Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Pubertas Dini

Pubertas Dini

Jumat, 24/08/2018 | 14:28 WIB

General

Share this article

PUBERTAS DINI

Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari masa bayi, kanak-kanak, remaja atau pubertas hingga menjadi manusia dewasa. Pubertas atau masa remaja merupakan salah satu tahap atau peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Selama masa pubertas ini, terjadi perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial.

Pubertas umumnya terjadi pada usia 12,5 tahun untuk anak perempuan dan usia 14,5 tahun untuk anak laki-laki. Perubahan fisik selama masa pubertas pada anak perempuan ditandai dengan pembesaran payudara, munculnya jerawat dan tumbuhnya bulu ketiak dan rambut pada kemaluan dan terjadinya menarche atau haid pertama,. Perubahan fisik selama masa pubertas pada anak laki-laki ditandai jakun yang mulai tumbuh, suara lebih berat, tumbuhnya bulu ketiak dan rambut pada kemaluan dan terjadinya poludo atau mimpi basah pertama. Perubahan secara psikologi yang terjadi selama masa pubertas adalah perubahan tingkah laku serta ketertarikan terhadap lawan jenis.

Namun saat ini usia anak yang mengalami pubertas telah mengalami pergeseran sehingga banyak anak yang mengalami pubertas pada usia dini. Pubertas dini adalah perkembangan yang terlalu cepat menjadi dewasa dan terjadi sebelum usia 10 tahun.  Pubertas dini lebih sering terjadi pada anak perempuan.

Faktor yang mempengaruhi pubertas dini

Pubertas dini dipenganthi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah :

1. Faktor Genetik
2. Faktor Gaya hidup seperti pola makan dan bahan makanan yang dikonsumsi anak
3. Faktor informasi seperti tayangan atau informasi yang sering dilihat oleh anak dan tidak sesuai dengan usia anak.

RESIKO PUBERTAS DINI

Pubertas dini bisa memberikan dampak/perubahan pada diri anak, seperti :

1. Pertumbuhan tulang pada anak yang mengalami pubertas dini terlalu cepat sehingga terhentinya pertumbuhan tulang juga lebih cepat dari yang seharusnya sehingga postur tubuh anak akan lebih tinggi ketika pubertas dini dan pada saat dewasa cenderung lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya.

2. Tingkat kecemasan lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami pubertas dini karena anak yang mengalami pubertas dini tidak memiliki persiapan yang cukup untuk menangani perubahan yang terjadi pada diri mereka. Ketidaktahuan mengenai apa yang terjadi pada diri mereka bisa menimbulkan efek negatif seperti malu, panik, bingung, kaget, cemas.

3. Pubertas dini dapat menyebabkan depresi sehingga rentan berperilaku menyimpang seperti merokok, konsumsi alkohol, mengalami gangguan makan dan penggunaan obat-obat terlarang.

Penanganan Pubertas Dini

Penanganan yang bisa dilakukan umtuk anak yang mengalami pubertas dini :

1. Dukungan dan peranan orangtua dan orang-orang terdekat sangat diperlukan saat anak mengalami pubertas dini      karena mereka mungkin akan merasa berbeda dari teman-teman sebayanya.

2. Menjaga berat tubuh anak agar seimbang

3. Menjaga agar anak tidak mengalami stress

4. Mengawasi agar anak tidak terpapar zat asing

5. penanganan secara medis bisa dilakukan dengan kemoterapi atau pemberian obat penyeimbang hormon.

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Greene A. Early Puberty: A-to-Z Guide from Diagnosis to treatment to prevention. https://www.dgreene.com/article/early-puberty//San Francisco. 2014
  2. Cesario SK, Hughes LA. Precocious Puberty: a Comprehensive review of literature in: PubMed https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17489832/ 2007
  3. Carel JC, Lahlou N. Roger M. Chaussain JL. Precocious puberty and Statural Growth. In PubMed: https:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15073143/2004
  4. Budiningsih, Tri E dkk. 2009. Dampak Pubertas Dini pada Perkembangan Anak. Universitas Negeri Semarang.
  5. Yustisiana Hidayati, Y., dkk. 2012.  Perbedaan Tingkat Kecemasan mengalami Pubertas Dini pada Remaja Awal ditinjau dari Tingkat Dukungan Sosial.  Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya.

POST A COMMENT

0 Comments