Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Kanker Ovarium

Kanker Ovarium

Jumat, 7/09/2018 | 14:41 WIB

Penyakit K

Share this article

KANKER OVARIUM

Definisi

Kanker ovarium berkembang di ovarium, yang merupakan kelenjar reproduksi wanita yang menghasilkan telur selama masa reproduksi wanita. Kanker ovarium berkembang ketika sel-sel di ovarium mulai tumbuh di luar kendali. 

The American Cancer Society memperkirakan bahwa 22.240 wanita didiagnosis kanker ovarium di Amerika Serikat pada tahun 2018 dan sekitar 2,5% dari semua kanker pada wanita menyebabkan kematian. Setengah dari semua kasus terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause di atas usia 63 tahun.

Jenis kanker ovarium

  1. Karsinoma sel epitel. Jenis kanker ovarium paling umum dan sebagian adalah tumor jinak, menyebabkan 85% hingga 90% kanker ovarium. Karsinoma sel epitel dapat menyebar ke otak, tulang dan kulit.
  2. Tumor sel germinal terdapat di sel germinal, atau sel-sel penghasil sel telur. Sebagian besar tumor ini jinak. Tumor ini bisa besar, dan cenderung tumbuh dengan cepat. Kadang-kadang tumor menghasilkan human chorionic gonadotropin (HCG), yang dapat menyebabkan tes kehamilan palsu. Remaja dan wanita berusia 20-an lebih cenderung memiliki jenis kanker ovarium.
  3. Tumor sel stroma seks. Menyebabkan sekitar 1% kanker ovarium. Tumor ini berkembang dari sel-sel jaringan stroma yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Tumor ini menyebabkan suplai estrogen berlebihan, sering menyebabkan pendarahan vagina abnormal.

Penyebab

Kanker ovarium terjadi ketika sel membelah dan berkembang biak secara abnormal. Namun, percisnya mengapa kanker ovarium terjadi masih belum jelas.

Beberapa faktor resiko kanker ovarium meliputi:

  1. Usia. Dua pertiga wanita yang didiagnosis menderita kanker ovarium pada wanita setelah menopause, dan terutama berusia 55 tahun atau lebih tua.
  2. Genetika. Wanita dengan kerabat dekat yang memiliki kanker ovarium atau kanker payudara memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.
  3. Kondisi sebelumnya. Wanita yang telah didiagnosis dengan kanker payudara, kolorektal atau endometrium memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Gejala

Kanker ovarium tahap awal mungkin tidak memiliki gejala. Namun, beberapa gejala mungkin termasuk sering kembung, cepat merasa kenyang saat makan, kesulitan makan, sering buang air kecil, nyeri atau tidak nyaman di perut atau pinggul.

Gejala lain kanker ovarium dapat meliputi:

  1. Nyeri punggung bawah
  2. Nyeri saat berhubungan seksual
  3. Gangguan pencernaan, sembelit
  4. Kelelahan
  5. Perubahan dalam siklus menstruasi
  6. Pendarahan vagina yang abnormal
  7. Sakit punggung yang memburuk

Temui dokter Anda untuk evaluasi jika Anda menduga Anda memiliki perubahan pinggul.

Diagnosis

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik pada panggul Anda serta riwayat medis Anda dan keluarga. Apabila dari pemeriksaan tersebut didentifikasi kanker ovarium, dokter Anda mungkin merekomendasikan melakukan tes yang dapat membantu diagnosis kanker ovarium termasuk:

  1. Tes darah: memeriksa kadar penanda yang disebut CA-125
  2. Tes pencitraan: USG transvaginal, MRI, atau CT scan
  3. Laparoskopi: memungkinkan dokter untuk melihat indung telur dan jika perlu untuk mengambil sampel jaringan
  4. Kolonoskopi: jika ada konstipasi atau perdarahan dari rektum, kolonoskopi mungkin diperlukan untuk memeriksa usus besar.
  5. Biopsi: untuk mendiagnosis kanker ovarium dengan mengambil sampel kecil dari indung telur untuk memeriksa sel kanker.

Penanganan

Perawatan kanker ovarium tergantung pada jenis stadium, dan apakah Anda memiliki keinginan untuk memiliki anak atau tidak. Perawatan untuk kanker ovarium dapat terdiri dari operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, atau terapi yang ditargetkan. Seringkali dokter merekomendasikan lebih dari satu perawatan.

  1. Operasi. Dalam banyak kasus, operasi dilakukan untuk mengangkat kanker. Operasi seringkali merupakan pilihan pertama. Tingkat operasi tergantung pada stadium kanker.
  2. Kemoterapi. Pembedahan biasanya diikuti dengan kemoterapi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Obat-obatan dapat diberikan secara intravena atau melalui perut untuk mencegah sel-sel kanker membelah dan berkembang biak.
  3. Terapi hormon. Dapat ditambahkan ke rencana perawatan untuk mencegah estrogen mencapai sel kanker. Memotong pasokan estrogen dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  4. Terapi radiasi. Lebih jarang digunakan dalam pengobatan kanker ovarium. Ini dapat digunakan jika ada sisa kanker pada sistem reproduksi.

Pencegahan

Kanker ovarium jarang menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, sering tidak ditemukan sampai sel kanker berkembang ke tahap selanjutnya. Saat ini tidak ada cara untuk mencegah kanker ovarium, tetapi dokter mengetahui faktor-faktor yang menurunkan resiko kanker ovarium, termasuk penggunaan pil KB setelah melahirkan dan menyusui.

Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk melakukan permeriksaan dini jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker ovarium.

Daftar Pustaka

  1. Lights V and Boskey E, PhD. Ovarian Cancert. In : healthline. 2016
  2. Cancers Treatment Center of America. Ovarian cancer requires expert care. In : cancer center, https://www.cancercenter.com/ovarian-cancer/
  3. Nordqvist C. How do you get ovarian cancer?. In : Medical News Today. 2017

POST A COMMENT

0 Comments