Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Orofaring

Orofaring

Rabu, 12/09/2018 | 14:44 WIB

General

Share this article

OROFARING

Defenisi Orofaring

Orofaring adalah bagian faring yang terletak di belakang rongga mulut. Orofaring dapat dilewati udara dan makanan sehingga berperan dalam sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Selain itu orofaring memiliki klep yang berfungsi mengatur makanan agar tidak masuk ke saluran pernapasan, klep ini disebut epiglotis.

Klep tersebut dapat menutup saluran pernapasan (terbukanya saluran pencernaan) saat menelan makanan dan membuka saluran pernapasan (tertutupnya saluran pencernaan) saat proses bernapas. Pada bagian dinding lateral (kiri dan kanan)-nya terdapat tonsil palatina yang merupakan massa jaringan limfatik, tonsil ini berfungsi untuk melindungi dari infeksi.

Kelainan Pada Orofaring

Berikut beberapa kelainan yang bisa terjadi pada orofaring antara lain :

1. Tonsilitis dan faringitis akut

Peradangan ini disebabkan oleh kuman Streptokokus beta hemolitikus, Streptokokus Virridans, Streptokokus Pyogenes. Selain itu juga bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti Adenovirus, Influenza, dan Herpes.Peradangan ini bisa ditularkan melalui droplet.

Peradangan ini ditandai dengan anorexia, suhu tubuh meningkat sampai 40 derajat, terdapat nyeri sendi dan nyeri telan, kelenjar submandibula membengkak. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemis, tonsil membengkak,dan detritus.

2.  Tonsilitis Membranosa

Disebabkan oleh Corynobacterim diphteriae gram (+), Kuman ini normalnya berada terdapat di saluran napas bagian atas: hidung, faring, laring dan tidak semua yang terinfeksi menjadi sakit depend on titer antitoksin dalam darah seseorang (0,03 sat/cc). ditandai dengan nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan lemah serta nadi lambat, Nyeri untuk menelan, dan  tosil membengkak ditutupi oleh bercak putih kotor

3. Tonsilitis kronik.

Penyebabnya sama dengan tonsillitis akut, sedangkan faktor predisposisinya berupa rangsangan menahun, pengaruh cuaca, pengobatan radang akut yang tidak adekuat, hygiene yang buruk.

Daftar pustaka :

  1. Adams, G.L. (1997), Penyakit-penyakit Nasofaring dan Orofaring,dalam Harjanto, E. dkk (ed) Boies Buku Ajar Penyakit THT, edisi ke6, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.2. Rusmarjono & Soepardi, E.A. (2001), Penyakit Serta Kelainan Faring dan Tonsil, dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, FKUI, Jakarta.

POST A COMMENT

0 Comments