningkatkan kekakuan dan kejang otot, tidur dan suasana hati, rasa sakit atau ingatan
  • fisioterapi - untuk membantu pergerakan dan keseimbangan kesulitan
  • terapi bicara dan bahasa - untuk membantu masalah komunikasi dan menelan
  • terapi okupasi - untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di rumah
  • perawatan paliatif dan perencanaan perawatan lanjutan

DAFTAR PUSTAKA :

POST A COMMENT

0 Comments