Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Delirium

Delirium

Rabu, 12/09/2018 | 15:33 WIB

Penyakit D

Share this article

DELIRIUM

DEFINISI

Delirium merupakan gangguan mental sementara yang menyebabkan penderita mengalami kehilangan konsentrasi dan berkurangnya kesadaran akibat perubahan mendadak fungsi otak yang terjadi bersamaan dengan penyakit mental dan fisik.

PENYEBAB

Delirium bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi mental yang tidak normal dengan gejala yang mirip dengan penurunan fungsi mental. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu delirium :

  1. Dehidrasi dan hipoksia
  2. Konsumsi obat yang dapat terakumulasi di dalam otak seperti pereda nyeri, obat tidur, anti alergi, obat asma, obat kejang, obat untuk parkinson, dan obat penenang.
  3. Kecanduan alkohol dan gejala putus alkohol.
  4. Keracunan, seperti keracunan sianida dan gas karbonmonoksida
  5. Obat bius
  6. Gangguan tidur dan stress
  7. Gangguan elektrolit.
  8. Demam akibat infeksi, khususnya pada anak.

Resiko seseorang mengalami delirium akan meningkat jika terdapat faktor berikut :

  1. Adanya kelainan pada otak.
  2. Usia lanjut terutama diatas 65 tahun.
  3. Adanya riwayat delirium sebelumnya.
  4. Mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran.

GEJALA

Penderita yang mengalami delirium akan menunjukkan gejala perubahan mental selama beberapa jam hingga beberapa hari. Gejala yang timbul pada saat kondisi tersebut antara lain adalah :

  1. Sulit fokus dan sering melamun
  2. Gangguan berpikir, penurunan daya ingat bahkan untuk hal yang baru saja dilakukan, penurunan kemampuan komunikasi secara verbal.
  3. Gangguan emosional seperti gelisah, takut, depresi, dan perubahan kepribadian seperti halusinasi dan peningkatan agresifitas
  4. Hilangnya keseimbangan

DIAGNOSIS

Untuk melakukan diagnosis penderita delirium, umumnya dokter akan menanyakan riwayat penyakit kepada keluarga pasien.

Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendiagnosis delirium, yaitu :

1. Pemeriksaan fisik dan neurologis.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui penyebab delirium dan menentukan tingkat kesadaran pasien. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kondisi pengelihatan, keseimbangan, koordinasi motorik, dan refleks.

2. Pemeriksaan kondisi kejiwaan.

Pemeriksaan kondisi kejiwaan meliputi pemeriksaan mental, konsentrasi dan kemampuan berfikir melalui wawancara dengan penderita.

3. Pemeriksaan penunjang.

Meliputi pemeriksaan darah dan urin untuk menentukan adanya paparan obat-obat yang dapat memicu delirium termasuk alkohol. Pemeriksaan kepala dan dada dengan CT Scan atau MRI untuk memeriksa kemungkinan adanya kelainan yang dapat memicu delirium.

PENGOBATAN

Pengobatan delirium dilakukan berdasarkan penyebabnya. Untuk menangani gejala umumnya penderita delirium akan diberikan obat penenang untuk mencegah bahaya terhadap orang lain yang dosisnya akan diturunkan secara bertahap setelah gejala delirium mereda.

Terapi pendukung dapat diberikan untuk mencegah komplikasi, antara lain :

  1. Menjaga jalan napas tidak tertutup.
  2. Cukup asupan air dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh penderita.
  3. Membantu penderita yang kesulitan menggerakkan tubuh.
  4. Menangani rasa nyeri yang dialami penderita.

PENCEGAHAN

Jika anda memiliki riwayat delirium, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terulangnya delirium antara lain :

  1. Menghindari kegaduhan yang dapat membuat perubahan suasana berubah mendadak
  2. Cukup tidur
  3. Berolahraga secara teratur

DAFTAR PUSTAKA

  1. Delirium. Diakses dari https://emedicine.medscape.com pada tanggal 20 Agustus 2018
  2. Delirium. Diakses dari https://medlineplus.govpada tanggal 20 Agustus 2018
  3. Delirium. Diakses dari https://www.msdmanuals.compada tanggal 20 Agustus 2018

POST A COMMENT

0 Comments