Silahkan Input Ratting Terlebih Dahulu

×

Anda sudah Mendapatkan Voucher sebelumnya

×
Home / Hipertensi dalam Kehamilan

Hipertensi dalam Kehamilan

Jumat, 10/08/2018 | 15:08 WIB

Penyakit H

Share this article

Apa Itu Hipertensi dalam Kehamilan ?

Hipertensi dalam kehamilan atau sering disebut dengan hipertensi gravidarum mempengaruhi 10% kehamilan didunia. Dengan melakukan penanganan yang baik seharusnya hipertensi tidak akan berkembang menjadi sesuatu penyakit yang menakutkan. biasanya hipertensi dalam kehamilan akan hilang setelah selesai melahirkan.

Dikatakan hipertensi dalam kehamilan ketika ibu hamil dengan tekanan darah 140/90mmHg atau lebih, baik yang mepunyai riwayat hipertensi sebelum hamil atau yang tidak ada riwayat hipertensi. Hipertensi dalam kehamilan mengakibatkan 50.000-60.000 kematian ibu hamil setiap tahun. Penyakit ini  biasanya muncul saat kehamilan berumur lebih dari 20 minggu. Jika penyakit ini tidak tangani dengan baik bisa merujuk ke penyakit yang lebih serius seperti eklamsia yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin.

hipertensi dalam kehamilan

Penyebab Hipertensi Dalam Kehamilan

Sampai saat ini penyebab hipertensi dalam kehamilan belum bisa dipastikan. Tetapi biasanya penyakit ini disebabkan oleh plasenta yang tidak pembuluh darah spiralis ibu. Ditambah dengan pengaruh stress yang berlebihan dan pembuluh darah ibu yang kurang berfungsi.

Faktor Resiko Hipertensi dalam Kehamilan

Beberapa faktor resiko dalam kehamilan antara lain :

1. Faktor usia, usia yang aman untuk seseorang untuk hamil adalah usia diantara 20-30tahun.  Hamil dengan usia di bawah 20 tahun mempunyai resiko 2-5 kali lebih besar terkena hipertensi dalam kehamilan dibandingkan hamil pada saat usia 20-29 tahun.

2. Wanita dengan primigravida ( hamil pertama kali)

wanita dengan primigravida hampir 85% mengalami hipertensi dalam kehamilan.kondisi ini bisa diakibatkan karena si ibu belum punya pengalaman. Kehamilan yang paling aman biasanya terjadi pada saat kehamilan ke dua atau ketiga kali.

3. Riwayat keluarga

jika dalam keluarga pernah mengalami hipertensi saat hamil, situasi ini turun ke pada keluarga yang sedang hamil.

Tanda Dan Gejala Hipertensi dalam Kehamilan

4. Gangguan ginjal

gangguan ginjal yang sedang dialami ibu hamil bisa menyebabkan hipertensi dalam kehamilan. Penyakit ini berhubungan dengan kerusakan glomerulus (simpul pembuluh darah yang berukuran sangat kecil) yang menyebabkan gangguan filtrasi pembuluh darah

4. Faktor kehamilan

hamil dengan molahidatidosa (hamil anggur) dan kehamilan ganda mempunyai resiko 3 kali lebih besar untuk terkena hipertensi pada saat hamil.

Tanda Dan Gejala Hipertensi Dalam Kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan biasanya menimbulkan tanda dan gejala seperti : penglihatan mulai kabur, nyeri kepala, ada sesak nafas, ada pembengkakan pada kaki dan tangan, mual dan muntah, penglihatan  ganda, nyeri pada tengkuk dan yeri pada lambung. Ibu hamil yang mengalami gejala tersebut segeralah informasikan kepada tenaga medis agar mendapat pengobatan yang maksimal.

Diagnosis Hipertensi Dalam Kehamilan

Untuk menentukan diagnosis pada penyakit ini ada beberapa langkah yang harus diikuti :

1. Anamnesa

Anamnesa dilakukan kepada pasien dan keluarga, tentang gejala yang dialami selama kehamilan, pola makan, atau paun riwayat penaykit keluarga dan riawayat penyakit terdahulu yang pernah ia alami.

2. Melakukan pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik ibu hamil meliputi : pengukuran pada tekanan darah, memeriksa denyut nadi, menghitung pernapasan, melihat ada tidak pembengkakan pada daerah tangan dan kaki.

3. Melakukan pemeriksaan penunjang

Pemeriksaaan penunjang dilakukan jika kehamilan dicurigai mengarah ke eklamsia ( kejang pad ibu hamil), dengan melakukan pemeriksaan  protein dalam urin.

Dampak negatif hipertensi kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan memiliki dampak yang tidak baik terhadap bayi antara lain :

1. Menghambat tumbuh kembang bayi, karena asupan oksigen kurang ke bayi mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat akibatnya bayi lahir dengan berat badan rendah.

2. Bayi lahir dengan prematur (kurang bulan)

3. Bayi bisa meninggal dalam kandungan karena kurang nutrisi dan asupan oksigen.

4. Abrupsio plasenta , adalah plasenta yang terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan

5. Aliran darah ke plasenta berkurang. Situasi ini membuat bayi dapat tidak mendapat asupan oksigen dengan cukup.

Pengobatan Hipertensi Dalam Kehamilan

Jika anda memiliki hipertensi dalam kehamilan, sebaiknya anda memeriksakan kesehatan dengan rutin ke dokter ataun rumah sakit. Agar hipertensi anda dapat ditangani dengan sehingga tumbuh kembang buah hati anda tidak terganggu. Jika tekanan darah diatas 110mmHg, minumlah obat penurun tekanan darah dokter  yang mengandung hidralazin diberikan melalui suntikan Intravena secara pelan-pelan dengan dosis 5mg. jika hidralazin tidak tersedia bisa diganti dengan pemberian nifedipin 5 mg sublingual (dibawah lidah) setelah 10menit tekanan darah tidak turun bisa ditambahkan pemberian nifedipin kedua.

Hal penting : selama pengobatan berjalan harus mengikuti petunjuk dari dokter


Baca Juga : Penyakit Jantung Hipertensi, Krisis Hipertensi, Stroke


Daftar pustaka :

Roberts JM,August PA, Backris G,Bernestein IM, Druzin M. Hypertension in pregnancy. Washington:American College of obstructions and gynecologys;2013

Cunningham levenp K, Bloom S,Spong CY, Dashe J.William obstetric. Edisi ke 24. Philadelphia:McGraw Hill;2014

POST A COMMENT

0 Comments