Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Diare

Diare

Selasa, 23/08/2016 | 15:29 WIB

Penyakit D

Share this article

Diare

Diare merupakan sebuah kondisi dimana seseorang harus buang air besar secara terus-menerus. Kotoran yang timbul akibat diare berbentuk encer atau cair, dan kotoran yang dihasilkan memiliki kadar 100 hingga 200 ml setiap jam.

Penyebab

Diare biasanya terjadi karena infeksi dari virus misalnya rotavirus, meskipun begitu  diare juga dapat terjadi akibat bakteri Salmonella atau bakter Campylobacter.

Diare paling umum disebabkan karena seseorang kurang menjaga kesehatan diri, seperti mengkonsumsi makanan menggunakan tangan atau peralatan makan yang tidak dicuci dengan sabun terlebih dahulu. Makanan yang mengandung bakteri jahat seperti makanan yang kurang matang atau makanan yang dihinggapi lalat pun akan mudah menyebabkan keracunan makanan dan diare. Hal-hal ini menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan sehingga seseorang menderita diare.

Pembagian Diare

Penyakit diare dapat dibagi menjadi dua, yaitu diare akut dan diare kronik. Diare akut menrupakan diare yang datang dengan tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Diare akut dapat lenyap setelah beberapa jam, atau setidaknya akan lenyap setelah satu atau dua minggu. Sebaliknya, diare kronis adalah diare yang tetap berlangsung dalam jangka waktu panjang. Apabila diare masih belum hilang setelah 2 minggu berlalu, maka diare ini termasuk diare kronis.

Tanda dan Gejala

Dua pembagian lain dari diare adalah Koleriform dan Disentriform. Koleriform adalah diare yang terjadi apabila kotoran yang dibuang hanya terdiri dari cairan. Disentriform merupakan kondisi dimana diare yang timbul diiringi oleh lendir yang kental dan juga darah.

Seseorang dapat dipastikan mengalami diare apabila pembuangan air besar yang cair harus dilakukan lebih dari 3 kali dalam sehari. Kondisi tersebut sering diiringi dengan perut yang terasa sakit. Penderita juga terkadang mengalami mual dan harus muntah. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi terasa lelah dan lesu, sehingga nafsu makan pun akan menurun dan mengakibatkan gangguan pada berat tubuh.

Penanganan

Diare dapat diobati melalui konsumsi oralit. Oralit ini merupakan larutan yang berfungsi untuk merawat diare, terutama dalam mencegah dehidrasi melalui kandungannya yang berupa natrium klorida, kalium klorida, glukosa dan natrium bikarbonat.

Cara lain yang dapat digunakan untuk mendukung pengobatan diare adalah dengan mengkonsumsi teh atau air kelapa dengan teratur.

Apabila diare tetap berlanjut, penderita sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk menerima penangan lanjutan yang tepat.

Pencegahan

Untuk mencegah diare, hal yang paling penting untuk dilakukan tentu saja adalah menjaga kebersihan. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah melalui penggunaan air bersih dan sabun untuk mencuci tangan, mandi, atau membersihkan peralatan makan dan tempat tinggal. Kebersihan ini juga harus dijaga dengan mencuci tangan setelah menggunakan toilet, serta sebelum dan sesudah makan.

Karena diare paling sering disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, kebersihan makanan dan minuman sebaiknya harus diteliti terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Hal-hal yang dapat diperhatikan dalam kebersihan makanan adalah cara penyimpanan bahan makanan, cara pencucian bahan dan peralatan yang akan digunakan, cara memasak, serta cara menghidangkan makanan dan minuman tersebut.

Bagi bayi yang berisiko mengalami diare, ibu sebaiknya memberi konsumsi ASI yang teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayinya.

Daftar Pustaka:


POST A COMMENT

0 Comments