Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Penyebab Ambiguous Genitalia

Penyebab Ambiguous Genitalia

Kamis, 13/09/2018 | 16:39 WIB

Penyakit A

Share this article

Ambiguous Genitalia

Definisi

Ambiguous genitalia adalah suatu kelainan di mana seseorang memiliki ciri-ciri genetik, anatomik dan atau fisiologik meragukan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini disebut dengan kelamin ganda karena klitoris yang terdapat bagian tubuh wanita terkadang berukuran sangat besar sehingga tampak seperti ada dua kelamin.

Ambiguous genetalia tidak sama dengan transsexual atau transgender (banci). Transsexual merupakan suatu kelainan psikologis, yang bentuk alat kelamin pada seseorang penderita transexual sangat jelas laki-laki atau perempuan, akan tetapi perasaan yang dimiliki berlawanan dengan jenis kelaminnya sehingga bersikap dan bertingkah laku menurut perasaannya, bahkan ada beberapa di antaranya berupaya untuk melakukan suatu perubahan bentuk anatominya dengan melakukan operasi pembedahan yang bertujuan mengubah alat kelaminnya agar sesuai dengan keinginannya.

Penyebab Ambiguous Genitalia

Adapun  penyebab ambiguous genitalia, di antaranya  :

  1. Androgen insensitivity syndrome (AIS), kondisi genetik yang ditandai oleh ketidaksensitifan jaringan janin terhadap hormon pria.

  2. Hiperplasia adrenal kongenital (CAH), kondisi warisan yang mempengaruhi produksi hormon.

  3. Gangguan kromosom seks, memiliki kromosom seks XX atau XY.

  4. Faktor ibu hamil mungkin memiliki tumor yang mensekresi androgen saat hamil, dan kelebihan hormon pria ini mempengaruhi perkembangan genital bayinya.

Faktor risiko

Riwayat keluarga juga merupakan salah satu faktor, karena banyak gangguan perkembangan seks dihasilkan dari kelainan genetik yang dapat diwariskan. Faktor risiko ambiguous genetalia termasuk riwayat keluarga:

  1. Infertilitas, periode menstruasi tidak ada.

  2. Kelainan pada alat kelamin.

  3. Perkembangan fisik yang tidak normal selama masa pubertas.

Gejala

Gejala ambiguous genetalia ini sudah dapat dicurigai sebelum lahir. Karakteristik dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, tergantung pada kapan selama perkembangan genital (alat kelamin) terjadi.

Bayi yang secara genetis perempuan (dengan dua kromosom X).

  1. Klitoris membesar yang menyerupai penis.

  2. Labia tertutup yang meliputi lipatan dan menyerupai skrotum.

  3. Benjolan yang terasa seperti testis di labia.

Bayi yang secara genetis laki-laki (dengan satu X dan satu romosom Y).

  1. Suatu kondisi dimana tabung sempit yang membawa urin dan air mani (uretra) tidak sepenuhnya meluas ke ujung penis.
  2. Penis yang kecil dengan pembukaan uretra (saluran kemih) lebih dekat ke skrotum (kantung).

  3. Tidak adanya satu atau kedua buah zakar.

  4. Testis tidak turun dan skrotum (kantung) kosong.

Komplikasi

Komplikasi ambiguous genetalia mungkin termasuk:

  1. Infertilitas, apakah seseorang dengan genital ambigu dapat memiliki anak tergantung pada diagnosis spesifik.

  2. Peningkatan risiko kanker, beberapa gangguan perkembangan seks dikaitkan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu.

Diagnosis

Saat ini belum ada tes kehamilan yang dapat mendeteksi alat kelamin yang ambigu (lebih dari satu). Tes yang dilakukan saat lahir untuk menentukan jenis kelamin bayi, antara lain :

  1. Pemeriksaan fisik.

  2. Tes hormon menggunakan darah dan urin.

  3. Tes genetik menggunakan darah dan urin.

  4. Pemindai suara ultra (menggunakan gelombang suara).

  5. Sinar X.

Pengobatan

Pengobatan pada ambigu ini tergantung pada jenis gangguan, tetapi biasanya akan mencakup operasi korektif untuk mengangkat atau menciptakan organ reproduksi yang sesuai untuk jenis kelamin anak. Pengobatan lainnya seperti terapi hormon (HRT).

Daftar Pustaka :

  1. Ambiguous Genitalia
  2. https://www.mayoclinic.org
  3. Ambiguous Genitalia: Evaluation and Management in the Newborn
  4. https://www.macpeds.com
  5. Dehghani, M. dkk. 2014. A newborn with ambiguous genitalia and a complex X;Y rearrangement. Department of Molecular Medicine, University of Pavia, Pavia, Italy. Vol. 12 No. 5
  6. Kumari, V. A. 2015. Ambiguous genitalia: a clinical and chromosomal study. Department of Anatomy, Deccan College of Medical Sciences Hyderabad, India. Vol. 3 No. 12
  7. Widhiatmoko, B. dkk. 2013. Legalitas Perubahan Jenis Kelamin Pada Penderita Ambiguous Genetalia Di Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Surabaya

POST A COMMENT

0 Comments