Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Kerusakan Tulang Rawan

Kerusakan Tulang Rawan

Jumat, 2/11/2018 | 16:17 WIB

Penyakit T

Share this article

Kerusakan Tulang Rawan

Definisi

Kerusakan tulang rawan adalah jenis cedera yang relatif umum terjadi pada lutut juga pada pinggul, pergelangan kaki dan siku akibat dari terjatuh, olahraga,  osteoarthritis dan karena cedera lainnya, kerusakan tulang rawan menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan peradangan (pembengkakan).

Tulang rawan adalah jaringan ikat yang kuat dan lentur yang terdapat di seluruh tubuh yang salah satu fungsinya adalah mengurangi gesekan dan bertindak sebagai bantalan di antara sendi dan membantu menopang berat badan saat kita berlari, membungkuk, dan meregang.

Tidak seperti jenis jaringan lain, tulang rawan tidak memiliki suplai darah. Karena itu, tulang rawan yang rusak membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, dibandingkan dengan jaringan lain yang dipasok oleh darah.

Gejala

Gejala kerusakan tulang rawan pada sendi meliputi:

  • Nyeri sendi - ini dapat berlanjut bahkan ketika istirahat dan semakin memburuk ketika Anda mengangkat beban berat.
  • Pembengkakan - ini mungkin hanya terjadi selama beberapa jam atau hari
  • Kekakuan
  • Sensasi mengklik atau grinding
  • Keterbatasan jangkauan - saat kerusakan berlangsung, anggota tubuh yang terkena sulit bergerak dengan bebas dan mudah.

Kadang-kadang sulit untuk membedakan antara cedera tulang rawan terpisah dan  cedera sendi umum lainnya, seperti keseleo, karena gejalanya hampir serupa. Dalam kasus yang parah, kerusakan tulang rawan bisa pecah, dan sendi bisa menjadi terkunci. Ini dapat menyebabkan hemarthrosis (pendarahan pada sendi) hingga mengalami pembengkakan.

Penyebab

  • Terkena benturan - jika sendi mengalami benturan berat, akibat  terjatuh, kecelakaan mobil dll, tulang rawan mungkin rusak. Olahragawan memiliki risiko lebih tinggi menderita kerusakan artikular, terutama mereka yang terlibat dalam olahraga sepak bola, rugby, dan gulat.
  • Keletihan dan robek - sendi yang beraktivitas berlebih dapat mengalami stres yang panjang dan bisa menjadi rusak. seseorang yang mengalami obesitas lebih cenderung meningkatkan kerusakan pada lutut daripada dengan berat badan normal
  • Osteoartritis
  • Kurang gerak - persendian harus bergerak teratur agar tetap sehat. Jarang beraktifitas atau imobilitas meningkatkan risiko kerusakan pada tulang rawan.

Diagnosa

Membedakan kerusakan tulang rawan di lutut dan keseleo, atau kerusakan ligamen, tidak mudah karena gejalanya bisa serupa. Namun, tes non-invasif modern membuat diagnosa jauh lebih mudah.  Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, setelah itu akan mendiagnosa dengan tes diagnostik berikut:

  • Magnetic resonance imaging (MRI) - menciptakan gambar tubuh yang detail. Meskipun berguna, MRI tidak dapat selalu mendeteksi kerusakan kartilago.
  • Arthroscopy - Prosedur ini dapat membantu menentukan tingkat kerusakan kartilago.

Pengobatan

Cedera tulang rawan minor bisa membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi kerusakan tulang rawan yang lebih parah mungkin memerlukan pembedahan.

  • Jika gejala tidak terlalu parah

Anda merawatnya dengan menggunakan terapi PRICE yaitu :

    • Protection – Perlindungan

lindungi daerah yang terkena dari cedera lebih lanjut dengan menggunakan  penyangga lutut

    • Rest – Istirahat

istirahatkan sendi yang terkena sebanyak mungkin selama dua atau tiga hari pertama (kruk dapat membantu jika lutut atau pergelangan kaki terluka), kemudian secara bertahap kembali ke aktivitas ringan selama beberapa hari dan minggu berikutnya.

    • Ice – Es

aplikasikan kompres es yang dibungkus dengan handuk ke area cedera selama 15-20 menit setiap 2-3 jam selama dua atau tiga hari pertama

    • Compression – Kompres

kompres atau perban area yang terluka untuk mencegah pembengkakan dan gerakan yang dapat memperparah Anda dapat menggunakan perban elastis sederhana atau perban tubular elastis yang tersedia dari apotek

    • Elevation – Ketinggian

menjaga area yang cedera pada posisi di atas bantal.

Jika sendi Anda terasa sakit, gunakan obat penghilang rasa sakit biasa seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang diresepkan dokter.

  • Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu jika Anda mengalami kesulitan menggerakkan sendi yang terkena. Dokter mungkin dapat merujuk Anda ke fisioterapis, atau Anda dapat memilih untuk membayar perawatan pribadi. Fisioterapis dapat mengajarkan Anda latihan untuk membantu memperkuat otot-otot sekitar yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan tekanan pada sendi.

  • Kerusakan sangat parah

Bicaralah dengan dokter bedah tentang jenis operasi yang paling baik untuk Anda, apa risiko yang mungkin terjadi, dan berapa lama masa pemulihannya. Biasanya Anda perlu melakukan hal-hal yang mudah setidaknya selama beberapa minggu setelah operasi, dan Anda mungkin tidak dapat kembali ke aktivitas berat dan olahraga selama beberapa bulan.

DAFTAR PUSTAKA :

POST A COMMENT

0 Comments