Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Agranulositosis

Agranulositosis

Selasa, 25/09/2018 | 15:45 WIB

Penyakit A

Share this article

Agranulositosis

Definisi

Agranulositosis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak membuat granulosit yang cukup, dan merupakan jenis sel darah putih. Sel darah putih merupakan bagian yang terpenting dari sistem kekebalan tubuh, jika seseorang mengalami kondisi ini maka sangat berisiko terjadinya infeksi yang parah atau dapat menyebabkan kematian.

Granulosit juga dikenal sebagai neutrofil atau sel darah putih. Mereka adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh karena mengandung enzim yang membunuh bakteri dan patogen asing lainnya. Tanpa sel darah putih tubuh tidak dapat melawan atau membuang patogen yang berpotensi berbahaya atau benda asing yang ada didalam tubuh.

Penyebab

Agranulositosis merupakan suatu keadaan yang sangat serius dengan jumlah leukosit yang sangat rendah dan tidak adanya neutrofil. Pada umumnya agranulositosis dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya:

  1. Kemoterapi untuk mengobati kanker.
  2. Penggunaan beberapa obat resep, khususnya antibiotik tertentu, dan obat anti-tiroid dan anti-psikotik.
  3. Paparan zat beracun, seperti arsenik atau merkuri.
  4. Gangguan kegagalan sumsum tulang seperti anemia aplastik.
  5. Kondisi medis lainnya, seperti tumor atau beberapa penyakit autoimun.
  6. Bentuk bawaan dari agranulositosis (hadir saat lahir) disebabkan oleh kelainan genetik (warisan). Agranulositosis genetik infantil (penyakit kostmann) adalah bentuk langka dari penyakit yang diturunkan yang hadir pada bayi baru lahir.

Faktor Risiko

Faktor risiko agranulositosis ini biasanya sering terjadi pada wanita. Karena wanita lebih mengembangkan agranulositosis dibandingkan pria, dan hal itu bisa terjadi pada usia berapa pun. Agranulositosis paling sering kali ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua.

Gejala

Gejala klinis pada agranulositosis  yang sering terjadi dimulai dengan infeksi akut yang umumnya disebabkan oleh bakteri atau jamur yang disertai dengan demam tinggi. Adapun gejala lainnya yang ditimbulkan, antara lain :

  1. Nyeri pada otot
  2. Nyeri pada saat menelan
  3. Merasakan pusing
  4. Diare
  5. Takikardia (detak jantung tidak normal)

Jika agranulositosis ini tidak ditangani secara cepat, bisa menyebabkan terjadinya sepsis dan kematian.

Diagnosis

Adapun diagnosis yang dapat dilakukan pada saat terjadinya agranulositosis, yaitu tes pada sampel darah yang dinamakan blood differential.  Dengan dilakukannya tes ini  akan dapat menghitung jumlah sel darah putih secara keseluruhan.

Pencegahan

Cara untuk mencegah agranulositosis adalah dengan menghindari mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya agranulositosis. Jika perlu mengonsumsi obat yang diketahui memicu kondisi ini, anda harus melakukan tes darah secara rutin yang bertujuan untuk memeriksa tingkat neutrofil didalam tubuh anda. Dokter mungkin menyarankan untuk sementara berhenti mengkonsumsi obat jika terjadi menurunnya jumlah neutrofil.

Pengobatan

Jika terjadi Infeksi pada agranulositosis pengobatan yang harus dilakukan dengan cara menggunakan antibiotik. Antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter akan diberikan berdasarkan tingkat keparahan pada infeksi agranulositosis. Dalam proses pengobatan agranulositosis, langkah awal yang terpenting mengetahui penyebab dari agranulositosis itu sendiri, sehingga dapat ditangani secara tepat. Misalnya, bila dicurigai agranulositosis akibat obat malaria, maka tindakan yang dilakukan dengan menggantikan obat tersebut. Lebih baiknya lagi proses pengobatan dihentikan sementara.

Daftar Pustaka

  1. Hsu, H. C., dkk. 2009. VALPROIC ACID-INDUCED AGRANULOCYTOSIS. Department of Pharmacy, and 2Infectious Disease Division, Department of Internal Medicine, Mackay MemorialHospital, and 3Institute of Tropical Medicine, National Yang-Ming University, Taipei, Taiwan. Vol. 3 No. 2
  2. Lee, C. H., dkk. 1999. Antithyroid Drug–Induced Agranulocytosi. epartment of Medicine, The University of Hong Kong, QueenMary Hospital, Pokfulam, Hong KongCH Lee, MB, BS, MRCPRHS Liang, MD, FRC. Vol. 5 No. 4
  3. Zambrana, J. T., dkk. 2005. Agranulocytosis With Tonsillitis Associated With Methimazole Therapy. Faculty Professor, Discipline of Otorhinolaryngology, Medical School, Itajubá. Vol.71  No. 3

POST A COMMENT

0 Comments