Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Diet Vegetarian dan Diet Mediterania Untuk Kesehatan Jantung Anda

Diet Vegetarian dan Diet Mediterania Untuk Kesehatan Jantung Anda

Kamis, 11/10/2018 | 16:39 WIB

General

Share this article

DIET VEGETARIAN DAN DIET MEDITERANIA UNTUK KESEHATAN JANTUNG ANDA

Apa itu diet Mediterania?

Diet Mediterania adalah istilah umum berdasarkan kebiasaan makan yang khas di negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Makanan yang dikonsumsi untuk diet Mediterania termasuk, ikan dan unggas yang lebih banyak daripada daging merah; buah-buahan, sayuran, roti dan sereal lainnya, kentang, kacang-kacangan dan biji-bijian; penggunaan minyak zaitun; anggur merah dikonsumsi dalam jumlah rendah hingga sedang. Diet ini memiliki kesamaan dengan diet American Heart Association, kecuali persentase yang relatif tinggi kalori dalam diet gaya Mediterania yang berasal dari lemak.

Temuan dari uji klinis Italia menunjukkan bahwa diet vegetarian rendah kalori sama efektifnya dalam mengurangi risiko kardiovaskular sebagai diet rendah kalori di Mediterania. Para ilmuwan berharap temuan mereka yang dipublikasikan di Journal Circulation, dapat meningkatkan kesadaran bahwa diet vegetarian dapat menawarkan opsi lain untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Diet vegetarian dan diet Mediterania membantu mengurangi risiko kardiovaskular

Diet Mediterania secara luas dilaporkan sebagai salah satu model yang paling sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Penulis studi utama Francesco Sofi, seorang profesor nutrisi klinis di University of Florence dan Creggi University di Italia, membandingkan diet lacto-ovo-vegetarian (diet vegetarian) dengan diet Mediterania pada sekelompok orang. Pada diet lacto-ovo-vegetarian tidak diperbolehkan makan daging, unggas, ikan, makanan laut, dan makanan lain seperti telur dan produk susu. Prof. Sofi dan rekan secara acak mengambil 107 peserta dengan usia antara 18 dan 75 tahun, untuk mengikuti diet lacto-ovo-vegetarian atau diet rendah kaloti Mediterania selama 3 bulan.

Kedua diet tersebut dirancang untuk rendah kalori dan sesuai dengan kebutuhan energi tiap orang. Dalam kedua diet, sekitar 50-55 % asupan kalori berasal dari karbohidrat, 15-20% dari protein, dan 25-30 % dari lemak (dengan lemak jenuh kurang dari 7 % dan kolesterol kurang dari 200 mg per hari). Hasilnya menunjukkan bahwa kedua diet secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung.

Dampak berbeda pada kolesterol, trigliserida

Berdasarkan pemeriksaan fisik, seperti indeks massa tubuh (BMI) dan lemak tubuh, kedua diet ini sama efektifnya. Peserta kehilangan rata-rata 2 kg dalam berat badan dan 1,5 kg lemak tubuh. Mengikuti pola makan vegetarian menyebabkan pengurangan yang signifikan pada low-density lipoprotein, atau kolesterol jahat. Sebaliknya, mengikuti diet Mediterania lebih efektif dalam mengurangi kadar trigliserida. Namun, diet rendah kalori lacto-ovo –vegetarian dapat membantu pasien mengurangi risiko kardiovaskular yang hampir sama dengan diet Mediterania rendah kalori.

Dalam editorial, Cheryl A. M. Anderson, yang merupakan profesor pengobatan pencegahan di University of California, San Diego menunjukkan bahwa diet vegetarian rendah kalori dan diet rendah kalori Mediterania menawarkan solusi untuk mencegah dan mengelola obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Bukti Persuasif

Menurut Prof Anderson, studi baru menambah "bukti persuasif" bahwa ada beberapa pola diet yang menawarkan cara yang sehat untuk mengurangi berat badan dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Selain itu, ia mencatat bahwa pola tersebut "harus mencakup beberapa prinsip dasar seperti gizi padat; kaya sayuran dan buah-buahan, biji-bijian, kacang polong, dan kacang; rendah dalam biji-bijian olahan dan makanan olahan komersial dengan tambahan gula, lemak jenuh, dan natrium; berkelanjutan; relevan secara budaya; dan menyenangkan. "

Kelebihan dan kekurangan diet vegetarian dan diet Mediterania

Secara umum, diet masyarakat Mediterania dan diet vegetarian, mengandung persentase kalori yang relatif tinggi dari lemak. Hal ini dianggap berkontribusi terhadap meningkatnya obesitas di negara-negara ini, yang menjadi perhatian. Orang-orang yang mengikuti diet vegetarian dan diet Mediterania rata-rata makan lebih sedikit lemak jenuh daripada mereka yang pola makan diet Amerika rata-rata (lebih banyak konsumsi daging dibandingkan buah dan sayuran). Lebih dari setengah kalori lemak dalam diet vegetarian dan diet Mediterania berasal dari lemak tak jenuh tunggal (terutama dari minyak zaitun). Lemak tak jenuh tunggal tidak meningkatkan kadar kolesterol darah seperti halnya lemak jenuh.

Insiden penyakit jantung di negara-negara Mediterania lebih rendah daripada di Amerika Serikat. Tingkat kematian juga lebih rendah. Tapi ini mungkin tidak sepenuhnya karena diet. Faktor gaya hidup (seperti lebih banyak aktivitas fisik dan sistem dukungan sosial yang diperluas) juga dapat berperan. Sebelum menyarankan orang untuk mengikuti diet vegetarian ataupun diet Mediterania, Anda memerlukan konsultasi pada dokter Anda untuk mengetahui kiat sukses diet Mediterania dan diet vegetarian atau faktor gaya hidup lainnya menyebabkan kematian yang lebih rendah akibat penyakit jantung.

Daftar Pustaka

  1. Paddock C PhD. How do vegetarian and Mediterranean diets benefit heart health?. In : Medical News Today. 2018
  2. American Heart Attack. Mediterranean Diet. In : heart.org. 2018

POST A COMMENT

0 Comments