Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Jumat, 2/11/2018 | 16:53 WIB

Penyakit D

Share this article

Diabetes Insipidus

Definisi

Diabetes insipidus merupakan suatu kondisi langka yang terjadi ketika ginjal tidak dapat menghemat air. Diabetes insipidus tidak terkait dengan diabetes mellitus, yang sering disebut hanya sebagai diabetes. Diabetes melitus disebabkan karena masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi sedangkan diabetes insipidus dipengaruhi kerja ginjal terhadap urin. Keduanya tidak berhubungan.

  Diabetes insipidus menghasilkan rasa haus yang ekstrem (berlebihan) dan sering buang air kecil yang encer dan tidak berbau. Ada beberapa jenis diabetes insipidus, dan mereka sering berhasil diobati.

Penyebab

  Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh tidak dapat mengatur bagaimana ia menangani cairan. Normalnya, ginjal membuang kelebihan cairan tubuh dari aliran darah. Limbah cair ini disimpan sementara di kandung kemih sebagai urine, sebelum buang air kecil. Ketika sistem pengaturan cairan berfungsi dengan baik, ginjal akan menghemat cairan dan membuat sedikit urine ketika cairan pada tubuh menurun, seperti melalui keringat. Volume dan komposisi cairan tubuh tetap seimbang melalui kombinasi asupan oral dan ekskresi oleh ginjal. Tingkat asupan cairan sebagian besar diatur oleh rasa haus. Pada saat mengalami dehidrasi, kelenjar hipofisis akan mengeluarkan hormon anti-diuretik (ADH) ke ginjal untuk menahan cairan dan mengurangi produksi urin. ADH, atau disebut juga vasopresin, dibuat di hipotalamus dan disimpan di kelenjar hipofisis.

Ada beberapa bentuk diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya, diantaranya :

  • Diabetes insipidus sentral. Ini disebabkan karena adanya kerusakan kelenjar hipotalamus atau hipofisis. 
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada tubulus ginjal (di mana air dikeluarkan dan dipertahankan).
  • Diabetes insipidus gestasional. Diabetes ini terjadi selama kehamilan dan hanya sementara.
  • Polidipsia primer. Kondisi ini, disebut juga diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia psikogenik, yang disebabkan karena konsumsi cairan yang berlebihan. 

Faktor Risiko

  Diabetes insipidus merupakan salah satu jenis penyakit yang memiliki kondisi banyak faktor risiko, antara lain :

  • Jenis kelamin,  diabetes insipidus lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita.
  • Faktor genetik,  lebih berisiko jika orangtua menderita diabetes insipidus.

Gejala

  Pada umumnya gejala utama yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes insipidus adalah rasa haus yang berlebihan dan seringnya membuang air kecil. Namun, ada juga gejala lainnya yang terjadi pada anak kecil dan bayi termasuk :

  • Kerewelan yang tidak beralasan
  • Popok yang luar biasa basah atau mengompol
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Hehidrasi
  • Demam tinggi
  • Kulit kering

Pertumbuhan yang tertunda 

  Tidak menutup kemungkinan orang dewasa dapat mengalami beberapa gejala di atas, ditambah kebingungan, pusing, atau kelesuan. Diabetes insipidus juga dapat menyebabkan dehidrasi berat yang dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian jika tidak diobati.

Komplikasi

  Komplikasi yang akan terjadi jika mengalami penyakit diabetes insipidus yaitu dehidrasi, Terkecuali untuk polidipsia primer, yang menyebabkan anda terlalu banyak minum air. Dehidrasi dapat menyebabkan :

  • Mulut kering
  • Perubahan elastisitas kulit
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Natrium darah yang meningkat (hipernatremia)
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Denyut jantung cepat
  • Berat badan turun
  • Ketidakseimbangan elektrolit

Diagnosis

Proses yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit diabetes insipidus yaitu dokter akan menanyakan gejala dan menentukan tes yang diperlukan. Ada beberapa tes untuk mendiagnosis penyakit diabetes insipidus, meliputi :

  • Urinalisis,  dokter akan mengambil sampel urin untuk menguji garam dan konsentrasi limbah lainnya jika pasien menderita diabetes insipidus.

·  Tes perampasan air, pasien akan diminta untuk berhenti minum air selama jangka waktu tertentu sebelum tes. Pasien kemudian akan memberikan sampel darah dan urin dan dokter akan mengukur perubahan dalam kadar natrium dan osmolalitas darah, berat badan,  output urin komposisi urin dan kadar darah ADH.

  • Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan tes yang menggunakan mesin yang akan mengambil gambar jaringan otak. Setelah itu dokter akan melihat hasil dari gambar tersebut apakah ada kerusakan pada jaringan otak. Dokter juga akan melihat gambar hipotalamus atau kelenjar pituitari untuk setiap kerusakan atau kelainan.
  • Skrining genetic merupakan penyaringan yang dapat dilakukan untuk mencari bentuk warisan dari diabetes insipidus berdasarkan riwayat keluarga.

Pengobatan

  Pada pengobatan diabetes insipidus kranial, pengobatan yang perlu dilakukan yaitu mengomsumsi air lebih banyak  untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang. Terdapat obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin, jika memang diperlukan. Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

  Adapun pengobatan rumahan untuk membantu mengatasi diabetes insipidus, di antaranya :

  • Hindari dehidrasi dengan konsumsi cukup air saat haus
  • Konsumsi resep obat yang diberikan oleh dokter
  • Perlu tindakan secara cepat jika mengalami demam tinggi, diare, keringat berlebih, atau lebih sering buang air kecil selama terapi

Daftar Pustaka :

  1. Ball, S. 2013. Diabetes insipidus. Newcastle University and Newcastle Hospitals NHS Trust, UK
  2. Capra, M., dkk. 2018. Key points in Diabetes Insipidus´ Diagnosis. Endocrinology Division, IPEMED Medical School, Rio de Janeiro, Brazil
  3. Department of Endocrinology, Sher-I-Kashmir Institute of Medical Sciences, Srinagar, Jammu and Kashmir, India
  4. Diabetes Insipidus
  5. https://www.mayoclinic.org
  6. Kalra, S., dkk. 2016. Diabetes insipidus: The other diabetes. Departement of Endocrinology, Sher-I-Kashmir Institute of Medical Sciences, Srinagar, Jammu And Kashmir, India Department of Endocrinology, Sher-I-Kashmir Institute of Medical Sciences, Srinagar, Jammu and Kashmir, India
  7. Kusmana, F. 2016. Diabetes Insipidus – Diagnosis dan Terapi. Dokter Umum, Rumah Sakit Gotong Royong, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Vol. 43 No. 11

POST A COMMENT

0 Comments