Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Infeksi Jamur Kuku (Onikomikosis)

Infeksi Jamur Kuku (Onikomikosis)

Kamis, 6/09/2018 | 10:44 WIB

Penyakit I

Share this article

INFEKSI JAMUR KUKU (Onikomikosis)

Definisi

Infeksi jamur kuku (onikomikosis) disebut juga tinea unguium, merupakan infeksi jamur yang mempengaruhi kondisi kuku jari tangan atau jari kaki Anda menebal, menghitam, merusak, dan pecah. Infeksi kuku jamur terjadi akibat pertumbuhan berlebih jamur pada kuku.

Menurut Ameican Academy of Dermatology (AAD), infeksi jamur paling sering mempengaruhi kuku jari kaki daripada kuku jari tangan Anda. Kondisi infeksi jamur kuku akan mengingkat pada kondisi medis seperti diabetes, penunan kekebalan tubuh, dan bertambahnya usai. Kasus infeksi jamur kuku dilaporkan tejadi sekitar 23% di Eropa dan 20% di Asia Timur.

Jamur Kuku sayasehat.id

Penyebab

Jamur kuku disebabkan oleh onikomikosis. Jamur tumbuh dengan baik di tempat yang gelap dan hangat. Kuku jari kaki Anda lebih sering terkena infeksi jamur kuku karena sering menggunakan sepatu dengan waktu pemakaian yang lama membuat kaki lembab dan jamur dapat berkembang dengan baik.

Berkut ini beberapa faktor risiko yang mampu meningkatkan perkembangan infeksi jamur kuku adalah:

  • Menderita diabetes
  • Lanjut usia di atas 60 tahun
  • Penggunaan kuku palsu
  • Mengalami cedera atau luka pada kuku, terutama pada pasien geriatrik
  • Berenang di kolam renang umum
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti infeksi HIV dan mereka yang menjalani terapi kanker, juga cenderung terkena infeksi jamur kuku.
  • Pemakaian sepatu tertutup, seperti sepatu tenis atau sepatu bot.

Gejala

Infeksi jamur kuku biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali kondisi kuku menjadi sangat tebal sehingga menyebabkan rasa sakit saat memakai sepatu. Parestesia (sensasi menusuk, kesemutan yang bisaanya berhubungan dengan cedera atau iritasi saraf), rasa sakit, dan perasaan ketidak nyamanan.

Pada fase awal, infeksi jamur kuku muncul titik-titik putih atau kuning di bawah ujung kuku jari tangan atau kuku jari kaki. Saat infeksi jamur semakin parah, jamur kuku dapat menyebabkan kuku menjadi menebal dan pecah pada bagian tepi kuku.

Tanda umum adanaya infeksi jamur kuku termasuk:

  • Kuku yang terkelupas dari dasar kuku
  • Bau yang berasal dari kuku yang terinfeksi
  • Kuku yang rapuh dan mudah pecah

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis infeksi jamur kuku dengan melihat penampilan fisik pada kuku jari tangan dan kaki, serta gejala dan riwayat pasien. Infeksi jamur kuku juga dapat diidentifikasi dengan melakukan tes laboratorium dengan mengambil mengambil potongan kuku untuk divisualisasikan dengan mikroskop.

Penanganan

Penanganan infeksi jamur tergantung pada tingkat keparahan kondisi infkesi jamur Anda. Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antijamur oral maupun topikal untuk menangani infeksi jamur kuku selama 12 minggu.

Perawatan lainnya berupa:

  • Menghilangkan kuku yang terinfeksi jamur, dengan menggunakan senyawa urea yang ditangani langsung oleh dokter. Kuku yang copot akan tumbuh kembali, meskipun memakan waktu lebih dari satu tahun.
  • Perawatan laser. Sinar laser dapat menembus jaringan kuku dan mengganggu jamur untuk membunuh jamur. Beberapa pasien yang menerima perawatan ini mungkin akan mengalami sedikit ketidak nyamanan
  • Pembedahan. Dokter Anda mungkin merekomendasikan pengangkatan kuku sementara agar dapat menggunakan obat antijamur langsung di bawah kuku yang terinfeksi.

Pencegahan

Infeksi jamur kuku dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat. Merawat kuku dengan baik dengan menjaganya agar tetap rapi dan bersih mampu mencegah infeksi.

Cara lain untuk mencegah infeksi jamur kuku termasuk:

  • Menggunakan semprotan atau sebuk antijamur secara teratur
  • Mencuci tangan setelah menyentuh kuku yang terinfeksi
  • Mengeringkan kaki Anda setelah mandi, terutama di antara jari-jari kaki Anda
  • Melakuakan perawatan kaki seperti manikur atau pedikur dari salon yang terpercaya
  • Menggunakan kaus kaki yang menimalkan terjadinya kelembapan
  • Menghindari bertelanjang kaki di tempat umum
  • Mengurangi penggunaan kuku buatan dan cat kuku

Daftar Pustaka

  • Ghannoum M, dan Isham N. Fungal Nail Infections (Onychomycosis): A Never-Ending Story?. In : PubMed, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4047123/. 2014
  • Davis CP, MD, PhD. Fungal Nail Infection (Onychomycosis). In : emedicinehealth. 2017
  • Mayo Clinic. Nail Fungus. In : Mayo Clinic. 2017
  • Khan A, dan Dock E. Fungal Nail Infection. In : Healthline. 2015

POST A COMMENT

0 Comments