Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Dispareunia

Dispareunia

Selasa, 25/09/2018 | 15:34 WIB

Penyakit D

Share this article

DISPAREUNIA

Definisi

Dispareunia adalah rasa sakit persisten atau berulang yang dapat terjadi ketika hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya yang melibatkan penetrasi atau sakit selama hubungan seksual. Hubungan seks yang menyakitkan dapat mempengaruhi pria dan wanita, tetapi lebih sering terjadi pada wanita. Banyak wanita yang melakukan hubungan seksual merasa sakit di beberapa titik.

Rasa sakit bisa terasa ringan atau berat. Rasa sakit yang dalam, terasa di dalam panggul ketika penis atau dildo masuk lebih jauh di dalam genital. Rasa sakit mungkin seperti terasa terbakar, tajam, atau kram. Rasa sakit pada dispareunia sangat dipengaruhi oleh emosisional. Misalnya, ketidaknyamanan ringan mungkin terasa seperti rasa sakit yang parah setelah pengalaman seksual traumatis, seperti pemerkosaan.

Penyebab

Penyebab dispareunia bervariasi, tergantung pada apakah rasa sakit yang dirasakan dangkal atau dalam. Beberapa penyebabnya, termasuk:

1. Nyeri selama penetrasi mungkin terkait dengan berbagai faktor termasuk:

  • Tidak cukup pelumas. Penurunan kadar estrogen setelah menopause atau melahirkan atau selama menyusui atau kurang memadainya foreplay juga bisa menjadi penyebabnya.
  • Obat-obatan yang mempengaruhi gairah seksual, yang dapat menurunkan lubrikasi dan membuat seks terasa sakit.
  • Cedera, trauma atau iritasi, seperti cedera atau iritasi akibat kecelakaan, operasi panggul.
  • Peradangan, infeksi atau gangguan kulit.
  • Vaginismus. Kejang otot pada dinding vagina yang tidak disengaja dapat membuat penetrasi menjadi menyakitkan.
  • Pelumasan yang tidak memadai sering disebabkan oleh foreplay yang tidak memadai.

2. Penyebab nyeri dalam terjadi selama penetrasi dalam atau lebih akut adalah hasil dari perawatan medis atau kondisi medis. Perawatan medis yang dapat menyebabkan rasa sakit termasuk operasi pelvis (panggul), histerektomi (pengangkatan rahim), dan beberapa perawatan kanker.

3. Penyebab psikologis dan emosional yang umum dapat berperan dalam hubungan seksual yang menyakitkan. Kecemasan, ketakutan, dan depresi dapat menghambat gairah seksual dan berkontribusi pada kekeringan vagina atau vaginismus. Stres dapat memicu pengencangan otot-otot dasar panggul, yang mengakibatkan rasa sakit. Riwayat pelecehan seksual atau kekerasan seksual dapat berkontribusi pada dispareunia.

Gejala

Gejala yang sering dialami adalah rasa sakit dengan hubungan seksual yang mungkin terjadi pada pembukaan vagina atau jauh di dalam panggul. Rasa sakit mungkin berbeda dan terlokalisasi, atau mungkin ada rasa ketidaknyamanan.

Rasa sakit yang Anda alami saat berhubungan seksual yang menyakitkan, menggambarkan kondisi seperti:

  • Nyeri dengan setiap penetrasi, termasuk memasukan tampon
  • Rasa sakit yang dalam selama hubungan seksual
  • Rasa sakit seperti terbakar atau nyeri yang menyakitkan seperti berdenyut atau sensasi seperti terobek yang terjadi selama berjam-jam setelah bersenggama

Diagnosis

Dokter Anda akan menanyakan riwayat medis Anda, riwayat seksual Anda dan pemeriksaan panggul untuk mengidentifikasi rasa sakit. Area genital dan panggul dievaluasi apakah terdapat tanda infeksi atau kelainan struktural. Jika dokter menemukan area abnormal, dokter mungkin mengambil sampel tersebut untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi).

Dokter mungkin dapat menggunakan alat yang disebut spekulum, yang dimasukkan ke dalam vagina untuk pemeriksaan visual dengan memisahkan dinding vagina. Tes ini menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada wanita. Hal ini dilakukan untuk membantu dokter, kapan dan dimana rasa sakit terjadi selama pemeriksaan.

Dokter juga dapat memeriksa ketatnya otot panggul di sekitar vagina dengan menggunakan satu atau dua jari dengan mengunakan sarung tangan ke dalam vagina. Pemeriksaan dubur juga bisa dilakukan untuk menentukan lokasi rasa sakit. Tes lainnya, dokter mungkin merujuk Anda melakukan USG panggul, apabila dokter mencurigai penyebab lain.

Penanganan

Perawatan bertujuan untuk menghilangkan penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Pilihan perawatan termasuk obat, terapi dan konseling.

  1. Konseling. Ada baiknya membicarakan masalah hubungan seksual dengan seorang konselor. Jika pasangan memiliki pelecahan seksual, trauma, atau masalah emosional lainnya yang menyebabkan dispareunia, konseling dapat membantu Anda. Pasangan dapat menghadiri konseling bersama walaupun tidak memiliki masalah psikologis yang menyebabkannya, karena dispareunia dapat mengarah ke masalah komunikasi atau keintiman.
  2. Obat. Untuk masalah nyeri dalam, mengoleskan salep anestesi dapat membantu, karena dapat dengan bebas menerapkan pelumas sebelum hubungan seksual. Pelumas berbasis air lebih disukai daripada pelumas berbasis minyak. Untuk mengobati masalah kekeringan vagina, dokter dapat meresepkan estrogen topikal. Untuk masalah nyeri yang diakibatkan oleh infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik, antijamur, atau obat lain yang sesuai.
  3. Terapi. Terapi psikologis, seperti kognitif-perilaku dan terapi kognitif berbasis kesadaran, dapat bermanfaat bagi beberapa wanita. Latihan relaksasi otot panggul dapat membantu wanita belajar mengetatkan otot panggul untuk secara sadar melemaskannya. Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu dalam mengubah pola dan perilaku berpikir negatif. Beberapa perubahan gaya hidup dapat mengatasi hubungan seksual yang menyakitkan. Kontraksi kegel berguna untuk memperkuat otot-otot dasar panggul.

Daftar Pustaka

  1. Basson R, MD. Dyspareunia. In : MSD Manual. 2013
  2. Leonard J. What causes dyspareunia, or painful intercourse?. In : Medical News Today. 2017

POST A COMMENT

0 Comments