Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera Saraf Tulang Belakang

Senin, 17/09/2018 | 15:28 WIB

Penyakit C

Share this article

CEDERA SARAF TULANG BELAKANG

Definisi

Cedera saraf tulang belakang merupakan kerusakan pada bagian saraf tulang belakang atau saraf di ujung kanal tulang belakang (cauda equina), sering menyebabkan perubahan pada kekuatan, sensasi dan fungsi tubuh lainnya. Angka kejadian cedera saraf tulang belakang tertinggi di antara orang-orang usia 16-30, di antaranya 53,1% cedera saraf tulang belakang terjadi. Cedera saraf tulang belakang paling sering terjadi pada pria, yaitu sekitar 81,2% di Amerika.

Tipe

Tipe cedera saraf tulang belakang tergantung pada tingkat keparahan bagian sumsum tulang belakang. Berdasarkan lokasi terjadinya, cedera saraf tulang belakang dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Tetraplegia atau disebut juga quadriplegia terjadi akibat cedera pada saraf tulang belakang di daerah serviks (leher), yang menyebabkan hilangnya kekuatan otot.
  2. Paraplegia terjadi akibat cedera pada saraf tulang belakang di daerah toraks atau lumbal, mengakibatkan kelumpuhan kaki dan bagian bawah tubuh.

Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera saraf dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:

  • Cedera saraf tulang belakang lengkap

Cedera saraf tulang belakang menghasilkan kehilangan semua fungsi motorik dan sensorik. Kehilangan fungsi disebabkan oleh memar atau memar pada sumsum tulang belakang atau gangguan aliran darah ke bagian yang cedera dari saraf tulang belakang.

  • Cedera saraf tulang belakang tidak lengkap

Seseorang dengan cedera saraf tulang belakang tidak lengkap mungkin dapat menggerakkan satu atau kaki lebih banyak dari yang lain atau mungkin lebih berfungsi pada satu sisi tubuh daripada yang lain.

Gejala

Tanda dan gejala yang terjadi akibat cedera saraf tulang belakang, antara lain:

  • Nyeri atau sensasi tertekan di area leher, kepala atau punggung yang disebabkan oleh kerusakan serabut saraf di medula spinalis Anda
  • Gangguan pernapasan setelah cedera, seperti kesulitan bernapas, batuk atau membersihkan sekresi dari paru-paru Anda
  • Kesulitan atau hilangnya keseimbangan tubuh dan gerakan berjalan
  • Kesemutan atau kehilangan sensasi sentuhan di tangan, jari, kaki atau jari kaki, juga termasuk kemampuan dalam merasakan panas
  • Hilangnya kontrol sebagian atau seluruh bagian tubuh, seperti hilangnya kontrol usus atau kandung kemih
  • Perubahan fungsi seksual, kepekaan seksual dan kesuburan

Penyebab

Cedera sumsum tulang belakang traumatis dapat disebabkan pukulan traumatis mendadak pada tulang belakang Anda dengan kondisi tulang terkilir, remuk atau tertekan pada satu atau lebih tulang belakang Anda. Cedera juga dapat diakibatkan oleh luka tembak atau pisau yang menembus dan memotong saraf tulang belakang Anda.

Penyebab paling umum cedera saraf tulang belakang adalah kecelakaan motor, jatuh, cedera olahraga, alkohol, serta kondisi medis, seperti penyakit kanker, radang sendi, osteoporosis dan peradangan pada sumsum tulang belakang.

Diagnosis

Dalam mengevaluasi cedera saraf tulang belakang, dokter biasanya akan mengidentifikasi gejala yang dialami pasien, riwayat kondisi pasien, serta pengujian fungsi gerakan sensorik. Apabila Anda memiliki tanda-tanda kelemahan atau cedera saraf yang jelas, tes diagnostik darurat mungkin diperlukan. Tes diagnostik yang dokter rekomendasikan adalah diagnosis radiologi, seperti :

  • Sinar-X. Sinar-X dapat menunjukkan masalah pada vertebrata (tulang belakang), tumor, fraktur atau perubahan degeneratif pada tulang belakang.
  • CT scan. CT scan dapat memberikan gambaran yang lebih baik untuk melihat kelainan yang daripada X-ray.
  • MRI. Tes ini sangat membantu dokter untuk melihat saraf tulang belakang dan memudahkan dokter untuk mengidentifikasi pembekuan darah atau massa lain yang mungkin menekan sumsum tulang belakang.

Penanganan

Perawatan tahap awal, pasien yang memiliki cedera saraf tulang belakang langsung dirawat di ruang gawat darurat untuk memperoleh penanganan langsung oleh dokter, seperti:

  • Mempertahankan kemampuan pasien untuk bernapas
  • Mencegah syok
  • Merilekskan leher pasien dengan penyangga untuk mencegah kerusakan saraf tulang belakang lebih lanjut
  • Menghindari kemungkinan komplikasi, seperti penahanan feses atau urin, kesulitan pernapasan atau kardiovaskular, dan pembentukan pembekuan darah vena.

Jika Anda memiliki cedera tulang belakang, Anda biasanya akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU) untuk menerima perawatan yang intensif. Anda bahkan dapat dipindahkan ke pusat cedera saraf tulang belakang regional yang memiliki tim ahli bedah saraf, ahli bedah ortopedi spesialis pengobatan saraf tulang belakang, psikolog, perawat, dan terapis dengan kehalian dalam cedera tulang belakang.

Operasi mungkin dapat direkomendasikan oleh ahli bedah untuk menghilangkan fragmen tulang, benda asing atau patah tulang belakang yang tampaknya menekan tulang belakang. Operasi sering dilakukan pada pasien dengan cedera saraf tulang belakang tidak lengkap.

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko cedera saraf tulang belakang, Anda dapat melakukan tips sebagai berikut:

  • Berkendara dengan aman, yaitu menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi atau naik mobil
  • Periksa kedalaman air sebelum menyelam
  • Mencegah kejadian jatuh. Gunakan pegangan tangan saat naik tangga, saat di bak mandi atau shower, gunakan nonslip tikar di ubin.
  • Lakukan tindakan pencegahan saat bermain olahraga. Selalu kenakan perlengkapan keselamatan yang disarankan sesuai jenis olehraga.
  • Jangan mengemudi saat mabuk atau pengaruh obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk

Daftar Pustaka

  1. American Association of Neurological Surgeon. Spinal Cord Injury
  2. Mayo Clinic. Spinal Cord Injury. 2017

POST A COMMENT

0 Comments