Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Folikulitis : Definisi, Tipe dan Penyebab

Folikulitis : Definisi, Tipe dan Penyebab

Kamis, 27/09/2018 | 16:28 WIB

Penyakit F

Share this article

FOLIKULITIS

Definisi

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi yang dapat mempengaruhi satu atau lebih folikel rambut. Folikel rambut adalah lubang kecil yang mengelilingi akar rambut Anda. Folikulitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Folikulitis dapat terjadi pada kulit Anda di mana rambut dapat tumbuh, termasuk kulit kepala. Folikulitis juga dapat tumbuh di paha, pantat, leher, dan ketiak, dimana gesekan dapat terjadi.

Folikulitis relatif umum terjadi pada setiap orang, khususnya pada orang dengan kondisi obesitas. Apabila Anda mengalami benjolan merah yang tampak seperti jerawat, terutama di area yang biasanya Anda cukur, Anda mungkin mengalami folikulitis. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, tetapi bisa terasa gatal, dan perih.

Tipe Folikulitis

Tipe utama folikultis, yaitu :

-  Folikulitis bakteri. Jenis umum ini ditandai dengan benjolan yang gatal, putih, dan berisi nanah. Tipe folikulitis ini terjadi ketika folikel rambut akibat infkesi bakteri Staphylococcus aureus.

-  Hot tub folikulitis (Pesudomonas folliculitis). Tipe ini ditandai ruam merah, bulat, benjolan gatal satu sampai dua hari setelah terpapar bakteri Pseudomonas folliculitis. Bakteri ini sering ditemukan di banyak tempat, seperti kolam air panas.

-  Gundukkan ketiak (Pseudofolliculitis barbae). Ini merupakan tipe iritasi kulit yang disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam. Biasanya tipe folikulitis ini mempengaruhi pria dengan rambut kriting yang mencukur terlalu dekat dapa paling terlihat pada wajah dan leher. Kondisi ini dapat meninggalkan bekas luka yang gelap (keloid).

-  Pityrosporum folikulitis. Tipe ini menghasilkan rasa gatal, merah, gatal di area punggung dan dada, kadang-kadang pada leher, lengan atas dan wajah. Tipe ini disebabkan oleh infeksi ragi.

Folikulitis mendalam meliputi :

-  Sycosis barbae. Tipe ini mempengaruhi pria yang sudah mulai bercukur

-  Folikulitis gram negatif. Jenis ini kadang-kadang berkembang jika Anda menerima terapi antibiotik jangka panjang untuk masalah jerawat.

-  Bisul (furunkel) dan bisul. Ini terjadi ketika folikel rambut menjadi sangat terinfeksi oleh bakteri Staphlococcus. Bisul biasanya muncul tiba-tiba sebagai benjolan merah muda dan menyakitkan.

-  Eosinofilik folikulitis. Tipe ini terutama mempengaruhi orang dengan kondisi medis HIV/AIDS. Penyebabnya belum dapat diketahui.

Penyebab

Folikulitis paling sering disebabkan oleh infeksi folikel rambut dengan bakteri Staphylococcus aureus. Folikulitis juga bisa disebabkan oleh virus, jamur dan peradangan dari rambut yang masuk ke dalam. Penyebab lain yang juga dapat menyebabkan folikulitis, adalah:

  • Penyumbatan dari produk kulit, seperti pelembab dengan pembawa larutan minyak
  • Hair removal, seperti mencukur, waxing, dan mencabut rambut
  • Rambut tumbuh ke dalam
  • Bakteri lain, seperti jenis bakteri yang mungkin Anda temukan di bak mandi air panas maupun spa

Faktor yang dapat meningkatkan risiko folikulitis, termasuk:

  • Mengenakan pakaian ketat yang mengiritasi atau mengenakan pakaian yang yang terkontaminasi bakteri Staphlococcus
  • Mendapatkan luka kulit, seperti luka yang diakibatkan dari mencukur
  • Tidak mandi setelah keringat berlebih
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti HIV/AIDS
  • Menggunakan beberapa obat, seperti krim steroid atau terapi antibiotik jangka panjang untuk mengobati jerawat
  • Pria yang memiliki rambut kriting, masalah yang muncul ketika mencukur rambut di wajah dan leher
  • Berendam di bak mandi air panas yang tidak terawat dengan baik

Gejala

Pada awal infeksi, mungkin terlihat seperti benjolan merah kecil atau jerawat berwarna putih di sekitar akar rambut. Infeksi dapat menyebar dan berubah menjadi luka yang tidak sembuh dan berkerak. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, tetapi bisa mengakibatkan rasa gatal dan perih. Pada infeksi berat dapat menyebabkan kerontokan dan jaringan parut permanen.

Anda dapat menemukan folikulitis dengan beberapa variasi. Anda mungkin memiliki:

  • Kumpulan benjolan merah seperti jerawat, beberapa dengan bagian tengah berwarna putih
  • Lepuh yang pecah, mengeluarkan cairan seperti nanah, dan menjadi berkerak
  • Area kulit merah dan bengkak yang besar bisa mengeluarkan nanah
  • Rasa gatal seperti terbakar

Diagnosis

Untuk mendiagnosis folikulitis, dokter Anda akan memeriksa area kulit yang meradang atau iritasi dan meninjau riwayat medis Anda. Selanjutnya, dokter akan mengidentifikasi penyebabnya dengan menggunakan teknik pemeriksaan mikroskopis kulit (dermoscopy).

Jika perawatan awal tidak menghilangkan infeksi Anda, dokter Anda mungkin akan menggunakan kapas untuk mengambil samper kulit atau rambut yang terinfeksi. Selanjutnya akan dikirimkan ke laboratorium untuk membantu dokter menentukan penyebab infeksi.

Penanganan

Folikulitis biasanya dapat hilang dengan sendirinya tanpa melakukan perawatan pengobatan. Anda cukup melakukan perawatan di rumah dengan cara:

  • Bersihkan area yang terinfeksi dengan cara mencuci dengan air hangat dan sabun antibakteri sebanyak dua kali sehari. Pastikan menggunakan kain dan handuk segar setiap kali membersihkan.
  • Gunakan gel atau krim antibiotik yang dijual bebas.

Jika Anda mengalami iritasi kulit yang disertai demam, menyebarkan ruam merah atau benjolan yang bernanah dan bau busuk, Anda memerlukan perawatan medis, seperti:

  • Obat-obatan. Antibiotik oral atau topikal atau obat antijamur untuk mengobati penyebab infeksi Anda. NSAID atau antihistamin diperlukan untuk menghilanngkan rasa sakit atau gatal.
  • Operasi kecil. Jika Anda memiliki bisul besar Anda mungkin membuat sayatan kecil di dalamnya untuk mengeluarkan nanah.
  • Laser hair reomoval. Jika perawatan lain gagal, penghilang rambut jangka panjang dapat membersihkan infeksi. Metode ini sangat mahal dan membutuhkan beberapa perawatan.

Pencegahan

Anda dapat mencegah folikulitis dengan cara :

  • Hindari pemakaian pakaian ketat untuk mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian Anda
  • Hindari mencukur jika perlu. Untuk pria dengan benjolan (pseudofolliculitis), membiarkan janggut tumbuh bisa menjadi pilihan terbaik
  • Gunakan kolam air panas atau spa yang besih
  • Batasi penggunaan produk berbasis minyak. Bahan tersebut dapat menyumbat folikel dan menyebabkan bakteri terperangkap di dalamnya
  • Gunakan handuk bersih, pisau cukur yang tidak terlalu tajam, dan barang-barang perawatan pribadi lainnya, dan hindari penggunaan bersama
  • Cuci tangan sesering mungkin

Daftar Pustaka :

  1. Folliculitis. In : Mayo Clinic. 2018
  2. Gardner SS, MD. What is Folliculitis?. In : WebMD. 2016
  3. Fischer K. Folliculitis. In : Healthline. 2016

POST A COMMENT

0 Comments