Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Akalasia

Akalasia

Kamis, 20/09/2018 | 17:02 WIB

Penyakit A

Share this article

AKALASIA

Definisi Akalasia

Akalasia adalah gangguan langka yang menyulitkan makanan dan cairan masuk ke perut. Akalasia terjadi ketika saraf di saluran yang menghubungkan mulut dan perut (esofagus) menjadi rusak. Akibatnya, kerongkongan kehilangan kemampuan memeras makanan, dan katup otot di antara kerongkongan dan lambung (sfingter esofagus bagian bawah) tidak sepenuhnya rileks - sehingga sulit bagi makanan untuk masuk ke perut Anda.

Penyebab Akalasia

Akalasia dapat terjadi ketika saraf pada dinding kerongkongan yang menghubungkan mulut dan lambung mengalami gangguan. Biasanya otot bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) akan terbuka secara otomatis agar makanan dapat masuk ke lambung, tetapi pada penderita penyakit akalasia ini LES tidak bekerja dengan maksimal sehingga makanan menumpuk dibawah bagian kerongkongan.

Penyebab dari kerusakan LES sampai saat ini belum tau apa penyebabnya namun ada beberapa faktor resiko yang berpotensi meningkatkan resiko terjadinya akalasia antara lain : Gangguan sistem imun, infeksi virus dan faktor keturunan.

Gejala Akalasia

Gejala akalasia muncul secara bertahap. Berikut beberapa gejala yang terjadi pada penyakit akalasia antara lain : disfagia, penurunan berat badan, muntah terus menerus, heartburn, dan regurgitasi (kondisi ketika makanan atau minuman kembali naik ke tenggorokan)

Diagnosa Akalasia

Penyakit ini kadang kala bisa terabaikan jika tidak melakukan pemeriksaan dengan baik karena memiliki gejala yang hampir sama dengan gangguan pencernaan lainya. Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan untuk menentukan penyakit ini adalah:

  1. Manometri esofagus. Tes ini mengukur kontraksi otot ritmik di esofagus ketika menelan, koordinasi dan kekuatan yang diberikan oleh otot-otot kerongkongan, dan seberapa baik sfingter esofagus bawah membuka selama menelan.
  2. Endoskopi bagian atas. Dokter akan memasukkan tabung tipis dan lentur yang dilengkapi dengan cahaya dan kamera (endoskopi) ke tenggorokan, untuk memeriksa bagian dalam esofagus dan perut

Pengobatan Akalasia

Pengobatan Akalasia berfokus pada relaksasi atau memaksa membuka sfingter esofagus bawah sehingga makanan dan cairan dapat bergerak lebih mudah melalui saluran pencernaan Anda. Perawatan khusus yang diberikan tergantung pada usia dan tingkat keparahan antara lain :

  1. Pelebaran Kerongkongan. Sebuah balon dimasukkan ke dalam esophageal sphincter dan dipompa untuk memperbesar pembukaan
  2. Suntik Botox. Relaksan otot ini dapat disuntikkan langsung ke sfingter esofagus dengan endoskopi.
  3. Obat. Dokter Anda mungkin menyarankan relaksan otot seperti nitrogliserin (Nitrostat) atau nifedipine (Procardia) sebelum makan. Obat-obatan ini memiliki efek pengobatan yang terbatas dan efek samping yang parah.

Pencegahan Akalasia

Penyakit ini sangat sulit dicegah namun ada beberapa tindakan yang bisa anda lakukan untuk mencegah timbulnya komplikasi yaitu :

  1. Hindari makan sebelum tidur minimal 3 jam
  2. Banyak minum sewaktu makan
  3. Mengunyah makanan dengan baik sebelum ditelan
  4. Menjalani Pola makanan lebih sering dengan porsi yang lebih kecil.
  5. Menghindari tidur dengan posisi yang datar. Gunakan batal untuk menyanggah kepala.

Daftar Pustaka :

  1. Mayo clinic. Achalasia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/achalasia/diagnosis-treatment/drc-20352851.01 Sept 2018-09-03
  2. Spechler SJ. Achalasia: Pathogenesis, clinical manifestations, and diagnosis. http://www.uptodate.com/home. Accessed  Sept 01 2018

POST A COMMENT

0 Comments