Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Penyebab Demam Kelenjar

Penyebab Demam Kelenjar

Jumat, 14/09/2018 | 11:06 WIB

Penyakit D

Share this article

Demam Kelenjar

Definisi

Demam kelenjar adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan infeksi virus akut yang disebut mononukleosis menular. Penyakit ini umumnya menyerang remaja dan dewasa. Virus yang menyebabkan demam kelenjar adalah virus Epstein-Barr (EBV) yang merupakan virus herpes yang sangat menular. Kasus EPV diperkirakan menyerang 90 hingga 95% di seluruh dunia, tetapi tidak selalu menyebabkan gejala, dan tidak menyebabkan demam kelenjar.

Penyakit demam kelenjar ini tidak memerlukan pengobatan, karena dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi gejala seperti kelelahan bisa berlangsung selama beberapa waktu.

Penyebab Demam Kelenjar

Penyebab demam kelenjar adalah virus EBV. Demam kelenjar menyebar melalui kontak pribadi yang dekat dan ditularkan oleh air liur. Penularan dapat terjadi melalui berciuman, menggunakan perlatan makan ataupun minuman dari penderita yang terinfeksi virus EBV. Ketika infeksi terjadi, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan virus. Sekitar 50% orang yang terinfeksi virus Epstein-Barr adak mengalami gejala. Setelah terinfeksi, virus akan tetap hidup di dalam tubuh, biasanya berada di sejumlah tenggorokan dan sel darah. Antibodi memberikan kekebalan seumur hidup, dan demam kelenjar jarang kembali untuk kedua kalinya.

Seseorang yang terinfeksi virus EBV selama masa remaja lebih mungkin mungkin mengalami demam kelenjar. Inilah sebabnya mengapa kebanyakan kasus terjadi antara usia 15 dan 25 tahun.

Cytomegalovirurs (CMV) dan rubella, atau campak Jerman, juga dapat menyebabkan demam kelenjar. Toksoplasmosis dapat menyebabkan gejala yang serupa.

Gejala

Demam kelenjar memiliki masa inkubasi 4 hingga 6 minggu. Dengan kata lain, gejala muncul 4 hingga 6 minggu setelah infeksi awal. Gejala yang paling umum adalah kelelahan yang dapat berlanjut selama beberapa minggu. Gejala lain yang menyebabkan demam kelenjar, termasuk:

  • Gejala seperti flu, termasuk nyeri tubuh dan sakit kepala
  • Suhu tubuh 38ยบ C atau lebih
  • Ruam kulit yang meluar, merah, dan tidak gatal
  • Mual dan kehilangan nafsu makan
  • Bengkak di sekitar mata
  • Sakit tenggorokan dengan eksudat (endapan cairan) di sekitar amandel dan faring merupakan gejala yang khas
  • Limpa bengkak, menyebabkan rasa sakit di perut bagian atas
  • Jaundice (perubahan warna kuning pada kulit dan mata). Gejala ini mempengaruhi 4% orang dengan gejala demam kelenjar.

Pada anak kecil, demam kelenjar biasanya menyebabkan hejala ringan atau tanpa gejala. Kebanyakan orang terinfeksi demam kelenjar pada beberapa bulan, atau tahun berikutnya.

Diagnosis

Pada diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan gejala, riwayat medis pasien, serta pemeriksaan fisik untuk mendeteksi pembengkakan kelenjar getah bening dan untuk mengevaluasi pembengkakan pada amandel, hati, dan limpa. Apabila dokter mencurigai adanya demam kelenjar, dokter dapat merujuk Anda untuk melakukan beberapa tes untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat. Dua tes darah yang dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit adalah:

  • Tes antibodi dapat mendeteksi antibodi spesifik untuk EBV
  • Tes sel darah putih dapat mengetahui apakah ada lebih banyak sel darah putih daripada biasanya, menunjukkan infeksi, atau jika sel darah putih memiliki penampilan yang tidak biasa.

Tes lain yang mungkin dilakukan adalah untuk mengetahui fungsi hati. Jika seorang wanita hgamil, tes dapat menunjukkan apakah rubella atau toksoplasmosis menginfeksi ibu hamil. EBV tidak akan membahayakan janin atau embrio.

Penanganan

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kelenjar, dan kebanyakan gejala dapat hilang dalam 4 sampai 6 minggu tanpa pengobatan, meskipun kelelahan dapat bertahan hingga 6 bulan dalam beberapa kasus. Namun, jika sistem kekebalan Anda lemah, virus dapat aktif kembali. Anda tidak dapat diimunisasi terhadapa penyakit kelenjar.

Gejala demam kelenjar dapat dikontrol dengan cara :

  • Beristirahat total. Hal ini akan membantu pemulihan, terutama selama bulan pertama setelah gejala muncul. Ketika Anda pulih, latihan ringan dapat membantu Anda mengembalikan kekuatan otot
  • Minum banyak cairan. Hal ini akan membantu Anda mencegah dehidrasi, terutama jika ada demam. Sakit tenggorokan bisa membuat Anda kesulitan menelan, tetapi penting untuk mengkonsumsi cukup cairan
  • Obat penghilang rasa sakit. Obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen dapat Anda beli secara bebas (OTC) tanpa resep dokter. Obat ini mengontrol demam dan rasa sakit
  • Berkumur. Berkumur dengan air garam atau larutan yang dapat Anda beli di apotik, mampu meredakan rasa sakit pada tenggorokan
  • Steroid. Jika amandel sangat meradang atau membuat Anda sulit bernafas, maka pemberian kortikosteroid yang diresepkan oleh dokter mampu meredakan gejala.

Daftar Pustaka :

  1. Glandular fever. In : betterhealth.vic.gov.au
  2. Glandular fever. In : nhs.uk
  3. Brunner S. Glandular fever: What to know. In : Medical News Today. 2017

POST A COMMENT

0 Comments