Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Senin, 27/08/2018 | 14:30 WIB

Penyakit M

Share this article

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI merupakan singkatan dari Magnetic Resonance Imaging atau Penggambaran Resonansi Magnetik. MRI adalah tes yang menggunakan magnet kuat, gelombang radio, dan komputer untuk mendapatkan gambar detail mengenai tubuh bagian dalam, termasuk organ dan jaringan lunak. Berbeda dari alat pemindai lain seperti rontgen atau CT scan, MRI tidak menggunakan radiasi.

Fungsi MRI

MRI digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa penyakit atau cedera tertentu. MRI juga dapat digunakan untuk mengawasi fase pemulihan pasien. MRI dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh.

Dibandingkan dengan alat pindai lain, MRI lebih baik untuk memeriksa otak, persarafan, serta otot dan ligamen tubuh. Beberapa penyakit yang umum dipindai menggunakan MRI adalah cedera di pundak dan lutut, atau penyakit seperti tumor and aneurisme.

Peralatan MRI

Pada umumnya, mesin MRI berbentuk seperti tabung besar. Tabung ini terbuka pada kedua bagian ujungnya. Lapisan magnet mengelilingi tabung ini. Pasien akan tidur rebahan pada sebuah meja dan dikirim masuk ke dalam tabung ini untuk dipindai.

Bagi penderita klaustrofobia yang takut akan ruang sempit, beberapa rumah sakit tertentu memiliki MRI terbuka yang tidak menggunakan tabung ini. Meskipun begitu, hasil pindaian dari MRI terbuka masih belum sebaik pindaian MRI biasa.

Persiapan MRI

Beberapa orang tidak dapat menggunakan MRI. Pasien yang akan menjalani MRI harus memberi informasi pada dokter. Informasi tersebut meliputi apakah pasien memiliki gangguan kesehatan terutama pada ginjal atau hati, apakah pasien baru operasi, apakah pasien memiliki alergi atau asma, atau apabila pasien hamil, terutama pada trimester utama.

Karena MRI menggunakan tenaga magnet, pasien tidak boleh memiliki benda metal pada saat pemeriksaan. Benda metal ini bukan hanya perhiasan luar seperti tindikan atau pakaian seperti sabuk dan kaitan baju. Pasien mungkin memiliki perlengkapan metal dalam tubuh, seperti katup jantung buatan, implan tertentu, tambalan gigi yang menggunakan metal, sendi atau tungkai buatan, dan berbagai benda metal lainnya.  Beberapa tinta tato juga menggunakan metal seperti aluminum, tembaga atau kobalt dalam proses pembuatannya. Pasien sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter masing-masing apabila memiliki tato.

Tes MRI

Sebelum masuk ke dalam tabung, pasien akan disuntikkan zat pewarna kontras yang tidak berbahaya ke dalam pembuluh darah di tangan atau lengan. Zat ini berguna untuk memperjelas struktur anatomi tubuh bagian dalam.

Pasien mengambil posisi tidur pada meja tes. Sabuk pengaman mungkin akan dipasang agar pasien tidak bergerak. Tergantung dari bagian tubuh yang akan dipindai, sebagian atau seluruh tubuh pasien akan dikirim masuk ke dalam mesin.

Mesin MRI akan mengirim medan magnet ke dalam tubuh. Medan magnet ini dilakukan untuk menyusun proton di dalam tubuh. Gelombang radio kemudian akan dikirim ke pasien untuk merangsang proton-proton tersebut. Ketika gelombang radio dimatikan, sensor MRI akan mendeteksi energi yang timbul. Komputer mengambil signal ini dan menggunakannya untuk membentuk gambaran bagian tubuh yang dipindai.

Tubuh pasien mungkin akan mengalami kedutan-kedutan kecil selama masa pemindai. Hal ini normal untuk terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Pemeriksaan juga umumnya didampingi oleh suara mesin yang keras. Pasien dapat meminta alat pelindung telinga dari dokter.

Tergantung dari penyakitnya, tes MRI ini memakan waktu 20 hingga 90 menit.

Daftar Pustaka :

  1. Felson S. MRI Scan (Magnetic Resonance Imaging): What Is It & Why It’s Done. In: WebMD.
  2. Everts S. What chemicals are in your tattoo? In: Chemical & Engineering News, Volume 94, Issue 33, p. 24-26. 2016.
  3. McGovern V. Metal Toxicity: Tattoos: Safe Symbols? In: PubMed Central – 1280436.
  4. Magnetic Resonance Imaging (MRI). In: NIH, National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering.

POST A COMMENT

0 Comments