Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Alopecia Areata

Alopecia Areata

Rabu, 12/09/2018 | 15:41 WIB

Penyakit A

Share this article

Alopecia Areata

Definisi Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit rambut rontok yang terjadi pada bagian kulit kepala dan biasanya membentuk bulatan di area yang terjadi kerontokan. Dibagian rambut yang terjadi kerontokan sulit untuk rambut dapat tumbuh kembali. Ketika rambut tumbuh kembali, rambut mungkin akan rontok lagi. Luasnya rambut rontok dan pertumbuhan kembali bervariasi dari orang ke orang.

Alopecia tidak menular, penyakit ini paling sering terjadi pada orang yang sehat.

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun. Autoimun merupakan sistem kekebalan tubuh yang menyerang tubuh sendiri. Biasanya, sistem kekebalan melindungi tubuh dari sel-sel asing, seperti virus dan bakteri. Pengidap alopecia areata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut. Folikel rambut adalah struktur dari mana rambut tumbuh. Folikel menjadi lebih kecil dan berhenti memproduksi rambut, yang menyebabkan rambut rontok.

Artikel Terkait : Cara Mengatasi Rambut Rontok

Para peneliti belum mengetahui apa yang memicu sistem kekebalan menyerang folikel rambut, jadi penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui. Namun, paling sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis. Inilah sebabnya mengapa beberapa ilmuwan menduga bahwa genetika menjadi potensi alopecia areata. Ilmuan juga percaya bahwa faktor-faktor tertentu di lingkungan juga memicu alopecia areata.

Gejala Alopecia Areata

  • Mengalami kerontokan rambut dan berlendir pada bagian kulit yang terjadi kerontokan.
  • Kerontokan rambut sebagian besar terjadi pada kulit kepala. Tapi itu bisa melibatkan alis, bulu mata, jenggot – setiap bagian tubuh yang memiliki rambut. Ukuran kebotakan bervariasi.
  • Kerontokan rambut yang luas: Seiring waktu beberapa pasien akan mengalami kebotakan.
  • Masalah kuku : Alopecia areata juga dapat memengaruhi kuku jari tangan dan kuku kaki. Kuku bisa penyok, adanya bintik-bintik putih atau garis, kasar, kehilangan kilau, atau menjadi tipis dan pecah. Kadang-kadang perubahan kuku adalah tanda pertama alopecia areata.

Diagnosa Alopecia Areata

  • Dokter akan meninjau gejala untuk menentukan apakah Anda mengidap  alopecia areata. Dokter mungkin dapat mendiagnosis alopecia areata hanya dengan melihat sejauh mana rambut rontok dan dengan memeriksa beberapa sampel rambut (biopsy) di bawah mikroskop atau analisis lain untuk mencari tahu kondisi lain yang menyebabkan kerontokan rambut, termasuk infeksi jamur, seperti tinea capitis dan menganalisis lebih jauh lagi.
  • Tes darah akan dilakukan jika dicurigai adanya kondisi autoimun lain seperti adanya keberadaan satu atau lebih antibodi abnormal. Jika autoantibodi ini ditemukan dalam darah, berarti Anda mengalami gangguan autoimun.

Pengobatan Alopecia Areata

Saat ini tidak ada obat untuk alopecia areata. Namun, ada beberapa perawatan yang dapat membantu rambut tumbuh kembali lebih cepat dan itu dapat mencegah kerontokan rambut di masa depan. Dokter kulit akan meresepkan satu atau lebih pengobatan berikut ini untuk membantu rambut tumbuh kembali lebih cepat :

  • Kortikosteroid : Obat ini menekan sistem kekebalan tubuh. Untuk orang dewasa dengan alopecia areata, suntikan ini sering kali menjadi perawatan pertama yang dicoba. Pasien menerima suntikan setiap 3 hingga 6 minggu. Pertumbuhan rambut dimulai sekitar 4 minggu setelah suntikan terakhir. Atau terkadang, butuh waktu lebih lama.
  • Minoxidil : Obat penumbuh kembali rambut, minoxidil 5%, dapat membantu beberapa pasien menumbuhkan kembali rambut. Anak-anak dan orang dewasa dapat menggunakannya. Rambut baru mungkin mulai tumbuh sekitar 3 bulan. Pasien paling sering menggunakan obat ini dengan perawatan lain.
  • Anthralin : Obat ini mengubah fungsi kekebalan kulit. Pasien mengoleskan substansi seperti cream ke kulit dan membiarkannya selama 20 hingga 60 menit. Seorang dokter kulit dapat merekomendasikan terapi singkat ini. Setelah 20 hingga 60 menit, anthralin dibersihkan untuk menghindari kulit menjadi iritasi.
  • Diphencyprone (DPCP) : Obat ini diaplikasikan pada kulit botak. Ini menyebabkan reaksi alergi kecil. Ketika reaksi terjadi, seorang pasien mengalami kemerahan, bengkak, dan gatal.  Dengan DPCP, dibutuhkan waktu 3 bulan bagi rambut untuk mulai tumbuh kembali.

Pasien sering mendapat lebih dari 1 perawatan dalam satu waktu. Campuran 2 atau lebih perawatan dapat meningkatkan kesuksesan dalam perawatan.

Tanyakan kepada dokter kulit mengenai efek samping terhadap obat yang akan digunakan.

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Alopecia areata. AMERICAN ACADEMY of DERMATLOGY. https://www.aad.org/public/diseases/hair-and-scalp-problems/alopecia-areata#treatment. Accsessed August 31. 2018.
  2. 3/28/2018. Gary W. Cole, MD, FAAD. Alopecia Areata. MedicineNet. https://www.medicinenet.com/alopecia_areata/article.htm#alopecia_areata_facts. Accsessed August 31. 2018.
  3. January 8, 2016. Steven Kim, MD. Alopecia Areata. https://www.healthline.com/health/alopecia-areata. Accsessed August 31. 2018.

POST A COMMENT

0 Comments