Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Dwarfisme

Dwarfisme

Kamis, 11/10/2018 | 16:49 WIB

Penyakit D

Share this article

DWARFISME

Definisi

Dwarfisme adalah suatu keadaan dimana seseorang menderita kelainan fisik akibat gangguan hormon pertumbuhan yang menyebabkan orang tersebut memiliki tubuh yang sangat pendek. Dwarfisme juga sering disebut dengan “penyakit” manusia kerdil karena tinggi badan usia dewasanya tidak lebih dari 147 cm.

Dwarfisme dibagi menjadi 2 kategori besar, yaitu :

  1. Dwarfisme tidak proporsional, yaitu dimana beberapa anggota tubuh berukuran yang sama kecil dan proporsional dengan tinggi tubuh, sementara anggota tubuh yang lain berukuran normal atau bahkan lebih besar dari ukuran rata-rata sehingga tidak proporsional dan menghambat perkembangan tulang.
  2. Dwarfisme proporsional, dimana semua anggotamemiliki ukuran yang sama dan tampak proporsional seperti tubuh normal pada umumnya

Penyebab

Berbagai faktor kondisi dapat menyebabkan dwarfisme, seperti :

  1. Keturunan. Kelainan genetik yang diturunkan merupakan kondisi  umum penyebab dwarfisme. Sebaiknya mencari tahu riwayat keseluruhan dari keluarga seperti orangtua, saudara kandung, kakek-nenek, paman atau bibi.
  2. Terlalu sedikitnya hormon hipofisis sehingga menyebabkan tubuh kerdil
  3. Terganggunya hormon pertumbuhan
  4. Selain itu Kondisi medis juga bisa menyebabkan dwarfisme, seperti : Sindrom Turner, Sindrom Down dan lain lain

Dwarfisme bisa juga tidak diketahui penyebab pastinya.

Tanda dan gejala

Dwarfisme ditandai dengan :

  1. Bagian tubuh yang relatif berukuran normal
  2. Lengan dan kaki yang pendek dengan tidak proporsional\
  3. Kaki yang membengkok
  4. Kepala yang besar
  5. Wajah yang rata
  6. Dahi yang menonjol
  7. Batang hidung yang pesek

Diagnosis

Dwarfisme sudah dapat dikenali sejak lahir atau pada awal masa kanak-kanak, namun ada juga yang baru bisa terdiagnosis ketika usia anak sudah lebih dewasa dan/atau ketika tumbuh kembangnya sudah tidak berjalan sesuai dengan seharusnya.

Pemeriksaan anak selain memberikan vaksinasi, juga  perlu memantau perkembangan fisik dan kesehatan anak, seperti :

  1. Memeriksa bentuk wajah dan bentuk tulang tubuh untuk mencari gejala dwarfisme
  2. Mengukur tinggi, berat badan, dan lingkar kepala untuk mengenali pertumbuhan yang tidak biasa
  3. Melakukan tes pencitraan tubuh, seperti X-ray dan MRI scan
  4. Melakukan tes DNA untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat
  5. Melakukan tes hormon

Pengobatan

Perawatan dilakukan untuk mengurangi gangguan yang muncul akibat komplikasi :

  1. Terapi hormon,untuk membantu hormon pertumbuhan yang kurang pada penderita dwarfisme.
  2. Operasi untukmemperbaiki arah tumbuh tulang
  3. Perawatan kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup

Daftar pustaka

  1. Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Dwarfism.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dwarfism/symptoms-causes/syc-20371969
  2. NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Restricted Growth (Dwarfism). https://www.nhs.uk/conditions/restricted-growth/

POST A COMMENT

0 Comments