Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Definisi Vaginosis Bakterialis

Definisi Vaginosis Bakterialis

Senin, 1/10/2018 | 10:35 WIB

Penyakit V

Share this article

VAGINOSIS BAKTERIALIS

Definisi Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterial adalah jenis peradangan vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri yang secara alami ditemukan di vagina, dan mengganggu keseimbangan alami. Pada dasarnya tubuh memiliki bakteri yang baik yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri jahat. Namun pada kondisi ini jumlah bakteri baik berkurang sehingga tidak dapat melawan infeksi.

Penyebab Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakteri terjadi karena bakteri "baik" (lactobacilli) melebihi bakteri "jahat" (anaerob). Tetapi jika ada terlalu banyak bakteri anaerobik, kondisi merusak keseimbangan alami mikroorganisme di vagina dan menyebabkan vaginosis bakteri.

Faktor Risiko Vaginosis Bakterialis

Faktor risiko untuk vaginosis bakteri meliputi :

1. Memiliki banyak pasangan seks. Vaginosis bakterial terjadi lebih sering pada wanita yang berhubungan seks dengan wanita.

2. Douching. membilas vagina dengan air atau agen pembersih (douching) yang dapat mengganggu keseimbangan alami vagina. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri anaerob yang berlebihan, dan menyebabkan vaginosis bakteri. Karena vagina membersihkan dirinya sendiri, tidak diperlukan douching.

3. Penurunan bakteri lactobacilli secara alami.

4. Mempunyai kebiasaan merokok

Tanda Dan Gejala Vaginosis Bakterialis

Tanda dan gejala bakteri vaginosis antara lain :

1. Ada Keputihan tipis, abu-abu, putih atau hijau

2. vagina "berbau amis" berbau busuk

3. Vagina gatal

4. Rasa panas dan sakit saat buang air kecil

Namun demikian banyak wanita yang mengalami vaginosis bakterial tidak memiliki tanda atau gejala.

Komplikasi Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterial biasanya tidak menyebabkan komplikasi. Namun demikian  Kadang-kadang vaginosis bakteri dapat menyebabkan beberapa komplikasi:

1. Kelahiran prematur. Pada wanita hamil, vaginosis bakteri bisa mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

2. Infeksi menular seksual. Memiliki vaginosis bakteri membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi menular seksual, seperti HIV, virus herpes simpleks, klamidia atau kencing nanah..

3. Memiliki vaginosis bakteri dapat meningkatkan risiko mengembangkan infeksi pasca-bedah setelah prosedur seperti histerektomi atau pelebaran dan kuretase

4. Penyakit radang panggul (PID). Vaginosis bakteri kadang-kadang dapat menyebabkan PID, infeksi rahim dan saluran telur yang dapat meningkatkan risiko infertilitas.

Diagnosis Vaginosis Bakterialis

Untuk menetapkan mendiagnosis vaginosis bakterial, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan mulai dari :

1. Mengajukan beberapa pertanyaan tentang riwayat medis anda. Dokter mungkin bertanya tentang infeksi vagina sebelumnya atau infeksi menular seksual.

2. Melakukan pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan panggul, dokter secara visual memeriksa vagina untuk mengetahui tanda-tanda infeksi, dan memasukkan dua jari ke dalam vagina sambil menekan perut dengan tangan yang lain untuk memeriksa organ panggul mungkin menunjukkan penyakit.

3. Mengambil sampel cairan vagina. Ini dilakukan untuk memeriksa pertumbuhan berlebihan bakteri anaerob vagina. Doktermemeriksa sekresi vagina di bawah mikroskop, mencari bakteri yang merupakan tanda vaginosis bakteri.

4. Melakukan uji pH vagina. Dokter memeriksa keasaman vagina dengan menempatkan strip tes pH di vagina. PH vagina 4,5 atau lebih tinggi adalah tanda vaginosis bakteri.

Pengobatan Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik, baik dalam bentuk tablet minum atau yang dimasukkan kedalam vagina (ovula). Dalam beberapa kejadian vaginosis bakterialis dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun jika sudah tidak sembuh dalam beberapa hari dan gejala terus berlangsung.

Pencegahan Vaginosis Bakterialis

Untuk mencegah vaginosis bakteri beberapa tips yang bisa anda lakukan antara lain :

1. Minimalkan iritasi vagina. Gunakan sabun ringan, nondeodorant, dan tampon atau bantalan tanpa pewangi.

2. Jangan douche. Vagina tidak membutuhkan pembersihan selain dari mandi normal. Sering melakukan douching mengganggu keseimbangan vagina dan dapat meningkatkan risiko infeksi vagina. Douching tidak akan membersihkan infeksi vagina.

3. Hindari infeksi menular seksual. Gunakan kondom lateks pria, batasi jumlah pasangan seks anda.

Daftar pustaka :

  1. NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Bacterial Vaginosis. 
  2. Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Bacterial Vaginosis. 
  3. Healthline (2012). Infections in Pregnancy: Bacterial Vaginosis. 

POST A COMMENT

0 Comments