Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Acute Respiratory Distress Syndrome

Acute Respiratory Distress Syndrome

Senin, 10/09/2018 | 14:10 WIB

Penyakit A

Share this article

Acute Respiratory Distress Syndrome

DEFINISI

Acute Respiratory Distress Syndrome atau disingkat ARDS merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan cairan di alveoli paru-paru.

Alveoli berfungsi sebagai kantung udara bagi paru-paru sehingga jika ada penumpukan cairan di dalam alveoli, kemampuan alveoli menampung oksigen menjadi berkurang. Kondisi ini dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen.

PENYEBAB

ARDS dapat disebabkan karena cedera atau penyakit tertentu yang menyebabkan dinding pembuluh darah tidak mampu menahan cairan yang ada di dalam darah, sehingga cairan dalam darah merembes keluar dari pembuluh darah salah satunya ke alveoli paru-paru.

Beberapa penyakit dan cedera yang dapat memicu kebocoran cairan melalui dinding pembuluh darah adalah :

1.  Sepsis atau pembusukan jaringan

2.  Menghirup uap dari zat kimia berbahaya

3.  Pankreatitis

4.  Tersedak muntahan atau kondisi nyaris tenggelam.

5.  Pneumonia berat.

6.  Cedera dada

7.  Luka bakar

8.  Overdosis obat tidur, antidepresan maupun obat pengencer darah.

Selain penyebab diatas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ARDS antara lain ketergantungan alkohol, lansia, perokok aktif dan menderita penyakit paru-paru kronis.

TANDA DAN GEJALA

Gejala yang timbul akibat ARDS berbeda-beda pada tiap individu tergantung penyebab dan tingkat keparahannya, namun ada beberapa gejala yang umum dirasakan oleh penderita ARDS antara lain :

  • Sesak napas dan frekuensi napas menjadi cepat dan pendek
  • Turunnya tekanan darah yang diikuti oleh penurunan kesadaran dan merasa sangat lelah.
  • Keringat berlebih
  • Pusing.
  • Bibir atau kuku berwarna kebiruan karena tubuh kekurangan oksigen
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Denyut nadi cepat.

DIAGNOSIS

Untuk menetapkan diagnosis, tidak ada pemeriksaan spesifik untuk mendeteksi ARDS. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi :

  • Pemeriksaan fisik, seperti denyut jantung, denyut nadi dan fungsi pernapasan
  • Rontgen dada dan CT Scan, untuk mengetahui gambaran kondisi paru-paru secara lengkap.
  • Analisa gas darah untuk melihat kadar oksigen dalam darah
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya infeksi.
  • Pemeriksaan jantung, hal ini dilakukan karena tanda dan gejala ARDS mirip dengan gejala yang timbul akibat gangguan jantung.

PENGOBATAN

Berikut adalah beberapa langkah penanganan kondisi ARDS :

  • Pemberian oksigen. Dilakukan melalui selang atau masker hidung untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
  • Mengatur asupan cairan. Berdasarkan diagnosis dan uji kinis terhadap kondisi pasien, asupan cairan yang diperlukan tubuh penderita diatur secara ketat, termasuk pemberian infus.
  • Pemberian obat-obatan. Pemberian obat untuk mencegah dan mengatasi infeksi, mencegah penggumpalan darah pada paru, dan pemberian obat tidur, terutama untuk pasien yang menggunakan alat bantu napas.
  • Rehabilitasi paru.Dilakukan untuk mengembalikan fungsi normal paru-paru.

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Acute Respiratory Distress Syndrome. Diakses  https://emedicine.medscape.com pada tanggal 28 Agustus 2018
  2. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Diakses dari http://www.lung.org pada tanggal 28 Agustus 2018
  3. Acute respiratory distress syndrome. Diakses dari https://www.nhs.uk pada tanggal 28 Agustus 2018

POST A COMMENT

0 Comments