Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Hipoalbuminemia : Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Hipoalbuminemia : Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Selasa, 23/10/2018 | 10:06 WIB

Penyakit H

Share this article

Hipoalbuminemia

Definisi

Terjadinya hipoalbuminemia ketika di dalam aliran darah tidak memiliki cukup protein albumin. Albumin adalah protein darah yang sangat penting dalam plasma darah. Plasma merupakan suatu bagian cair dari darah yang menyimpan protein dan sel darah. Sebagai protein utama dalam plasma darah, albumin juga memiliki banyak fungsi, seperti regenerasi jaringan tubuh dan menjaga cairan tubuh agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah. Tanpa albumin yang cukup, tubuh tidak dapat menahan cairan agar tidak keluar dari pembuluh darah. Selain itu, albumin juga berfungsi untuk menyalurkan beberapa zat ke seluruh tubuh, di antaranya hormon, vitamin, mineral, bilirubin, lemak, serta obat-obatan.

Penyebab Hipoalbuminemia

  Peradangan yang terjadi pada seluruh tubuh merupakan suatu penyebab hipoalbuminemia. Peradangan juga bisa berasal dari paparan intervensi medis, seperti ditempatkan di ventilator atau mesin bypass. Kondisi ini disebut sebagai kebocoran kapiler.

Ada beberapa penyebab lainnya dari hipoalbuminemia, di antaranya :

  • Mendapatkan luka bakar serius
  • Kekurangan vitamin
  • Tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik
  • Menerima cairan intravena (IV) setelah operasi

Adapun kondisi lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya hipoalbuminemia, termasuk :

  • Diabetes, yang dapat membuat tubuh tidak cukup untuk memproduksi insulin
  • Hipertiroidisme, menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon
  • Kondisi jantung, termasuk gagal jantung
  • Lupus, suatu kondisi dimana sistem kekebalan menyerang tubuh
  • Sirosis, suatu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan hati
  • Sindrom nefrotik, suatu kondisi ginjal yang  dapat menyebabkan melewatkan banyak protein saat buang air kecil
  • Sepsis, kejadian ketika tubuh merusak diri sendiri saat sistem kekebalan melawan infeksi

Gejala Hipoalbuminemia

Berbagai macam gejala yang ditimbulkan pada hipoalbuminemia, yaitu kebingungan, pusing, dan energi rendah jika mereka kekurangan gizi, misalnya.

Adapun gejala lainnya yang ditimbulkan pada penyakit hipoalbuminemia, di antaranya :
1.  Kelebihan protein dalam urin
2.  Mengalami pembengkakan, terutama pada kaki atau tangan
3.  Tanda-tanda penyakit kuning, termasuk kulit atau mata kuning
4.  Mudah Lemas atau kelelahan
5.  Detak jantung cepat
6.  Muntah, diare, dan mual
7.  Ada perubahan nafsu makan
8.  Kulit terasa kering dan gatal

Komplikasi

  Komplikasi yang terjadi pada penyakit hipoalbuminemia ini dapat memperburuk efek penyakit lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan hipoalbuminemia lebih mungkin mengalami kegagalan pernafasan. Selain itu ada beberapa komplikasi lainnya yang dapat terjadi termasuk:
1.  Penumpukan cairan, termasuk di sekitar paru-paru dan perut
2.  Pneumonia
3.  Kerusakan pada otot
4.  Hipoalbuminemia juga dapat menurunkan efektivitas obat-obatan tertentu yang perlu mengikat albumin

Diagnosis

Untuk memastikan seseorang mengalami hipoalbuminemia, dokter akan melakukan suatu pemeriksaan kadar albumin darah di laboratorium. Selain itu, ada beberapa pemeriksaan pendukung lainnya yang harus dilakukan untuk lebih memastikan seseorang tersebut mengalami hipoalbuminemia, antara lain:

  1. Apabila hipoalbuminemia terjadi karena infeksi, maka pemeriksaan sel darah putih penting untuk dilakukan
  2. Jika penyebabnya karena gangguan ginjal (gagal ginjal, sindrom nefrotik), maka diperlukan pemeriksaan fungsi ginjal dan analisis urine
  3. Dugaan gangguan hati sebagai penyebab kondisi ini akan mengarahkan dokter untuk merekomendasikan pemeriksaan fungsi hati dan USG

Pencegahan Hipoalbuminemia

Pencegahan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit hipoalbuminemia yaitu dengan memastikan tubuh mendapat cukup asupan protein, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membantu menurunkan risiko hipoalbuminemia. Maka dari itu sebelum penyakit hipoalbuminemia ini terjadi pada anda, penuhi kebutuhan tubuh akan protein.

Ada beberapa contoh makanan kaya protein di antaranya :

  1. Telur
  2. Ikan
  3. Daging
  4. Susu
  5. Kacang-kacangan

Pengobatan

Langkah yang terbaik untuk proses pengobatan hipoalbuminemia adalah mengatasi penyebab yang mendasari. Jadi mungkin perlu memiliki berbagai tes untuk menentukan mengapa tidak ada cukup albumin dalam darah mereka.

Adapun perawatan yang harus dilakukan, antara lain :

1.  Obat tekanan darah untuk orang penyakit ginjal atau gagal jantung
2.  Menghindari alkohol pada orang dengan penyakit hati
3.  Obat-obatan untuk menangani penyakit gastrointestinal kronis
4.  Obat-obatan seperti antibiotik, jika mengalami hipoalbuminemia setelah luka bakar yang parah
5.  Pola makan harus di ubah untuk mengurangi keparahan penyakit jantung atau ginjal
6.  Orang yang mengalami hipoalbuminemia karena kegagalan organ mungkin memerlukan transplantasi organ
7.  Penderita hipoalbuminemia perlu dirawat di rumah sakit

Daftar Pustaka :

  1. Hasan, I., dkk. 2008. Peran Albumin dalam Penatalaksanaan Sirosis Hati. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM –Jakarta. Vol. 21 No. 2
  2. Kurniawan, W., dkk. 2014. Hipoalbuminemia pada Pasien Usia Lanjut dengan Pneumonia Komunitas: Prevalensi dan Pengaruhnya Terhadap Kesintasan. Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI RSUPNCM. Vol. 1 No. 2
  3. Rochadi., 2013. Hipoalbuminemia prabedah sebagai faktor prognostik enterokolitis pascabedah penderita megakolon kongenital (Hirschsprung’s disease) Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta
  4. Sun, J. K., dkk. 2015. Risk factors and prognosis of hypoalbuminemia in surgical septic patients. Department of Intensive Care Unit, Nanjing First Hospital, Nanjing Medical University, Nanjing, Jiangsu Province, China
  5. Supriyanta., 2012. Pengaruh Suplementasi Modisco Putih Telur Terhadap Perubahan Kadar Albumin pada Pasien Bedah dengan Hypoalbuminemia di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Instalasi rawat Inap A RSUP Dr. Kariadi Semarang

POST A COMMENT

0 Comments