Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Afasia / Gangguan Fungsi Bicara

Afasia / Gangguan Fungsi Bicara

Jumat, 5/10/2018 | 15:55 WIB

Penyakit A

Share this article

AFASIA

Definisi Afasia

Asfasia adalah gangguan fungsi bicara yang disebabkan oleh fungsi kelainan otak. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk berbicara, menulis dan memahami bahasa, baik lisan maupun tulisan. Afasia biasanya terjadi tiba-tiba setelah stroke atau cedera kepala. Tapi kondisi ini juga bisa datang secara bertahap dari tumor otak yang tumbuh lambat atau penyakit yang menyebabkan kerusakan progresif dan permanen (degeneratif)

Penyebab Afasia

Penyebab paling umum dari afasia adalah kerusakan otak akibat stroke - sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Hilangnya darah ke otak menyebabkan kematian sel otak atau kerusakan di area yang mengontrol bahasa. Cedera atau kerusakan otak yang mengakibatkan afasia dapat dipicu oleh beberapa kondisi antara lain :

  • Cedera parah dikepala
  • Penyakit yang mengakibatkan kemunduran misalnya demensia dan Parkinson
  • Infeksi yang mempengaruhi fungsi otak

Tanda Dan Gejala Afasia

Berdasarkan gejala yang dialami oleh penderita afasia dikategorikan dalam beberapa hal antara lain :

  • Afasia progresif primer. Kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan pemahaman mengenai percakapan dari waktu ke waktu. Afasia progresif primer cukup sulit ditangani. Meski demikian, kondisi ini jarang terjadi.
  • Afasia anomik. Penemuan kata menjadi makin sulit bagi penderita afasia anomik. Kondisi ini umumnya diistilahkan dengan anomia. Penderita afasia anomik cukup kesulitan dalam memilih dan menemukan kata-kata yang tepat ketika menulis dan berbicara.
  • Afasia global. Kondisi ini tergolong afasia paling berat dan biasanya terjadi ketika seseorang baru saja mengalami stroke. Penderita afasia global tidak mampu membaca, menulis, serta kesulitan memahami percakapan orang lain
  • Afasia reseptif. Pada jenis ini, penderita akan kesulitan dalam memahami maksud perkataan lawan bicara meskipun bisa mendengarnya secara jelas. 
  • Afasia ekspresif. Pada jenis ini, penderita tahu apa yang ingin dia katakan kepada lawan bicara, namun dia kesulitan dalam mengutarakannya.

Komplikasi Afasia

Afasia dapat menciptakan banyak masalah dalam hidup karena komunikasi adalah bagiandari kehidupan. Kesulitan komunikasi dapat mempengaruhi anda dalam bidang:

  • Pekerjaan
  • Hubungan dengan lingkungan sekitar
  • Aktivitas sehari-hari
  • Hambatan bahasa dapat menyebabkan masalah rasa malu, depresi dan hubungan.

Diagnosis Afasia

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, menguji kekuatan, perasaan, dan refleks anda, dan mendengarkan hati dan pembuluh darah di leher. serta melakukan pemeriksaan penunjang misalnya dengan melakukan MRI agar secara cepat mengidentifikasi apa yang menyebabkan afasia. Anda juga bisa menjalani tes dan pengamatan tidak resmi untuk menilai kemampuan bahasa dan kemampuan untuk :

  • Mengetahui nama benda-benda umum
  • Terlibat dalam percakapan
  • Memahami dan menggunakan kata-kata dengan benar
  • Jawab pertanyaan tentang sesuatu yang dibaca atau didengar
  • Menghalangi kata dan kalimat
  • Mengikuti instruksi
  • Jawab pertanyaan ya-tidak dan jawab pertanyaan terbuka tentang subjek umum

Pengobatan Afasia

Jika kerusakan otak ringan, seseorang dapat memulihkan keterampilan bahasa tanpa perawatan.Tapi biasanya orang menjalani terapi bicara dan bahasa untuk merehabilitasi keterampilan bahasa mereka dan melengkapi pengalaman komunikasi mereka yang mengalami afasia. Jika anda mempunyai kerabat atau teman yang mengalami afasia berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan sebelum melakukan komunikasi :

  • Berikan waktu bicara yang cukup bagi penderita afasia.
  • Berikan semangat dan hindari overproteksi terhadap penderita afasia.
  • Berikan pujian ketika penderita afasia telah berusaha bicara.
  • Gunakan alat peraga dalam menyampaikan informasi atau pesan
  • Hindari berbicara terlalu keras
  • Lakukan hal-hal di atas dalam kegiatan sehari-hari, kapan dan di mana saja.

Daftar pustaka:

  1. WebMD (2017). An Overview of Aphasia
  2. Clark DG. Approach to the patient with aphasia. http://www.uptodate.com/home
  3. Mayo clinic. Aphasia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aphasia/diagnosis-treatment/drc-20369523

POST A COMMENT

0 Comments