Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Klaustrofobia

Klaustrofobia

Selasa, 14/08/2018 | 11:36 WIB

Penyakit K

Share this article

Pengertian Klaustrofobia

Klaustrofobia adalah perasaan takut berlebih mengenai ruang tertutup, meskipun tidak ada bahaya yang perlu dikhawatirkan.

Faktor Resiko

Ruangan tertutup yang dapat menimbulkan klaustrofobia dapat berupa tempat-tempat sempit seperti lift, terowongan, pesawat terbang, kamar ganti, mobil yang terkunci, ataupun ruangan dengan jendela tertutup. Klaustrofobia dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain itu, penderita klaustrofobia juga memerlukan penanganan khusus sebelum menjalani beberapa prosedur medis, seperti MRI Scan.

klaustrofobia

Penyebab

Pada umumnya, klaustrofobia disebabkan oleh trauma yang dialami pada masa kanak-kanak. Anak-anak yang berasal dari keluarga tak bahagia, terutama anak-anak yang pernah dikurung dalam ruangan sempit, dapat menjadi trauma akan ruang tertutup. Selain itu, anak dengan orang tua klaustrofobia juga dapat tumbuh dengan kondisi yang sama.

Selain itu, seseorang juga dapat menderita klaustrofobia apabila pernah mengalami kejadian yang menakutkan dalam ruang tertutup, seperti turbulensi pada saat naik pesawat, atau terjebak dalam kereta yang terhenti di terowongan.

Tanda dan Gejala

Tingkat keparahan gejala berbeda pada setiap orangnya. Ada yang hanya merasa tidak nyaman ketika berada dalam ruang tertutup, tetapi ada juga yang mengalami rasa takut parah.

Tanda paling umum yang ditunjukkan oleh penderita klaustrofobia parah adalah serangan panik karena rasa takut yang timbul tiba-tiba. Beberapa gejala yang dapat dilihat pada penderita yaitu:

  • Banyak berkeringat
  • Gemetaran
  • Tubuh terasa panas atau sebaliknya, tubuh menggigil
  • Sesak napas
  • Jantung berdetak kencang
  • Merasa pusing atau ingin pingsan
  • Merasa ingin muntah
  • Tidak dapat berpikir dengan jernih

Penderita yang mengalami serangan panik ini sebaiknya berusaha untuk tetap tenang. Apabila penderita sedang menyetir, kendaraan sebaiknya segera diberhentikan untuk mencegah kecelakaan. Cobalah berkonsentrasi dengan memikirkan hal-hal yang tidak menakutkan. Rasa panik ini umumnya akan lenyap setelah 5 sampai 30 menit.

Penanganan

Banyak orang yang menderita klaustrofobia tidak mencari cara untuk menanganinya, dan hanya melanjutkan hidup dengan menghindari tempat-tempat tertutup. Tetapi, hal ini dapat menyebabkan klaustrofobia semakin parah.

Salah satu metode yang digunakan untuk menangani fobia adalah terapi pemaparan atau desensitisasi. Rasa takut penderita yang perlahan-lahan mencoba untuk berada dalam ruang tertutup akan berkurang sedikit demi sedikit. Metode ini dalam dilakukan sendiri, atau dilakukan melalui dukungan petugas psikologis.

Metode penanganan lain yang dapat dilakukan adalah terapi perilaku kognitif. Penderita akan diajak bicara oleh petugas terlatih. Terapi ini dapat meliputi diskusi tentang perasaan dan pikiran penderita, dengan tujuan menemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi klaustrofobia pasien.


Daftar Pustaka:

POST A COMMENT

0 Comments