Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Kanker Anus

Kanker Anus

Selasa, 4/09/2018 | 13:51 WIB

Penyakit K

Share this article

Kanker Anus

Definisi

Kanker anus merupakan jenis kanker yang berkembang di permukaan anus. Sebagian besar kanker anus berawal dari pertumbuhan sel abnormal (tumor) yang menyebar dan merusak sel di sekitarnya pada lapisan mukosa usus besar (kolon) dan rektum, yang kemudian berkembang menjadi pertumbuhan yang abnormal (bersifat kanker). Apabila sel kanker sudah tumbuh dan berkembang hingga mencapai pembuluh darah organ, maka sel kanker dengan mudahnya akan menyebar (metastasis) dan menyerang nodus limfa atau hingga organ tubuh lainnya.

Penyebab Kanker Anus

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kanker anus, antara lain :

  • Kelebihan berat badan (obesitas), sangat berpengaruh terhadap meningkatnya risiko pertumbuhan sel kanker.
  • Kurang aktivitas fisik, kurangnya berolahraga akan lebih mudah terkena penyakit kanker, termasuk kanker anus.
  • Pola makan yang tidak teratur dengan mengkonsumsi daging dan daging olahan terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kanker anus.
  • Merokok yang aktif juga bisa sebagai faktor risiko memicu terjadinya kanker termasuk kanker anus.
  • Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan akan meningkatkan risiko terkena kanker anus.

Gejala Kanker Anus

Gejala kanker anus muncul bisa jadi hanya seperti wasir. Gejala ini yang menyebabkan penderita kanker anus terlambat di diagnosis. Adapun gejala-gejala yang dirasakan pada saat penderita terkena kanker anus diantaranya lelah dan lemas akibat anemia, benjolan atau tonjolan yang terletak dekat anus, nafas pendek, perubahan pola defekasi, diare, konstipasi, feses berdarah, nyeri perut dan penurunan berat badan.

Metode Pengobatan Kanker Anus

Ada beberapa metode yang digunakan untuk pengobatan kanker anus, antara lain :

  • Terapi radiasiTerapi yang menggunakan energi radiasi tingkat tinggi untuk mengecilkan tumor atau menghilangkan sel-sel kanker.
  • Kemoterapi, Dapat dilakukan untuk terapi kanker anus dan terkadang dibutuhkan kombinasi dengan terapi radiasi.
  • Pembedahan, Dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor, metode ini merupakan yang paling umum untuk pengobatan kanker anus. Namun, pada beberapa orang metode ini masih menjadi pertimbangan.

Pencegahan Terjadinya Kanker Anus

Adapun langkah-langkah untuk mengurangi resiko terjadinya kanker anus, antara lain :

  • Saat melakukan hubungan seks sebaiknya menggunakan pengaman (kondom), dengan menggunakan kondom dapat memberikan perlindungan terhadap HPV.
  • Tidak ganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seks. Apabila melakukan seks dengan beberapa orang yang berbeda maka resiko peningkatan resiko terinfeksi HPV semakin tinggi.
  • Tidak diperbolehkan hubungan seks lewat anus dikarenakan beresiko tinggi timbulnya kanker anus baik pria maupun wanita.
  • Berhenti merokok, karena perokok aktif dapat menyebabkan resiko terkenanya kanker anus daripada yang tidak merokok. 

Diagnosis Kanker Anus

Kanker anus bisa dideteksi sejak dini melalui sejumlah skrining. Seseorang yang telah berumur 60 tahun disarankan untuk konsultasi ke dokter dan  menjalani skrining rutin sesuai petunjuk dokter. Tapi setiap masing-masing  skrining memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter spesialis kanker sebelum memilih skrining.

Daftar Pustaka :

  1. Hamdi, M., dkk. 2015. Profil Karsinoma Kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  2. Panduan Penataan Kanker Kolorektal. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  3. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKKolorektal.pdf
  4. Rahdi, D. R., dkk. 2015.  Gambaran Faktor Resiko Pasien Kanker Kolorektal Di RSUD Ulin BanjarMasin  Periode April-September 2014. Fakultas Kedokteran. Universitas Lambung Mangkurat Banjaramasin. Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat Banjaramasin. Vol. 11 No. 2
  5. Sean PC, Cotterchio M. Cigarette smoking, genetic variants in carcinogen-metabolizing enzymes, and colorectal cancer risk. American Journal of Epidemiology. 2010;172:9-13

POST A COMMENT

0 Comments