Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Bagaimana Bisa Herpes Zoster Mempengaruhi Mata

Bagaimana Bisa Herpes Zoster Mempengaruhi Mata

Selasa, 23/10/2018 | 15:24 WIB

General

Share this article

BAGAIMANA BISA HERPES ZOSTER MEMPENGARUHI MATA

Orang tidak dapat mengidap herpes zoster kecuali mereka terkena virus varicella-zoster, yang juga menyebabkan cacar air. Begitu seseorang yang sudah mengalami cacar air, virus akan tetap bersama mereka. Dalam artikel ini, kami mendeskripsikan gejala herpes zoster dan bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi mata dan penglihatan. 

Gejala herpes zoster

Herpes zoster, dapat menyebabkan beberapa gejala. Seringkali, yang pertama adalah menimbulkan rasa sakit. Untuk setiap orang herpes zoster mempunyai gejala yang berbeda-beda. Beberapa mengalami denyutan sementara yang lain mengalami sensasi menusuk atau terbakar yang tajam.  Gejala umum lainnya adalah ruam yang biasanya membentuk lepuhan kecil, Ini bisa menjadi sakit dan gatal. Ruam biasanya berkembang di tubuh bagian atas seseorang, tetapi juga bisa muncul di wajah.

Gejala tambahan akibat dari herpes zoster ini adalah : sakit kepala, mual, kelemahan, otot atau sendi atau nyeri demam atau kedinginan, kesulitan buang air kecil, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Komplikasi yang lebih parah dari herpes zoster dapat termasuk pneumonia, radang otak, dan kematian. Ini jarang terjadi dan biasanya hanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Gejala herpes zoster di wajah

Jika ruam berkembang di wajah seseorang, mereka mungkin mengalami: kelopak mata terkulai, kehilangan pendengaran,bermasalah dengan selera, masalah dengan penglihatan, termasuk ketidakmampuan untuk memindahkan mata.

Gejala herpes zoster di mata

Beberapa Tanda dan gejala yang biasa muncul jika herpes zoster ada dimata antara lain: Kemerahan dan bengkak di sekitar kelopak mata, gatal dan iritasi mata, kepekaan terhadap cahaya, penglihatan kabur. Di sekitar mata, seseorang mungkin mengalami: rasa sakit terbakar, kemerahan atau ruam dan kepekaan kulit. Herpes zoster di mata dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti ulkus kornea, peradangan, dan glaukoma.

Bagaimana herpes zoster bisa masuk ke mata

Nama lain untuk virus varicella-zoster termasuk VZV dan virus cacar air. Setelah gejala cacar air mereda, virus terbengkalai di dalam tubuh. Setiap saat, virus dapat kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster berkembang. Virus hidup dalam saraf sensorik seseorang, dan rasa sakit yang ditimbulkannya bisa parah. Ketika herpes zoster mempengaruhi saraf wajah seseorang, mereka dapat mengalami gejala yang berhubungan dengan mata.

Bagaimana herpes zoster di mata didiagnosis dan diobati?

Seorang dokter biasanya hanya perlu melakukan pemeriksaan fisik untuk membuat diagnosis. Mereka juga dapat mengambil sampel cairan dari lepuh dan mengirimkannya untuk diuji. Hasil akan menentukan apakah mengandung virus yang menyebabkan herpes zoster. Setelah mengkonfirmasi diagnosis herpes zoster, dokter akan meresepkan obat antiviral. Obat-obatan dapat berbentuk cair atau tablet. Jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah, dokter dapat memasukkan mereka ke rumah sakit untuk pengobatan antivirus intravena. Untuk membantu mengelola rasa sakit, dokter juga dapat merekomendasikan obat tetes mata yang melawan peradangan dan melebarkan pupil.

Faktor risiko Herpes Zoster

Siapa pun yang pernah mengalami cacar dapat terkena herpes zoster, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Tidak ada alasan yang jelas mengapa virus ini aktif kembali. Beberapa faktor risiko mungkin termasuk: lebih tua, memiliki banyak stress, menderita penyakit lain, memiliki sistem kekebalan yang lemah dan vaksin dapat mengimunisasi orang-orang terhadap herpes zoster.

Komplikasi Herpes Zoster 

Herpes zoster di mata menimbulkan risiko bagi wanita hamil. Namun bagi beberapa kasus sinanaga hilang dengan sendirinya. Namun, herpes zoster di mata dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti: glaucoma, ulkus kornea, jaringan parut, nekrosis retina akut, penyakit berat yang dapat menyebabkan kebutaan. Herpes zoster  bisa lebih berbahaya selama kehamilan. Janin dapat tertular virus melalui darah. Juga, bayi yang lahir prematur dapat memiliki peningkatan risiko komplikasi serius jika mereka mengembangkan herpes zoster. Komplikasi yang paling umum dari herpes zoster adalah neuralgia postherpetic, yaitu nyeri yang berlangsung 3 bulan setelah ruam muncul pertama kali. Rasa sakit bisa ringan atau berat.

Pencegahan Herpes Zoster 

Cara paling efektif untuk mencegah  adalah dengan mendapatkan vaksin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan vaksinasi untuk orang yang berusia 50 tahun ke atas. Menurut CDC, Shingrix adalah 97 persen efektif mencegah herpes zoster pada orang dewasa berusia 50-69 yang menerima dua dosis. Pada orang dewasa berusia 70 dan lebih tua yang menerima dua dosis, Shingrix adalah 91 persen efektif untuk mencegah kondisi ini. Herpes zoster menular. Jika seseorang memiliki kondisi tersebut, penting bahwa mereka menghindari kontak dengan orang yang tidak pernah menderita cacar air. Untuk meminimalkan kemungkinan meneruskan virus:

  1. Biarkan ruam sinanaga tertutup.
  2. Cobalah untuk tidak menggaruknya.
  3. Praktek kebersihan yang baik, terutama dengan mencuci tangan setelah menyentuh ruam.

Daftar pustaka :

  1. Cason, J. B., & Feldman, B. H. (2017, December 20). Herpes zoster opthalmicus. Retrieved from http://eyewiki.aao.org/Herpes_Zoster_Ophthalmicus 
  2. Gupta, R., & Smith, P. F. (2012, August). Post-herpetic neuralgia. Continuing
  3. Education in Anaesthesia, Critical Care & Pain, 12(4), 181–185. Retrieved from https://bjaed.org/article/S1743-1816(17)30143-9/fulltext 
  4. Herpes zoster (shingles) of the eye. (n.d.). Retrieved from https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/herpes-zoster-shingles-eye 
  5. Overview. (2018, June 15). Retrieved from https://www.cdc.gov/shingles/about/overview.html

POST A COMMENT

0 Comments