Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Autoimun

Autoimun

Selasa, 28/08/2018 | 16:28 WIB

Penyakit A

Share this article

AUTOIMUN

Sistem kekebalan tubuh merupakan jaringan sel yang berada di seluruh tubuh yang bekerja untuk melindungi Anda dari virus, bakteri, dan infeksi. Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan cara mengidentifikasi benda asing, membunuh dan menghilangkan benda asing yang mungkin dapat menyebabkan penyakit.

Apa itu penyakit autoimun?

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi gangguan sistem kekebalan tubuh, di mana sistem kekebalan tubuh Anda, secara keliru menyerang tubuh Anda. Dalam beberapa kasus sistem kekebalan tubuh, tubuh menyerang dan merusak jaringan itu sendiri secara tidak sengaja. Beberapa penyakit autoimun hanya menargetkan satu organ, seperti penyakit diabetes tipe 1 merusak sel beta pankreas. Penyakit lain, seperti lupus, mempengaruhi seluruh tubuh.

Penyakit autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Diperkirakan bahwa estrogen pada wanita dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk mempengaruhi beberapa wanita menjadi penyakit autoimun. Selain itu, keberadaan satu penyakit autoimun meningkatkan peluang untuk mengembangkan penyakit autoimun stimulan lainnya.

Perbandingan kasus penyakit autoimun berdasarkan jenis kelamin sekitar 6,4% wanita dan 2,7% terjadi pada pria. Seringkali penyakit ini dimulai selama masa subur seorang wanita (usia 14 hingga 44).

Jenis autoimun

Beberapa contoh penyakit autoimun termasuk:

Penyebab

Sampai saat ini, dokter belum mengetahui penyebab sistem kekebalan tubuh gagal dalam melakuakan tugasnya. Penyakit autoimun dapat terjadi akibat adanya faktor resiko yang dimiliki seorang individu, seperti:

  • Gen atau keturunan. Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus, terjadi di dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga pasti memiliki penyakit yang sama, tetapi mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun.
  • Faktor lingkungan. Peneliti menduga factor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia atau pelarut juga mungkin terlibat dalam kerusakan sistem kekebalan tubuh.
  • Higienis. Karena vaksin dan antiseptic, anak-anak saat ini tidak terkena banyak kuman. Kurangnya paparan dapat membuat system kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang tidak berbahaya.

Gejala

Gejala awal banyak penyakit autoimun sangat mirip, seperti:

  • Tiroid, yang mungkin menyebabkan Anda lelah, menambah berat badan, atau mengalami nyeri otot
  • Bengkak dan kemerahan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sendi, yang dapat menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan fungsi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Kulit, yang dapat menyebabkan ruam, lepuh, dan perubahan warna.

Diagnosis

Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis sebagian besar penyakit autoimun. Dokter akan mengguanakan kombinasi tes dan penilaian gejala Anda untuk mendiagnosis.

Tes antibody antinuklear (ANA) merupakan tes pertama yang sering digunakan dokter ketika gejala menunjukkan penyakit autoimun. Tes positif berarti Anda mungkin memiliki salah satu penyakit ini, tetapi tidak akan memastikan secara pasti mana yang Anda miliki.

Tes lainnya mencari autoantibody spesifik yang diproduksi pada penyakit autoimun tertentu. Dokter anda mungkin juga melakukan tes untuk memeriksa radang yang dihasilkan penyakit ini di dalam tubuh.

Penanganan

Perawatan tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun, tetapi dapat mengontrol respon imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan. Perawtan autoimun tergantung pada jenis penyakit autoimun. Dalam beberapa kasus, dokter Anda akan meresepkan obat-obatan seperti kortikosteroid atau obat imunosupresif untuk mengurangi peradangan. Melakukan diet seimbang dan berolahraga secara teratur juga dapat membantu Anda merasa lebih baik.

Daftar  Pustaka

POST A COMMENT

0 Comments